Minggu, 27 Desember 2009

98. Bait-bait Anak Jalanan



anak jalanan kumbang metropolitan
selalu dalam kesepian
anak jalanan korban kemunafikan
selalu kesepian di keramaian

tiada tempat untuk mengadu
tempat mencurahkan isi kalbu
cinta kasih dari ayah dan ibu
hanyalah peri yang palsu

anak gedongan lambang metropolitan
menuntut hidup alam kedamaian
anak gedongan korban kesibukan
hidup gelisah dalam keramaian

tiada waktu untuk bertemu
waktu berkasihan dan mengadu
karena orang tua metropolitan
hanyalah budak kesibukan

(Chrisye, Anak Jalanan)

Anak jalanan sungguh pandai bernyanyi. Mereka fasih mendendangkan lagunya ST 12, walaupun mereka belepotan ketika menyenandungkan lagunya Jason Mraz.

Anak jalanan tak mau lagi bermimpi setinggi langit, meski langit-langit rumah sekalipun. Mereka hanya bermimpi agar esok dapat makan dua kali di warteg di pinggir selokan. Lagipula untuk apa ke langit, di bumi pun banyak rezeki. Sedangkan anak rumahan tak usah bermimpi untuk dapat mengisap secangkir kopi di Starbucks.

Anak jalanan tak menangis jika putus cinta. Namun mereka akan pingsan apabila koin-koinnya menggelinding dan lenyap. Sedangkan anak rumahan akan mogok makan jikalau putus cinta.

Anak jalanan hanyalah obyek empuk bagi pengusaha untuk membagikan "recehan", remah-remah dari keuntungan kapitalisme. Lalu pengusaha itu dan anak jalanan berpose senyum dan berpelukan, kemudian diterbitkan di koran atas nama CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Seakan-akan mulia sekali pengusaha itu. Bagus, patut ditiru!

Anak jalanan gemar mengejar sedan yang kinclong, walau yang ia tatap hanyalah wajah pengemudi yang buram dalam kaca film, dan kaca yang tak akan tergulung. Andaipun tergulung, paling hanya menyodorkan Rp 1.000, itu pun sisa kembalian sehabis beli laptop seharga Rp 4.999.000.

Anak jalanan hidupnya keras, sehingga tak sudi punya akun facebook. Sebab mereka sanggup membedakan antara teman yang penyombong dengan teman yang pendiam di facebook. Anak rumahan juga lihai membedakan ENTER dengan ENTAR. Tekan ENTER ketika masuk facebook, dan tekan ENTAR ketika masuk waktu sembahyang.

Anak jalanan mampu menahan kentut saat mengamen di bus kota. Mereka menghormati para penumpang. Tapi, mereka akan lari terkentut-kentut tatkala dikejar oleh Satpol PP. Sedangkan anak rumahan tak mampu menahan kentut saat makan malam di rumah calon mertua. Bisa berabe. Padahal kentut itu sangat manusiawi.

Anak jalanan ternyata lebih tegar dibanding anak rumahan. Buktinya, mereka nggak pernah terjun dari ketinggian lantai di mal. Ya iyalah, lha wong mereka dilarang masuk ke mal oleh security.

Dari catatan harian "Hujan Huruf", tertanggal 26-12-2009

Jumat, 18 Desember 2009

97. Nyalakan Api Kehidupan, Kobarkan Api Asmara



Cakrawala mulai diselimuti oleh tirai malam. Mega-mega yang merona jingga bergelayutan di antero angkasa. Di atap, gerombolan burung jalang bernyanyi sukacita sebab penuhnya tembolok mereka. Mereka mematuk-matuk nasi yang kujemur di tampah. Senandung para burung telah lenyap. Saya beralih ke musik India, dengan suara khas Lata Mangeshkar. Tatkala menikmati syahdunya musik India, sekonyong-konyong ada suara minta tolong. Kucari sumber suaranya, mulai dari kolong-kolong, lorong-lorong, hingga di gentong yang kosong. Ternyata asalnya dari seorang ibu yang minta tolong. "Mas An, kompor saya nggak bisa nyala," suaranya mirip serigala melolong yang lapar karena belum makan lontong. Maka membaralah welas asihku, segera kutolong dia. Wajib ditolong dong, jangan cuma bengong. Nanti ketiban durian montong.

Begitulah jadinya apabila para ibu kesulitan menyalakan kompornya. Mereka akan mohon bantuan pada pria yang paling gagah dan tampan. Mereka ialah penerima kompor dan tabung gas gratis dari pemerintah. Gratis dari Hong Kong...! Mereka tetap kena pungutan liar sebesar Rp 5.000-Rp 20.000. Padahal pemerintah berkoar bahwa ongkos distribusi sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Kenyataannya? Mana kualitas barangnya KW 3. Kalaupun niat memberi, berilah yang kualitasnya wahid. Pemimpinnya dapat fasilitas yang super lux. Amsalnya, biaya laundry untuk jas dan pakaian dinas yang mencapai Rp 70 juta per bulan. Sedangkan rakyatnya hanya dapat kompor gas picisan. Mungkin kebanyakan beban APBN kali ya....

"Mas An bisa?" tanya seorang ibu. "Tenang saja. Beres dech," kumencoba menenangkan, meski saya juga bingung bagaimana agar kompor menyala. Pria harus pandai mendamaikan hati wanita sekalipun kondisinya genting. Cetak-cetuk, bunyi pematik tergesek, namun si jago biru enggan timbul. Utak sana, atik sini, hingga saya berpeluh dan bertelanjang dada. Saya terkejut, sebab ada gadis yang matanya berpendar ketika menyelidiki lekuk badanku yang tambun. Seketika kukenakan baju, malu akan perut Semar ini. Di tengah senyuman malu dengan wajah semerah biji saga, tebersit hasrat untuk mencopot regulator dari selang. Kemudian kumemasok aliran gas ke selang, kugesek pematiknya, dan blup...si jago biru pun berkobar. HOREEE, Dora berhasil!!!

Sejak peristiwa itu, saya kerap dipanggil oleh para ibu jika mereka kesulitan menyalakan kompornya. Mestinya saya yang jadi model iklan untuk program konversi minyak tanah ke gas, bukan Dik Doank. Dia sich cuma bisa mejeng doank. "Mas ganteng, ini uang untuk beli rokok," tawar seorang ibu yang riasannya menor. "Wah, terima kasih. Saya sudah berhenti merokok," tolakku halus, sehalus bokong bayi Timor Leste. "Oh, pantas bibirnya tampak merah jambu," pujinya padaku. Berikanlah pelayanan untuk dan karena Allah, tanpa pamrih.

Bahkan tangan suami mereka tak berkutik. Saya menyindir ke seorang suami, "Kau tak mampu menyalakan api kehidupan bagi keluargamu, lalu bagaimana kau mampu mengobarkan api asmara untuk istrimu di ranjang?"

Perlahan Sang Lunar mendaki puncak zenit, pertanda malam kian larut. Lengkingan jangkrik menggema dari semak gulma. Kami kongko-kongko seraya disuguhkan kopi panas dan pizza jawa alias bakwan toge. SEDAAAP!!!

Syukurlah. Sekarang mereka sudah sanggup menyalakan api kehidupannya sendiri. Blup....

Minggu, 06 Desember 2009

96.Secarik Gelitik di Tangan Mistik


Berselancar dengan mesin waktu,yuk! Kita mindik-mindik ke kamarnya Nobita, lalu masuk ke laci belajarnya. Doraemon kan mengatur mesin waktunya di situ. Yup, kita ke tahun 2000, ketika saya masih berusia 13 tahun. Kala itu saya sedang mabuk judi, judi togel (toto gelap). bukan ala kasino di Vegas. Ini semacam tebak nomor, caranya kita membeli dengan karcis karbon seharga mulai dari Rp 1.000. Satu nomor--yang tersusun atas dua, tiga ,atau empat digit--harganya Rp 1.000. Gambarannya, 1234, 234, atau 34. Per nomor bisa dibeli lebih dari sekali. Maka di karcis akan tertulis 1234x3, berarti beli nomor 1234 sebanyak tiga kali. Jika nomor itu yang keluar, maka si pembeli (penjudi) mendapatkan tiga kali lipat.

Namanya juga masih putih biru, yang uang sangunya Rp 2.000, kalau sudah berjudi konsekuensinya nggak jajan di sekolah besok. Manakala gemerincing lonceng istirahat membahana, saya hanya ada di perpustakaan, dikira kutu buku. Ketika kawan-kawan menjilati manisnya es bonbon, saya tak mau kalah, saya juga jilati asinnya air mata ini. Jikalau mereka keringatan sebab kenyang, saya malah keringatan sebab lapar. Kutu kupret tuh togel, bikin gue sangsai! Pun kalau harus membayar biaya fotocopy. Tampang saya akan pucat pasi mirip Edward Cullen. Bilamana sudah begitu, kawan-kawan dengan berbesar hati akan menolongku. Kalau sampai Sang Jawara Kelas nggak ditolong, mereka akan keringat dingin, takut nggak dikasih contekan lagi. Ha ha ha ha, NARSIS!

Mekanisme judinya kurang lebih seperti ini, tiap empat hari kita diberi selembar kertas ramalan oleh seorang agen bandar (judi). Kontennya di antaranya bermetafor begini, "matahari di atas lautan, hewan-hewan mendekat", plus disertai angka-angka petunjuk. Jika Anda cermat, pasti menjawab hewan laron. Kemudian kita mencari kata laron di buku ramalan mimpi khusus togel. Di situ, misalnya, kita menemukan nomor 57 untuk kata laron. Lalu kita meracik (ngecak) angka itu, contoh modifikasinya 1257, 3575, 575, 12, dst. Paginya seorang agen menempelkan secarik kertas berisikan nomor yang keluar, amsalnya 7512. Kalau kita pasang 3312 dan/atau 12, maka kita dapat buntutnya. Jujur saya nggak pernah dapat, hiks hiks hiks. Dan jika sohib saya yang dapat, saya tentu ditraktir untuk minum-minum. Maaf nih, saya nggak mau mabuk sajang,anggur, bir, apalagi jamu. Tahu Intisari? Itu jamu vitalitas untuk emak-emak yang habis beranak. Aturannya minumnya satu sloki, mereka satu botol. Jadi terngiang-ngiang lirik lagu dangdut, "Sudah mabuk minuman ditambah mabuk judi/Masih saja kakang tergoda janda kembang/Tak sudi, ku tak sudi." Saya pernah curhat ke ibu saya, "Ma, aku lagi berhubungan sama janda." Ia spontan menyergah, "Cari yang perawan!" Saya kaget dan menimpali, "Maksudnya perempuan hartawan?" Beliau pun mengangguk setuju. Ibu dan anak bujangnya ternyata sama gendengnya.

Bukan hanya meramal dari kertas ramalan dan mimpi, namun juga dari peristiwa hot yang baru terjadi. Salah satunya ialah tragedi tabrakan antara kereta api dengan angkot mikrolet di Bintaro. Salah satu korban yang kepalanya buntung, terseret hingga ke TPU Tanah Kusir, dan tergeletak di plang Semboyang 35 (panduan masinis untuk membunyikan klakson). Saya memprediksi angka itu (35), tapi alpa untuk membelinya. Alhasil, esoknya keluar. Huh....

Penjelajahannya cukup, kita kembali ke lorong waktu. Ingin cerita lebih banyak, tapi nyokap gue yang bawelnya persis nenek-nenek encok itu, tiba-tiba menelpon. Katanya si Tuminem lagi nonton The Twilight Saga:New Moon, terus saya yang disuruh cuci piring. GEMAZ!!!

Rabu, 25 November 2009

95.Sandal Jepit Sang Mantan Koruptor


Untuk keluar rumah dengan jarak dekat, saya hanya pakai sandal jepit seharga Rp 5.000-Rp 7.500. Jarak dekatnya semisal ke minimarket, ke masjid, dan ke warnet. Hingga pada suatu kala sandalku yang masih gres sirna, seusai shalat Isya. Yang tersisa cuma seonggok sandal yang buruk rupa. Dengan berat hati kuayunkan kaki dengan sandal itu. Ternyata ada juga jemaah masjid yang bernaluri maling. Bibirnya mengucap bismillah, namun kelakuannya na'uzubillah.

Tunggu, kasusnya belum rampung. Karena jengkel sandalnya hilang, maka saya pergi ke warnet. Begitu urusan dengan jemaah dunia maya usai, sandal murahanku tak ada. Yang ada sepasang sandal baru dari jenis yang sama. Ya sudah, mau tak mau saya kenakan sandal swalow baru itu, daripada nyeker. Memang antara musibah dan anugerah hanya setipis kondom. Dan supaya tidak hilang lagi, sandal temuan itu saya mandikan dengan air dari sumber tujuh mata air. Diperoleh dari air mineral yang kemasannya tertera, "Dari Mata air Babakan Pari, Gunung Salak"; "Mata air Gunung Salak"; "Mata air Babakan Pari, Sukabumi"; "Mata air Sigedang, Klaten"; "Mata air Pati"; "Mata air Cipondok, Subang"; dan "Mata air sumur". Ha-ha-ha, kurang kerjaan! Sedangkan si pemakainya mandi dengan bunga/kembang tujuh rupa, yaitu Bunga citra lestari; bunga desa; kembang janda; kembang perawan; kembang tahu; kembang kempis; dan kembang biak. Wah, tambah ngaco deh gue....

Walaupun sandal jepit hilang, saya tak jera untuk shalat berjamaah lagi di masjid. Naasnya sandalku yang sudah dimandikan dengan air keramat, hilang lagi. Tertukar jadi lebih buruk. Lu sich musyrik, pakai agenda mandi tujuh mata air segala. Sekarang matalu yang berair (nangis). Lalu selang sepuluh jam kemudian, saat shalat Subuh, sandal buruk itu tertukar menjadi lebih kinclong. Hingga waktu terus berlari, sandal kinclongku menjadi jelek, usang digerogoti usia. Saya pun mengembara ke warnet dengan sandal gembel mirip pengemis keadilan. Ketika keluar (dari warnet) saya bertanya, "Lho koq, sandal gembelku raib?" Yang tersisa ialah sandal bagus yang dicampakkan pemilknya. SIKAAAAT!!! Bila ada istilah istri atau piala bergilir, dalam sejarahku ada istilah sandal bergilir.

Terkadang di malam remang-remang yang mana semilir angin membelai jenggot tipisku, saya merenung sok bijak bak seorang nabi akhir zaman, Rasulullah SAW, bahwa hakikatnya manusia tak punya apa pun di dunia ini. Allah-lah yang memilki segalanya. Saya lahir dalam keadaan lemah dan miskin, begitupun saat mati kelak. Saya juga mesti belajar kehilangan sesuatu yang saya cintai, kehilangan ponsel, kehilangan kendaraan, dan kehilangan anggota keluarga. Menurut hemat saya, kehilangan terbesar adalah terampoknya keperjakaan di malam pertama nanti. He-he-he, ini malah kehilangan yang saya harapkan. Karena peristiwa inilah saya jadi malu, sebab justru sandal jepitlah yang mengajarkan saya bahwa saya tak memiliki apa pun di dunia ini. Jadi, saya tak usah protes pada Sang Pemberi kalau permintaan saya tak terkabulkan, juga tak perlu menjadi sosok yang serakah. Karena keserakahan (korupsi) yang pernah saya perbuat, saya dipecat dari tempat kerja yang dulu. Untung belum ketemu cicak....

Minggu, 08 November 2009

94.Pengantin Miskin


Terkisahlah sepasang pengantin yang miskin. Ketika pagi, sang suami yang lembut tapi sering kentut itu bertanya ke sang istri, "Beib, kita sarapan apa?" Sang istri menjawab,"Kita tak punya apa pun." Akhirnya untuk melupakan rasa laparnya, mereka berhubungan seks. Kala sudah waktunya makan siang, si suami yang tak bertanggung jawab itu bertanya hal yang sama, dan tentunya dijawab dengan jawaban yang sama pula. Untuk menghibur rasa laparnya, mereka berhubungan seks lagi. "Sungguh terlalu!" kata Rhoma Irama.

Entahlah ada angin apa, kini sang suami mulai sadar dan mencoba mencari pekerjaan. Sudah wara-wiri hingga malam, ia tak mendapat pekerjaan apa pun. Sang suami yang bernama Bambang itu bimbang, sebab ia mau merantau ke Palembang tapi koq kapalnya mengambang (menurut lu!). Di tengah kebimbangannya akan ekonomi keluarga, ia memerhatikan sang istri yang bernama Mayang Sariadem sedang main perosotan sambil bugil. Bambang bertanya dengan heran, "Yang, kamu ngapain...?" Mayang menjawab, "Aku sedang menghangatkan makan malam, Mas."
GUBRAK!!!!

Jumat, 30 Oktober 2009

93. Telanjang


Seekor ular tercengang menyaksikan tingkah polahku. Ia mengira punya "teman" baru. Ya, hari Senin (26/10) saya telanjang bulat sembari menari erotis di antara berhelai-helai guyuran air dari langit di belakang rumah. Ini bukan pornoaksi, karena hanya dilihat oleh Tuhan, malaikat, jin ifrit, kecebong, cacing, dan ular tadi.

Kalau Anda, kapan terakhir bugil yang bukan di kamar mandi/tidur? Jangan-jangan Anda telanjang sambil menari di atas tangisan orang lain. Selingkuh maksudnya. Kalau bisa seringlah kita "bertelanjang", apalagi yang hobi "menelanjangi" orang lain. Denotasinya ialah membuka aib atau mengomentari setiap jengkal keburukan/kekurangan orang lain. Siapa pun berhak mengomentari segala keburukan, itu bagian dari iman. Namun, tekanlah nafsu untuk menggunjing dan memfitnah. Pepatah klasik mengajarkan, "gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak". Seorang Imam al-Ghazali bertutur, "Pada setiap manusia selalu menonjol tujuh sifat (tercela) dalam kehidupannya sehari-hari, yaitu sifat dusta, serakah, kikir, gunjing, riya, iri hati, dan sombong."

Dengan sering "menelanjangi" orang lain, seolah-olah kita tak punya cacat cela. Atau mungkin kita pura-pura tak sadar bahwa ternyata kita jauh lebih buruk. Dan sebab mereka sudah telanjang, maka kini mereka mengenakan pakaian yang lebih baru. Akibatnya, kita tak pernah mengenakan pakaian yang baru karena kita tak mau/mampu menelanjangi diri kita sendiri. Ironis....

Minggu, 18 Oktober 2009

92. Memeluk Risiko


Tertawa berisiko tampil konyol. Menangis berisiko tampil sentimentil. Merengkuh orang lain berisiko keterlibatan. Menunjukkan perasaan berisiko menampilkan dirimu yang sesungguhnya. Mengemukakan gagasan-gagasan dan mimpi-mimpimu di hadapan umum berisiko kehilangan semua itu. Mencintai berisiko tak berbalas. Hidup berisiko mati. Berharap berisiko kecewa. Berikhtiar berisiko gagal.

Akan tetapi, risiko tetap mesti diambil. Ancaman terbesar dalam hidup adalah tak ingin memeluk risiko. Orang yang tak berani mengambil risiko, takkan mengerjakan apa pun, tak mempunyai apa pun, dan bukan apa pun. Ia mungkin dapat menjauhi derita dan sesal. Namun, ia tak bisa belajar, berubah, bertumbuh, dan mencintai.Ia budak yang terbelenggu keyakinan. Hanya pengambil risiko yang tidak membentengi kebebasannya.

Robert Holden
Timesles Wisdom for a Manic Society

Jumat, 09 Oktober 2009

91. Jengkolan


Hari ini saya dengar orang menangis histeris. Tak jelas, apakah anak-anak atau orang dewasa yang nangis. Tangisannya samar-samar, sebab kami terpaut dua rumah. Bernyanyi, "Sesungguhnya aku punya rencana. Beli rumah yang sangat sederhana sekali.RSSS." Kalau rumah saya tipe RSSS..., yaitu rumah yang sangat sederhana sekali, sempit, sampai selonjoran saja susah. He-he-he...bercanda.

Saya penasaran, lalu tanya ke papi, "Pi, siapa yang nangis?" Jawabnya, "Bang Sahrul. Dia gak bisa kencing." O iya, saya teringat kalau tadi malam papi cerita bahwa Sahrul kesulitan kencing. Ayo, tebak, kenapa dia gak bisa kencing? Dia "jengkolan"! Apa tuh jengkolan? Itu istilah dari efek kebanyakan mengonsumsi jengkol. Wah, jengkol? Itu makanan kesukaanku setelah tempe. Bayangkan sobatku, ia beli 2 kg jengkol....Kalau saya ngidam jengkol, paling-paling beli Rp 3.000 di warteg. Harga segitu dapat enam buah, yang mana itu hanya tiga butir jika mentah. Mahal ya, bo. Habis makan jengkol, gak bisa ciuman dech.

Dia, Sahrul, perawakannya gendut dan tinggi. Hmm, lucu juga kalau orang setipe dia menangis hanya karena tak bisa kencing. Lagipula bisa kencing bukan hal sepele, itu adalah rahmat. Seorang preman Pasar Senen pun bisa nangis kalau gak bisa kentut. Jadi, kentut yang bau dan bunyinya kurang sopan itu, juga termasuk rahmat.

Mbok ya, kalau ke rumah sakit alasannya yang keren. Misal, serangan jantung sebab gak terpilih jadi presiden/anggota legislatif. Atau gak bisa kencing sebab selingkuh mulu. Ini, ke rumah sakit sebab gak bisa kencing, kebanyakan makan jengkol penyebabnya.

From my diary, "Sang Pemberontak". Tanggal 2 Oktober 2009

Kalau Anda perhatikan, kisah ini kocak banget. Minimal Anda tersenyum. Kalau tidak tersenyum juga, wah...hidup Anda serius banget. Dan, jengkol bukanlah faktor tunggal penyebab "tak bisa kencing".

Senin, 05 Oktober 2009

90. kekaguman


ada seseorang yang bikin aku kagum
aku malu menyebutkan siapa dia
namun, ketika terbayang wajahnya, senyumku merekah bagai mekarnya kuntum kamboja
kadang terbesit dalam relung benakku, aku ingin menciumnya
apalagi tatapan nanarku pun dibumbui renyahnya nafsu

sayangnya, dia tak sanggup melihat diriku di antara tarian tulip di tanah rana
dia pun berjalan di garisnya sendiri, tak rela meladeni edannya pikiranku
dan, yang kuharapkan hanya menjilati remah-remah birahinya
aku masih bermandikan amisnya syahwatku, sekalipun telah berwindu-windu berenang dalam samudra tawar

hingga tak ada yang kutakuti
aku pun masih mengkhayal tentang indahnya sensasi ini
malam ini aku tetap tersenyum bagai mekarnya kuntum kamboja yang jatuh terserak di batu nisanmu

Selasa, 29 September 2009

89. Keabadian Penduduk Surga




Pertanyaan
Apakah orang-orang yang berbuat baik akan kekal dalam surganya Allah, atau kelak akan dipindahkan ke mana untuk tidak menyamai kekekalan Allah itu sendiri?

Jawaban

Salah satu informasi yang menjelaskan keabadian penduduk surga dan neraka bisa ditemukan pada QS.al Bayyinah {98}:6-8. Para ahli tafsir, semisal al-Thabari (Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an jilid 15, hal.92-293), al-Maraghi (Tafsir al-Maraghi, jilid 10, hal.216), dan Buya Hamka (Tafsir al-Azhar, jilid 10, hal.8080), memiliki penjabaran yang sama mengenai kekekalan kehidupan di surga dan neraka, kehidupan yang diredaksikan dengan anak kalimat "khalidina fiha abadan", yaitu kekal selama-lamanya, tidak pernah keluar dari surga dan neraka, dan tidak pernah merasakan mati di dalamnya.

Al-Thabari (Jami al Bayan 'an Ta'wil Ay al-Quran, jilid 7, hal .136) ketika membahas QS. al Bayyinah {98): 6-8, memberi penjelasan tentang kata abadan yang diletakkan sesudah anak kalimat khalidina fiha. Menurut al-Thabari, orang Arab biasa menggunakan kata abadan untuk menggambarkan lamanya suatu masa, melukiskan keabadian suatu hal yang paling lama tapi ada batas akhirnya, dan bukan keabadian tanpa akhir. Kekekalan selain Allah SWT ada batasnya. Kekekalan kehidupan di surga dan neraka pun ada batas akhirnya, yakni berlangsung sepanjang keberadaan langit dan bumi (QS. Huda {11}: 106-108). Ternyata di akhirat juga ada langit dan bumi. Tapi seperti apa langit dan bumi di akhirat kelak, ada baiknya kita memerhatikan catatan yang diberikan oleh Maraghi ketika mengakhiri uraian tentang ketiga ayat dalam QS.al Bayyinah {98}: 6-8. Al Maraghi memberi catatan bahwa umat Islam sekadar dituntut untuk memercayai eksistensi surga dan neraka, tanpa dituntut untuk memercayai hakikat dan di mana letak surga dan neraka, pun tak dituntut untuk mengetahui batas akhir keabadian para penghuninya dan lain sebagainya. Al-Maraghi berargumen bahwa hakikat surga dan neraka, di mana letak surga dan neraka, seperti apa keabadiannya , dan lain sebagainya , termasuk perihal gaib yang hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya.

Catatan al-Maraghi ini seirama dengan QS. al Jin {72}: 26-27 yang menguraikan bahwa hanya Allah yang mengetahui perihal gaib. Sebab itu, keyakinan terhadap adanya kehidupan yang kekal di surga dan neraka harus diletakkan dalam konteks kalimat "laysa kamitslihi syay'un" (QS.asy Syura {42}: 11). Ada keabadian di akhirat, namun keabadian yang ada batas akhirnya, dan bukan keabadian yang sama dengan Allah SWT.

Wa Allah a'lam bi al-shawab

Sabtu, 26 September 2009

88. Meraih Mimpi



Rabu kemarin (23/9) gue, keponakan, dan kakak, nonton di 21, yaitu Meraih Mimpi. Ini kali pertama bagi keponakan gue, Melisa, untuk nonton di bioskop, termasuk bagi ibunya. Dan ini kali pertama bagi gue untuk menginjakkan kaki di Blok M Square, tempat di mana 21 berada. Kami hanya bayar dua tiket. Sebab Melisa masih 3 tahun 11 bulan, nyaris 4 tahun, usia kena HTM. Di dalam bioskop, Melisa seperti amazing. Dari yang pertama kali melihat layar yang besar, sebelumnya ia menyebut TV, hingga kaget saat audio bioskop menggelegar.

Meraih Mimpi (atau Sing to the Dawn,untuk judul versi internasional), sebuah animasi musikal produksi Indonesia. Secara teknis gambar, jangan dibandingkan dengan PIXAR atau Dreamworks. Animator Indonesia masih dalam tahap belajar. Misal, motion atau gerakan karakter masih kaku, kurang halus. Namun, film ini Nusantara banget. Contoh, ada karakter hewan yang beraksen Melayu (karakter Kakatua, disuarakan Cut Mini), ada hewan yang beraksen Tegal, dan aksen-aksen lainnya. Si tokoh sentral, Dana (Gita Gutawa), bersenandung dengan sangat merdu, dan melengking. Karakater-karakter manusia digambarkan menggunakan sandal jepit karet, khas Indonesia. Seperti saya, yang selalu pakai sandal jepit jika shalat di masjid. Tapi kini tidak. Sering hilang! Namun saya agak kecewa, karena ceritanya tidak lucu. Saya lupa, kalau tidak semua film animasi harus komedi. Kecuali rangkaian Ice Age dan Kung Fu Panda.

Melihat kondisi Blok M, saya jadi pangling. Sudah bersih dan tertib. Tak ada lagi PKL. Wah, malah kesan Blok M jadi hilang dalam memori-memori romantisme saya.

Senin, 21 September 2009

87. Hari tanpa Kemenangan


Hari ini sendirian di rumah, keluargaku sedang rekreasi. Kemarin gak shalat Id, kesiangan. Angpao "hanya" dapat Rp.100.000,- huh.... Lalu apa yang gue harapkan di akhir Ramadhan, tak sesuai dengan kenyataan. Mungkin nanti masih ada waktu. Nanti. Terima kasih buat kawan-kawan di facebook yang mengucapin selamat ulang tahun 14 September lalu. Walau punya akun facebook gak banyak manfaatnya.

Diare, nih. Rendang dagingnya pedas banget. Bosan makan daging mulu, pengen makan tempe goreng. Pokoknya seperti hari tanpa kemenangan. Apa hanya kemenangan yang tertunda.

Senin, 14 September 2009

86. Usia Berkurang


Hari ini aku ulang tahun yang ke-22. Wow, 22, aku belum siap menyambut angka itu. Yang mana kelakuanku masih kayak anak kecil. Gampang marah. Gampang tersinggung. Umur segini, belum juga bisa membahagiakan orang tua. Memberi cucu, misalnya. Kawin dulu, bos.... Sama siapa? Janda? Gile.... Kebanyakan sih teman-teman gue pada rencana nikah. Hmmm, biarlah itu jalan hidup mereka.

Tadi gue dibelikan kebab. Pedas, bos. Paling enak juga combro pakai cabe rawit. Aku selalu berharap agar Allah mengabulkan doaku, saat usiaku berkurang ini. Senantiasa melindungiku supaya tak terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Amin. Ci ye...sok alim. Sudahlah begini saja sambutan-sambutannya. Malah seperti sambitan dari langit.

Jumat, 11 September 2009

85. Senjataku


nafasku terendam dalam kubangan zaman
zaman di tepi penghabisan
poranda, lantah, musnah oleh yang mereka ciptakan sendiri
lalu, aku?
kumerangkak di atas jembatan takdir
goyah...getir... menyiksa, namun romantis
kupamerkan jajaran remuk gigiku
tersenyum, walau tak selayaknya tersenyum
aku masih bisa tersenyum

Kautunjukkan padaku, suka, duka, dan rasa di antaranya
Kautunjukkan padaku, benar, salah, namun tidak yang di antaranya

kupegang tali keyakinan
kutapaki padang keihklasan
dan dengan senjataku (doa), kulumpuhkan buruknya takdirku
hingga kuterjungkal karam di lautan hikmah


Sudarmanto s

Minggu, 30 Agustus 2009

84. Puasa hari Jumat


Hari Jumat (28/8) lalu libur, nggak ke mana-mana. Libur panjang banget. Paginya bangun jam tiga, sahur, terus shalat subuh. Tidur setengah enam, bangun jam sepuluh. Wah, siap-siap shalat Jumat. Ke masjid jalan kaki, dech. Habis, mobilnya masih di showroom. Sampai di masjid masih sepi. Eh... malah ketemu kawan lama. Kalau bisa sich, jangan sampai ketemu. Soalnya kalau ketemu, kami pasti ngobrol. Kan katanya kalau sudah berwudhu, kita tak boleh banyak cakap.

Kami (Anto & Arsyad) ngomongin hal film. Kalau film yang terakhir gue tonton di cineplex adalah The Dark Knight (seri Batman). Sedikit ceritaku sehabis pulang dari cineplex, ada seorang pria yang minta pertolongan ke saya. Dia -katanya- uangnya hilang, dan tak bisa pulang ke Bekasi. Terus gue kasih Rp 5.000. Eh, beberapa minggu kemudian dibalas oleh Allah SWT sebesar Rp 300.000. Alhamdulillah. Ayo, di bulan spesial ini, kita banyak sedekah. Nggak mau sedekah? Ih...beli koran Republika edisi Jumat, dech. Harganya Rp 2.900. Kalau uang Anda Rp 3.000, jangan minta kembali ah. Dijamin Anda akan termotivasi untuk bersedekah/berzakat/berinfak.

Kembali ke tajuk awal. Dia, Arsyad, nawarin untuk nonton Transformers 2. Sebenarnya gue pengen, tapi malas ah.... Film pertamanya begitu-gitu aja. Hollywood Style. Semenjak The Dark Knight, gue "puasa" nonton di cineplex. Ih...malas bo! Semua film membosankan, kecuali bokep film, he-he-he, bercanda ah. Sssttt...khotib sudah naik. Hmm...seperti biasa, khutbahnya membosankan.

Jumat lalu cuacanya panas. Jalan kaki ke rumah sekira 500 m. Di taman kota malah ada dua sejoli yang memadu kasih. Madu itu kan manis. Lalu, madu apa yang pahit? Katanya sih "dimadu". Sabar...bu! Pacarannya nanti aja lagi, saat buka. Aduh, saking panasnya, gue beli koran Republika, buat memayungi wajahku yang pas-pasan ini. Mana di samping lapak koran ada penjual nasi gule. Ada yang makan pula. Wuuuh, jadi pengen. Godaan puasa, nich. He-he-he-he....

Dari catatan "Blank Paper" yang ditulis hari ini.

Sabtu, 01 Agustus 2009

83. Puasa tapi Tidak Shalat



Marhaban Yaa Ramadhan

Pertanyaan:
Diterimakah ibadah puasa dari orang yang meninggalkan shalat?

Jawaban:
Tidak semestinya seorang Muslim meninggalkan shalat. Ancaman Allah SWT dan Rasul-Nya sangat keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya dan berlaku lalai terhadapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya, "Janji yang ada antara kami dan mereka (orang-orang munafik) adalah shalat. Karena itu, barang siapa meninggalkannya, sungguh ia telah kafir."

Juga agar ia tidak termasuk dalam ancaman Allah pada firmannya, surat Al Baqarah:85, yang artinya, "Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat), dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat."

Persoalan apakah diterima atau ditolak puasa, tidak ada ulama yang berbicara tentangnya, sebab hal itu kita serahkan kepada Allah SWT. Dan kita mengharap kepada Allah SWT agar menerima puasa seluruh orang-orang yang berpuasa.

Hanya saja, orang yang shalat dan berpuasa lebih diharapkan diterima dibanding orang yang berpuasa tanpa melaksanakan shalat. Sedangkan persoalan yang berkaitan dengan sah tidaknya puasa, maka meskipun orang yang meninggalkan shalat mengantarkan dirinya ke dalam bahaya besar, dan Nabi Muhammad SAW menggunakan kata "kafir", dan ia berlaku lalai terhadap agamanya karena ia telah merobohkan tiang agama, maka puasanya tetap sah.

Tidak disyaratkan mendirikan shalat dalam kesahihan puasa. Akan tetapi, meninggalkan shalat termasuk dosa-dosa besar, dan tidak boleh seorang Muslim melakukan hal itu. Siapa saja dari kaum Muslimin yang meninggalkannya, hendaknya ia segera bertaubat kepada Allah SWT. Dan Allah SWT Maha Tinggi dan Maha Mengetahui.

Senin, 20 Juli 2009

82. Rp 1.000 Untuk Pengemis Cinta - Rp 0 Untuk Pengemis Nenek



Pengalaman Sudarmanto Syaukanie

Ini unik. Sepulang dari kantor pos, usai kirim surat ke redaksi Kompas, saya bersua dengan pengemis nenek. Dari jauh, saya sudah ancang-ancang, "Nanti gue kasih seceng (Rp 1.000)." Begitu dekat, malah tak jadi. Bukan lantaran saya pelit, saya terkejut. Sebab, dia mengacungkan tangannya ke arah saya secara tiba-tiba. Karena kaget, maka goyahlah pendirianku. Bodoh nian kau!

kala si oma itu menjauh, saya menemukan selembar kertas bergambar Kapitan Pattimura berpose dengan goloknya, telentang di bibir trotoar. Mau kukasih, ia telah raib. Kenapa si pengemis nenek itu tak awas jika ada uang di sini. Bukankah nenek renta dan peyot itu melewati jalan ini tadi.... Apa matanya -yang mungkin presbiopi- hanya menyelidiki wajahku nan tampan paripurna? Tampan itu "tampak ancur".

Bilamana pengemis itu memerhatikan badan jalan, harta ini 'kan jadi haknya. Sesungguhnya, ia punya dua peluang: mendapatkan Rp 1.000 dari aspal robek dan Rp 1.000 dari saya. Sayangnya, ia tak awas, ditambah lagi dengan mengejutkanku -yang niat awalnya mau memberi.

Ya Allah, Tuhan yang romantis, mengapa rezeki ini justru untukku, sang "pengemis cinta". Rp 1.000 bagiku, paling untuk membakar selinting tembakau. Kalau untuk pengemis, mungkin bisa buat tambahan beli sekepal nasi kucing. Yang jika dilahap, kenyang kagak, lapar lagi dech. Dasar geragas!(rakus). Miaaauuuwww...miaaaauwwww....

From my diary, "Bertelanjang Dada - Berbaju Takwa". Date 6 Juli 2009

Sabtu, 04 Juli 2009

81. Paman Tampan Belajar Jadi Ayah Gadungan



Melisa (3), "Lik, lihat dompetnya ya. Aku mau lihat foto paklik waktu masih kecil." Melisa manggil saya 'le', kependekan dari 'paklik', yang jika dilafalkan berbunyi 'pakle'. Artinya paman. Biasanya kalau lihat dompet, pasti ada maunya. Jajan. Saya ucap, "Tapi, jangan beli es ya." Kalau dia mau es, harus izin ke saya. Dia lebih takut saya dibanding orang tuanya. Ho-ho-ho-ho-ho (tertawa bangga).

Kami sekeluarga pernah terkejut, lantaran dia sudah latah. Jika latah, menyebut 'k**t*l', alat kelamin pria. "JANGAN NGOMONG GITU!!!!!" teriak saya. Karena anak-anak, dinasihati bukannya nurut, malah ngeledek. Jika ada anak-anak ngomong kotor, kita jangan teriak. Malah mereka akan mengulangi kata yang kita larang.

Keponakan menangis. Inilah yang menyebalkan, telingaku panas! Saya joget aja, dan dia pun terhibur. Menghadapi balita, harus berani tampil konyol, maksudnya membadut. Aku nyanyi sambil joget, nungging dan ketut. Malu juga, harus membadut di depan keluarga. Perangai asliku kan pendiam. Bodoamat! Yang penting keponakan terhibur.

Dia hafal lagu-lagu pop. Waktu masih kecil, aku nyanyi lagunya pak Ateng, "Del ta ko del/ko del/ta ko del/ko del." Lagu band Seventeen, dia hafal. Saya modifikasi syairnya, "Jelaskan padaku, isi dompetmu/ Seberapa tebalkah, untuk jadi pacarku/ Mengapa harus aku yang membayar/ Tak pernahkah kau berpikir, sedikit tentang gajiku." Termasuk lagunya band Netral, "Garuda di uang gope/ Garuda di uang seribu/ Kuyakin, hari ini pasti jajan." Melisa protes, "Bukan gitu. Salah!" Toh, akhirnya dia nyanyi versi modifikasi saya. (Pernah) Waktu aku gajian, aku belikan susu. Ternyata susunya salah. Tak sesuai dengan kategori usianya. Sok tahu, sih!

Kalau hanya berdua, terus dia mau BAB, itu menyebalkan! Kan mesti dicebokin. Aku menggerutu, "Jijik, Amit-amit! Aku belum siap punya anak, apalagi harus menyentuh kotorannya." Lalu dia berujar, "Terima kasih ya, Lik." Hatiku pun luluh, tersentuh nian. Ucapan terima kasih dari seorang balita polos lebih berharga dibanding ucapan dari orang dewasa, yang terkadang hanya basa-basi dan tak ikhlas. Imbalannya, aku persembahkan tembang cantik milik biduan terseksi, Julia Perez. Kami pun bersenandung dan bergoyang bersama. "Semua orang, pasti suka belah duren/Apalagi malam pengantin/ Sampai pagi pun, yo wis ben." Ci ye...malam pengantinnya Mas Riza dan istrinya yang bahenol, Nyonya Ima Azmi. Tempat tidur sampai ambruk, tuh. Tak apa ambruk, asalkan bahtera rumah tangganya awet sampai jompo, bahkan hingga mati. Amin. Maaf Mas Riza, aku tak bisa datang ke resepsinya. Aku sedang kerja di Selandia, selatan Gondangdia.

"Lik, cerita-cerita dong!" Jawabku, "Ini bukan Kompas. Ini Republika. Nanti hari Minggu." Saya sering mendongengkan cerita dari Kompas Anak untuknya. Kalau mau minum, pakai baju, ambil mainan, buang sampah, dan kencing, maka kusuruh mandiri. Dia susah kalau mandi. Padahal ibunya sudah bicara panjang x lebar= "Mandi Mel! Bla-bla-bla." Tetap saja tak mau. Cukup satu kata dariku, "Mandi!" Langsung dia mandi. Anak-anak tak suka jika kita bicara bertele-tele alias cerewet. Apalagi jika kita seorang bapak, bapak yang cerewet, hilang wibawa kebapakannya. Lagipula seorang ayah tak layak jika cerewet.

Bapaknya Melisa, masih muda banget. Sebaya dengan saya. Waktu masih putih abu-abu, kami bolos bareng, main PS, lalu ke Blok M. Gemez!! Masih muda, namun sudah punya anak (fresh father). Saking gemasnya, aku tonjok pantatnya. Ternyata pantatnya tepos/kempis. Kalau sudah kawin, pantat kita tepos kali ya? Kan di tiap malam yang dingin, kita "kerja bakti" sama istri/suami. Jadi, lemak di pantatnya terbakar. Bokong gue mah pandat dan montok, sebab badan gue agak sintal.

Huuuuuhh...mendidik anak itu lucu juga, dan menyebalkan pastinya. Karena aku serumah dengan keponakan, maka secara langsung terlibat dalam pengasuhan. Serasa punya momongan, hi-hi-hi-hi. Tinggal kawin, nich! Biayanya? Minta orang tua dan mertua aja. Ah...sontoloyo!!!!!!!!
Q:"Memang mau nikah sama siapa, sih?"
A:"Sama Agnes."
Q:"Monica?"
A:"Bukan, Sumarsih!"
Q:"Lho, Agnes Sumarsih itu kan ibunya Katon Bagaskara?"
A:"Benarkah??? TIDAAAAAAAAAAAKKK!!!! [screaming].

Minggu, 21 Juni 2009

80. Facebook - Menjalin Persatuan dan Kesatuan



Anda punya Facebook (FB)? Bikin dong! Nanti dimarahi Mark Zuckerberg, lho. Saya pernah lihat dia di Swiss, sekitar wilayah Sunter Selatan. Memang ada Sunter Selatan? Setahuku Sunter Ijo. Ini ide saya sejak Januari 2009, dan tidak menjiplak. Yaitu, karena Indonesia penduduknya beragam -bhinneka tunggal ika- maka saya cari identitas mereka masing-masing.

Misal, saya ingin berteman dengan orang-orang NAD, maka saya cari nama-nama: Teuku, Tengku, dan Cut. Daftar tampilan lalu saya tambah. Terserah mereka, mau konfirmasi atau abaikan. Teuku dan Tengku sedang bertengkar pakai rencong. Ternyata mereka rebutan Cut yang sedang nari saman. Alamak, perempuan banyak!

Horas! Dari Aceh terbang ke Sumatera Utara. Eh...ada Bang Ivan Nasution, dia lagi renang di Danua Toba, pakai sempak doang lagi. Itu kan Butet, cantik banget, mirip Novia Kolojengking (ups...Kolopaking!). Terus aku cari yang bermarga Simanjuntak, Simanungkalit, atau yang lainnya. Mereka memakai ulos, tampak anggun.

Aku mengundang urang Sunda. Kang Asep/Acep, dan Kang Deden. Kang Deden malah ngajak dahar. Yah...Kang Deden, wayana (seadanya), tempe deyi, tempe deyi. Siapa tuh yang main angklung? Cecep!

Dan tentu saja, karena aku wong Jowo, maka aku cari: Sudarmanto (nama lengkapku) dan Bambang. Ada Untung tuh, lagi manjat pohon toge. Katanya mau bikin pecel. Dan yang bernama Suparno, hai Mbak Ariyanti, hai Mas Benny, matur nuwon mau jadi koncoku. Hai Bejo,daripada bengong jorok mending gabung di FB.

Ke pulau Bali, yuk! Ingat penyanyi Maribeth, Denpasar Moon. Ke Bali naik apa ya? Naik getek aja, deh. Mau cari Ketut dan Wayan, tapi Mbak Ni Made gak mau 'confirm'. Mungkin dia lagi sembahyang di pura.

Cari nama-nama pasaran khas Indonesia -nama gue juga pasaran- ada Rudi nih, Rudi Khaerudin. Asyik...pasti dia bisa masakin aku jengkol balado. Rudi juru masak? Ada Erna lagi BEOL, belanja online di pernikmuslim.com.Tuti, Agus, Agung, Wahyu, Ratna,dan Budi, mereka sedang main petak umpet. Juga yang namanya FX, nama yang unik. Dan si cantik Dyah.

Cari marga di Sulawesi, tapi jarang yang 'confirm'. Cuma Aldo Turangan yang 'confirm'.

Dan perlu diingat. Yang saya tulis di atas, sifatnya tidak baku, bisa dimentahkan. Misal, namanya saja Ketut (ih bau,itu kentut!), tapi belum tentu mereka tingal di Bali. Semua orang merantau ke Jakarta. Bukan metropolitan lagi, tapi METRO-POLUTAN. Atau bahkan namanya saja Butet padahal dia orang Jawa. Contoh, Butet Kertaredjasa. Lagipula, Butet kan nama perempuan. Hi-hi-hi-hi

Ok, ikutin dong cara saya. Seperti slogan TVRI: Menjalin Persatuan dan Kesatuan. Atau jangan-jangan, Anda yang terlebih dulu punya ide ini. Duh Gusti, aku telat.

Yang merasa namanya disebutkan, lalu tersinggung dan marah. Mohon maaf. Cuma bercanda. Ada tuh yang marah, terus gue dipecat dari FB-nya. Padahal gue cuma bercanda. Bukankah bikin akun FB sama dengan bergaul. Dan jika bergaul, 90%-nya adalah bercanda -kadang candaannya cenderung menyakitkan. Mungkin dia (agak) kuper.

Eh...eh...koq gitu sih? Lho koq marah. Jangan gitu kawan. Jangan gitu kawan.

Sabtu, 13 Juni 2009

79. Mengintip Buku Harianku


1. Dipo nembak Lisi

Gue dengar hal ini dari Andriansyah, kalau Lisi "jadian" sama Dipo. Tadinya gue gak percaya, lalu waktu UH (Ulangan Harian), Taufiq nyeletuk, "Dipo ngelamun!" kepada Lisi. Emang ini bukan urusan gue, baru deh gue 98 % percaya.

Diary berjudul "the recall". Tanggal 15 Agustus 2001

2. Dicukur

Oboh misbah , dia memanggilku, memperingatkanku agar memotong rambut. Jambangku ditarik, aduh sakit, teman-teman pada kabur.
Lagi bercanda-canda di kelas, dia datang lagi, bawa gunting, kepalaku dijitak, aduh sakit lagi, dan rambutku dicukur acak-acakan. Malam ini baru aja ke salon, botak nih, mas pencukurnya bilang, "dicukur guru ya?"

Diary berjudul "18 mm square" . Tanggal 19 Juli 2005

3. Dicukur (2)

Rambut gondrong nih, kena hukuman nih, berdiri di lapangan ditonton semua orang ( lagi upacara). Udah pengen lolos tuh, eh malah ketahuan Sugeng, digampar pipi gue. Akhirnya rambut gue dicukur lagi.

Diary "the favourite cinemas" . Tanggal 17 April 2006

4. Kursi Roda

Hari ini melihat sepasang anak SMA laki-laki di Jalan Proklamasi.

Yang salah satunya menggunakan kursi roda, mungkin cacat.

Satu lainnya mendorong dengan kasih sayang. Terharu. Sedangkan aku masih saja sering bolos dan telat.


Diary "Jenny has gone". Tanggal 26 September 2005

5. Dikejar Anjing

Berangkat ke sekolah dicegat oleh anjing kecil. Si Angga ketakutan, dia lari duluan. Anjing tidak mengejarnya. Aku teriak ke dia, " Pengecut Lu! "


Dengan sok berani aku tetap berjalan, tapi anjingnya memandang sinis padaku. Giliran aku yang berlari, si anjing malah mengejarku. Aku berlari sekitar 30 M.


Kejadiannya di taman, depan rumah pak RT.


Diary "Jenny has gone". Tanggal 26 September 2005

6. Ke Gramedia Melawai

Gue ke warnet 1 jam (Rp. 4000), bikin Email baru: sansanwawa_yes@yahoo.com. Kirim Email ke Aldo, penyiar Female Radio--sebelumnya siaran di Prambors FM--yang movie freak itu.

Sign in to Yahoo! Messenger. Send a text message (Yahoo! Mobile) ke HP-nya Iqbal (XL), terus besoknya berhasil. Yes!

Diary "the favourite cinemas". Tanggal 3 Mei 2006

7. Nomat

Besok mau nomat, neh! Hari Senin di Megaria 21. Film "Brokeback Mountain", janji sunyi di gunung punggung patah.
The best song in Golden globe, the best adapted screenplay in Academy Awards, and the best director in Academy Awards (Ang Lee). What else?
HTM nomat Rp.12500,-

Diary "the favourite cinemas". Tanggal 12 Maret 2006

8. KDRT

Tadi gue kesel banget! Kakak gue, dia tiba-tiba menghilang. Sudah 2,5 jam gak nongol-nongol. Mana di rumah lagi sepi, gak ada siapa-siapa.

Pas dia pulang, gue tanya, "Dari mana lu?" Alasannya, "Dari main." Gue tahu deh, dia itu "pacaran" sama lelaki beristri. Gila!

Gue marah besar. Lalu gue ambil sapu lidi, dan gue pukul ke dia berkali-kali. Dia teriak histeris, hingga semua tetangga mendekat. Malah gue juga berantem sama tetangga. Parfum & losion (milik kakak), gue buang semua isinya. Dia janji gak mengulangi lagi. Insya Allah.

Menyesal juga melakukan KDRT. Habis dilembutin gak mau, maunya dikerasin.

Diary "abuwaswas". Tanggal 3 Juni 2009

Kamis, 21 Mei 2009

78. Cantengan


Jempol kakiku cantengan, aduh! Ibu jarinya, bapake neng ndi? (Bapaknya mana?) Mboke tok! (Ibunya doang!)

Aku cantengan sejak umur 13. Waktu itu belum bisa merawat kebersihan kaki.Masih main di got, di kali, apalagi kalau banjir, senang banget! Aku pernah renang di lokasi banjir, dan dilecehkan oleh mas-mas. Dia menunjukkan penisnya ke saya (I was kid), saya terkejut dan berteriak dalam hati, "Wow! 'Sosis jumbo'. Berbiji, berbulu, berbatang, seperti jagung.And I was so shock.

Gara-garanya, aku makai sepatu yang sudah sempit, jarinya kejepit sepatu, dan cantengan dech. Soalnya aku ora duwe duit (I don't have enough money), duite angel (uangnya susah). Dadine aku ora iso tuku sepatu sing anyar (so i can't buy a new shoe).

Karena cantengan, pas olahraga, aku ora iso melayu (i can't run), isone melaku alon-alon ( i just can walk slowly). Dadine pontenku elek (my score is bad). Kalau malam, jempolnya diolesin minyak bawang yang panas sama mboke.

Lalu, aku bisa beli sepatu baru. Horeeeee!!! Tapi kesenanganku cuma sebentar. Sepatuku robek, sebab di setrap-suruh push up- hanya karena satu kelas tak bisa jawab pelajaran 'english'. Tapi yang bikin atiku loro (hurt) adalah, kenapa cuma aku yang push up? Sepatu larang-larang dadi rusak (sepatu mahal-mahal jadi rusak).

Saiki sikilku masih cantengan (kini kakiku masih cantengan), jempolnya. Yang dulu sudah sembuh, tapi kumat lagi. Kalau kotorannya aku ambil pakai potongan kuku, terus aku cium, "Ya Gusti, mambune uenak tenan (OMG, it's delicious smell)." Terkadang aku gak rela kalau cantenganku sembuh, nanti baunya hilang.Hi-hi-hi-hi.

Kamu pernah cium ketek sendiri? Baunya sedap, kan? Ketekku sedep banget, menggairahkan lawan jenis. Tapi kalau pakai Rexona, malah baunya kurang menyenangkan. Aku punya tetangga, dia (male) itu keteknya bau banget. Dahulu Jusuf, sekarang Kalla, maksudnya pada suatu kala, aku sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba tercium bau badan yang menyengat, hatiku bergumam, "Mambune sopo iki? (baunya siapa nih?). Saat itu jalanan sepi, eh sekonyong-konyong dia datang dari ujung gang. Orangnya belum ada, baunya sudah muncul. PARAH!

Minggu, 10 Mei 2009

77. Besarnya Kasih Sayang Rasulullah terhadap Umatnya (part 2)


Kali pertama saya membaca artikel ini, mata saya bekaca-kaca dan tumpahlah air mata. Betapa dahsyat cintanya Rasulullah terhadap umatnya, sedangkan kita? Sudahkah kita (termasuk saya) mencintainya? Implementasinya?

Dalam kitab "Syaraf Ummat Muhammadiyah" karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Hasani, dijelaskan bahwa nanti di padang mahsyar, semua manusia akan mendatangi Rasulullah. Lalu mereka bertanya, "Ya Rasulullah! Kamu adalah utusan Allah, kamu adalah penutup para nabi. Kamu telah diberi ampunan oleh Allah, oleh karena itu tolong kami kepada Tuhanmu, tidaklah kamu saksikan keadaan kami sudah sangat menderita ini . Kemudian Rasulullah menjelaskan dalam sabdanya, "Lalu Aku (Rasul) segera berlalu menuju ke bawah Arasy dan langsung bersujud terhadap Allah SWT. Lalu Allah berfirman kepadaku, "Ya Muhammad! Angkatlah kepalamu, mintalah pasti diberi, berilah syafaat pasti diizinkan." Lalu aku mengangkat kepalaku dan berkata, "Umatku ya Allah! Umatku ya Allah! Umatku ya Allah!"

Masih dalam kitab yang sama pada halaman 234, ada sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas Ra yang menjelaskan bahwa nabi Muhammad bersabda yang artinya, "Semua para nabi kelak di hari kiamat akan didudukkan di mimbar mereka masing-masing yang terbuat dari cahaya dan semua nabi menduduki mimbar mereka, kecuali aku yang tidak mendudukinya , aku berdiri di hadapan Allah karena perasaan takut, aku akan dibawa ke surga sementara umatku aku tinggalkan. Lalu aku berkata kepada Allah, "Ya Allah umatku, ya Allah umatku." Lalu Allah berfirman, "Ya Muhammad, apa yang akan Aku lakukan kepada umatmu?" Lalu aku (Rasulullah) berkata, "Ya Allah, percepatlah hisab umatku." Maka setelah itu umat nabi Muhammad segera dipanggil untuk dihisab. Di antara mereka ada yang masuk surga dengan rahmat Allah. Di antara mereka ada yang masuk surga karena syafaatku (Rasulullah). Lalu beliau melanjutkan ucapannya dengan berkata, "Aku terus memberikan syafaatku kepada umatku, sampai-sampai aku diberikan daftar nama-nama umatku yang mereka sudah digiring menuju neraka, hingga malaikat Malik penjaga pintu neraka berkata kepadaku, "Ya Rasulullah! Nampaknya kamu tidak akan memberikan (membiarkan) umatmu untuk mendapatkan azab Allah SWT.

Sementara dalam hadits riwayat sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra, dijelaskan bahwa Rasullah bersabda, yang artinya, "Aku akan memeberikan syafaat kepada umatku hingga aku dipanggil dan ditanya oleh Allah dengan pertanyaan, "Ya Muhammad! Apakah kamu sudah puas dan ridho?" Lalu aku menjawab, "Ya, aku sudah puas dan ridho, ya Allah."

Lalu Syeikh Abu Laits Assamarqandi dalam kitabnya "Tambihul Ghafilin" pada halaman 17, mengutip sebuah hadits yang menceritakan bahwa nanti di hari kiamat ketika Allah telah menghidupkan kembali malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Lalu ketiganya diperintahkan oleh Allah untuk segera turun ke kuburan Nabi Muhammad.

Ketiganya sambil membawa buraq dan perhiasan-perhiasan surga. Dan ketika mereka telah sampai di lokasi yang menjadi makam Rasullah , maka terbelahlah kuburan itu, lalu keluarlah beliau dari dalam kuburnya sambil melihat ke arah Jibril dan langung bertanya, "Ya Jibril, hari apa ini?" Jibril menjawab, "Ini adalah hari kiamat, ini adalah hari yang hak, hari yang sangat menakutkan." Setelah mendengar jawaban dari Jibril , maka Nabi Muhammad SAW bertanya lagi kepada malaikat Jibril, "Ya Jibril! Lalu apa yang telah diperbuat Allah SWT terhadap umatku?"

Subhanallah! Sungguh betapa amat besar kasih sayang dan perhatian nabi kita Muhammad kepada kita, umatnya. Beliau adalah orang yang pertama dibangkitkan dari alam kubur. Beliau baru saja bangkit dari alam kubur, namun beliau langsung bertanya kepada Jibril tentang keadaan kita kaum muslimin yang menjadi umatnya.

Anda (minimal) berkaca-kaca ?

Part 1-nya nomor 73

Jumat, 01 Mei 2009

76. ah ah ah


aku melihat Bu Lurah
hanya pakai tank top karena gerah
ukuran dadanya mirip Mariah (Carey)
nafsuku makin bergairah

aku hanya pasrah
ketika dia menyerahkan 'durennya' untuk dibelah
dia pun mendesah-desah
hari ini hari yang sangat indah
aku merasa jadi pria paling gagah
sekaligus pria paling murah (-an)

sekonyong-konyong datang Pak Lurah
kami berdua tertangkap basah
tentu Pak Lurah amat marah
hingga dia memotong 'burungku' sampai patah
maka tubuhku pun berlumuran darah

aku teriak, bangun dengan nafas terengah-engah
ternyata semuanya hanya mimpi, mimpi basah
jadinya aku tak shalat subuh berjemaah
sebab mentari sudah cerah
aku merasa berdosa dan bersalah
untung Allah itu Maha Pengampun dan Pemurah

pantunnya sampai di sini sajalah
karena badanku sudah lelah
seharian beraktivitas di luar rumah
semoga pantunku tak membuat Anda muntah

Rabu, 22 April 2009

75. Kuntilanak Telanjang


Kakakku bercerita, bahwa tukang bakwan malang langganannya ketemu kuntilanak di pemakaman Tanah Kusir, Senin (16/9 2009), pukul 10 malam.

Kakak (k) dan saya (s) memulai pembicaraan hari Selasa siang.

K :"Eh, si David (bukan nama sebenarnya) ketemu kuntilanak di Tanah Kusir."
S :"Masa? Di mananya?"
K :"Di belakang komplek makam Bung Hatta, di antara jalur rel kereta api.Dia telanjang, bo!"
S :"Telanjang? Biasanya pake gaun putih, apa jangan-jangan gaunnya dilaundry? Dia langsung menakuti-nakuti?"
K :"Langsung, dan ketawa-tawa."
S :"Ih, tanpa basa-basi. Harusnya dia menyamar dulu jadi manusia, dan pura-pura mesan sepuluh mangkuk. Kan mirip hantu di film Suzana."
K :"Si David langsung terbirit-birit."
S :"Pasti terbirit-birit sampai terkentut-kentut. Mungkin aja kuntilanaknya lapar, dan mau bakwannya. Dia dagangannya laris gak?"
K :"Nggak lah!"

Percakapan berlanjut hari Rabu, inti dialognya yaitu, si David ternyata dagangannya laris. Hanya dua jam langsung habis! Dan hal yang sama terulang lagi hari Kamis, yaitu dagangannya laris.
Benar kan! Apa kataku, pasti dapat hoki. Begitulah kalau "orang kecil" mengais rezeki, bersusah payah sampai bertemu makhluk halus. Demi anak istri dan masa depan.
Bukankah kita wajib bersyukur pada Tuhan, atas apa yang Dia berikan pada kita. Meskipun kita sering lupa pada-Nya, toh Dia tak pernah lupa pada kita.

Dari Catatan Harian Non Digital

Rabu, 15 April 2009

74. Kemuliaan & Keagungan Sholawat atas Nabi Muhammad (part 3)


Kisah fakta seputar sholawat

Pertama, kisah ini dinukil dari kitab Ratibul Haddad karya Habib Alwi bin Ahmad bin Hasan Al Haddad, disebutkan pada zaman dahulu ada seorang shaleh bernama Abu Hafas Al Kagidi. Setelah beliau meninggal, ada orang yang bermimpi bertemu dengannya . Dalam mimpi itu lalu Abu Hafas ditanya, "Apa yang diperbuat Allah SWT terhadap dirimu?" Beliau pun menjawab, "Allah telah merahmatiku, mengampuniku, dan memasukkan aku ke dalam surga-Nya."

Lalu beliau ditanya lagi, "Dengan sebab apa Allah memberimu semua kemuliaan ini?" Beliau menjawab, "Saat Allah menghentikan aku di hadapan-Nya dan Ia memerintahkan malaikat untuk segera menghisabku. Lalu malaikat segera menghisab dosa-dosaku dan sholawatku terhadap Nabi Muhammad. Dan ternyata, sholawatku lebih banyak daripada dosa-dosaku. Kemudian Allah berfirman kepada malaikat yang tengah menghisabku, 'wahai malaikat! Sudah cukup! Hentikan segera hisabnya dan bawa dia ke surgaku!"

Kedua, adalah Muhammad bin Sa'ad, yang setiap malam menjelang berbaring, beliau selalu bersholawat dalam jumlah yang sudah beliau tentukan sendiri. Pada suatu malam saat beliau telah menyelesaikan wirid dan bacaan sholawatnya itu, beliau pun didera kantuk yang amat sangat. Dan akhirnya beliau pun tertidur di kamarnya bersama seorang rekannya . Namun, tiba-tiba dalam tidurnya beliau bermimpi, bahwa Rasulullah mendatangi dirinya masuk ke dalam kamarnya, hingga di kamar tersebut beliau hanya berdua bersama Rasulullah.

Dan ketika Rasulullah masuk ke dalam kamarnya, sontak ruangan itu penuh dengan cahaya yang terang benderang. Lalu beliau melihat Rasulullah semakin mendekat kepadanya. Setelah Rasulullah semakin dekat kepadanya, Rasulullah pun bersabda, "Kemarikan mulutmu yang sering dan senang membaca sholawat terhadapku, karena aku ingin menciumnya."

Mendengar permintaan Rasullah itu, beliau merasa sangat malu bila sampai Rasulullah mencium mulutnya. Akhirnya beliau memalingkan wajahnya karena saking malunya dengan Rasulullah. Dan akhirnya pipinyalah yang dicium oleh mulut suci dan mulia Rasulullah.

Saat Rasulullah mencium pipinya, Muhammad bin Sa'ad sangat terkejut dan hampir pingsan, saking senang dan gembiranya sampai beliau pun terbangun dari mimpinya. Lantas rekannya yang terbaring di sisinya ikut terbangun juga. Dan ternyata di rumah itu keduanya mencium semerbak wangi minyak misik yang sangat harum dari Rasulullah.

Selidik punya selidik, ternyata semerbak wangi minyak misik itu bersumber dari pipinya Muhammad bin Sa'ad yang dicium oleh Nabi Muhammad dalam mimpinya tadi. Bahkan wanginya terus tercium dan tidak hilang selama delapan hari.

Artikel tentang sholawat akan tamat di part 5.
sebelumnya, part 1 no.67 dan part 2 no.69

Jumat, 27 Maret 2009

73. Besarnya Kasih Sayang Rasulullah terhadap Umatnya (part 1)



Kala kita ajukan pertanyaan kepada umat Islam yang hidup dewasa ini dengan sebuah pertanyaan: Siapakah manusia yang paling besar kasih sayangnya terhadap Anda? Kemungkinan besar kita akan mendapati jawabannya adalah istri atau suami saya, atau anak saya, atau pacar saya, atau yang lainnya. Padahal jawaban itu salah besar! Karena yang benar adalah Nabi kita Muhammad SAW. (oleh : Hambali Aselih, S.Ag)

Ironisnya, hanya sebagian kecil umat Islam yang menjawab demikian, serta meyakininya. Besarnya kasih sayang dan kepedulian Rasulullah SAW terhadap umatnya sudah sangat tidak terbatas, baik di dunia maupun di akhirat. Baik di masa beliau masih di dunia ini, maupun beliau sudah meninggalkan dunia ini. Mulai edisi kali ini, abuwaswas akan memaparkan ayat-ayat atau hadits ataupun fakta-fakta sejarah tentang besarnya perhatian dan kasih sayang Rasulullah terhadap umatnya.

Pertama, dikisahkan oleh Assayid Al Muhaddis Muhammad Maliki Al Hasani dalam kitabnya Syaraf Ummat Muhammadiyah pada halaman 147 menyebutkan, bahwa ketika Rasulullah SAW melaksanakan haji Wada' tepatnya pada Jumat sore di Padang Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Muhammad memohonkan doa kepada Allah untuk seluruh umatnya agar Allah mengampuni segala dosa-dosa yang dilakukan umatnya. Sore itu pula Allah langsung menjawab permohonan Rasulullah dengan mengatakan, "Sesungguhnya Aku (Allah) telah mengampuni dosa-dosa umatmu selain mereka yang berbuat zalim, karena Aku akan mengazab mereka yang berbuat zalim, seukuran perbuatan zalim mereka terhadap sesama."

ketika Rasulullah mendengar jawaban ini, yang intinya bila umatnya berbuat zalim terhadap sesama , maka Allah tidak berkenan mengampuninya. Rasulullah langsung memanjatkan doa kembali agar umatnya yang berbuat zalim pun diampuni, dengan berkata: "Ya Allah, Ya Rabb, bila Engkau menghendaki, Engkau dapat saja memberikan kebaikan kepada mereka yang dizalimi, sebagai ganti dari mereka yang berbuat zalim, lalu setelah itu Engkau mengampuni mereka yang berbuat zalim." Demikian munajat beliau untuk yang kedua kalinya pada Jumat sore di Arafah itu. Namun, sore itu Allah SWT tidak menjawab permohonan ampun Rasulullah untuk umatnya yang berbuat zalim.

Keesokan pagi tanggal 10 Dzulhijjah, saat Rasulullah sudah berada di Muzdalifah, beliau kembali mengulang permintaannya untuk yang ketiga kalinya, agar umatnya yang berbuat zalim pun ikut diampuni. Dan pagi itu di Muzdalifah, apa yang diminta Rasulullah semua dikabulkan oleh Allah SWT. Dan setelah mengetahui hal tersebut, beliau tampak tersenyum. Dalam riwayat lain pun dikatakan sampai tertawa. Hingga Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar bin Khattab Ra bertanya kepada Rasul, "Ya Rasul, apakah yang menyebabkan engkau tertawa?" Lalu beliau menjawab, "Iblis laknatullah (dikutuk Allah) manakala mengetahui bahwa permohonan ampunku untuk umatku yang berbuat zalim diterima Allah, ia (iblis) sangat menyesal dan kecewa, hingga ia menaburkan abu di kepalanya, hingga aku (rasul) tertawa melihat kelakuan itu."

Dari rangkaian kisah di atas, kita dapat menyaksikan sungguh betapa besarnya kasih sayang Rasullah terhadap kita, umatnya. Beliau mengulang kembali permohonan untuk yang ketiga kalinya bagi umatnya yang berbuat zalim. Manakala Allha tidak berkenan mengampuninya hingga akhirnya Allah SWT berkenan mengampuni umatnya yang zalim. Ampunan yang diberikan Allah untuk kaum muslimin yang berbuat zalim ini semua semata-mata karena besarnya kasih sayang Rasulullah terhadap umatnya yang sudah begitu banyak berbuat zalim. Jazaullahu sayyidina Muhammadan anna khiron. Jazaaullahu sayyidina Muhammadan annama huwa ahluh.

Kedua, bukti tentang betapa besarnya perhatian dan kasih sayang Rasulullah SAW terhadap umatnya dapat dilihat kembali pada saat malaikat Jibril menyampaikan wahyu yang tertera dalam surat Adduha ayat 5, yang artinya: "Dan kelak Tuhanmu pasti membrikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas."

Lalu dijelaskan oleh tafsir Showi pada juz 4 halaman 227, bahwa ketika Rasulullah mendengar ayat ini disampaikan, beliau langsung berucap yang artinya, "Bila demikian aku (Nabi Muhammad) tidak akan ridho bila masih ada umtaku yang masuk neraka walaupun hanya satu orang saja."

BERSAMBUNG

Artikel mengenai sholawat masih akan berlanjut nanti ke edisi (part) 3

Jumat, 20 Maret 2009

72. kacang mede



Steven sedang bertamu di rumah seorang nenek yang ompong. Di ruang tamu, Steven melihat seonggok kacang mede di meja. Steven bertanya,"Nek, saya minta kacangnya!" Si nenek menjawab,"Makan aja, bo!"

Setelah menghabisinya, dia berkomentar,"Kok, Nenek punya kacang mede, memangnya bisa mengunyahnya?" Nenek menimpali,"Saya nggak makan kacangnya, kacangnya dikumpulin di stoples setelah saya emit-emut coklatnya."

WUUEEK!!!!! Steven muntah.

Minggu, 15 Maret 2009

71. diare


BAB mulu nich! a.k.a boker. Gara-gara makan batagor di "pasar kedip", maksudnya pasar pagi di dekat rumah. Pasar dadakan/sementara yang hanya menjual sayur-mayur dan makanan mentah.

Soalnya aku lihat ada tukang batagor yang laris banget, makanya aku beli. 2000 rupiah dapet lho, banyak! Eh, aku malah mules-mules, ee terus jadinya. Atau karena aku minum honey marquisa juice dari UFO? Nggak ah, minuman itu bagus kok. "Minuman Para Raja", itu yang tertulis di label botolnya.

Tapi sekarang aku sudah mendingan. Obatnya adalah segelas teh hijau tanpa gula (teh pahit), manjur banget. Padahal sebelumnya aku juga udah diare. Makan kentang yang pedas banget, dari resepsi pernikahannya mas Rian Hidayatullah, Amd. Amd? ABRI Masuk Desa?!

Sabtu, 07 Maret 2009

70. Rasa sayang-sayang nge


Saya (21) pria ganteng dan perjaka (perayu janda kaya). Saya masih punya dua orangtua, lengkap, alhamdulillah. Tapi saya belum bisa membalas mereka. Ingin sekali membalasnya, kalau saya berdoa pasti minta diberikan panjang umur dan limpahan rezeki untuk sedikit membahagiakan mereka. Amin.

Tentang ibuku (44), aku dan dia persis teman sebaya. Tata bicaranya "elu elu,gue gue". Kalau saya minta sesuatu malah menyuruh dia , misal saya minta pecel ayam atau gorengan atau bubur kacang hijau. Kecuali untuk barang-barang yang namanya rumit.

Bicara seks pun terkesan vulgar, misal dia sebal kalau diajak "tidur" sama bapak. Aku pernah tanya ke dia, "ma, pernah oral sex gak?" Dia langsung menjawab, "ih amit-amit." Juga kalau BAB tengah malam, sering saya takut-takuti. Saya bilang begini, "kowe ngising sue tenan, saiki wis bengi ngko ono medi." Lalu saya meniru-nirukan suara kuntilanak dan dia merengek-rengek sok manja, "ah jangan nakutin!"

Tentang bapak (54), dia tipe bapak yang galak. Marahnya besar. Tata bicaranya juga "elu elu, gue gue". Terkadang kalau dia pulang suka bawa makanan, misal nasi panjang (bukan longrice tapi longtong), roti-roti yang enak, patel ma'cik dll. Meskipun makanannya hanya sepotong tapi dibawa pulang, jadi terharu. Padahal kalau aku punya makanan gak pernah kasih ke mereka, maafkanlah diriku.

Menurutku bapak itu bukan tipe pria seperti "om om genit" yang "barangnya" kecil, tapi nafsunya selangit. Istilahnya, selingkuhan "keringetan", tapi istri kedinginan. Syukurlah, saya punya contoh bapak yang terhormat. Jadilah pria yang terhormat, yaitu menghormati kaum wanita. Karena suatu saat kita akan mendapatkan "kehormatannya", asyik! Sudah ya, capek nich!

Sabtu, 28 Februari 2009

69.Kemuliaan & keagungan Sholawat atas Nabi Muhammad (part 2)


Saya melanjutkan kupasan dari keutamaan ibadah sholawat yang berikutnya yakni kedelapan;
Sayyid Abdul Wahab Asy-Sya'rani RA di dalam kitab terjemahan Sayyid Abil Mawahib Asy Syazali bertutur sebagai berikut: "Aku bermimpi bertemu dengan penghulu alam semesta nabi Muhammad SAW. Aku pun bertanya kepadanya,"Ya Rasulullah! sholawat Allah diberikan kepda orang yang bersholawat 1 kali kepadamu, apakah hal ini berlaku hanya bagi orang yang hatinya hadir (khusyu) ?".
Rasulullah menjawab,"Tidak! ganjaran itu diberikan kepada orang yang bersholawat walaupun hatinya lalai. Dan Allah mengutus kepada orang tersebut malaikat sebanyak jumlah gunung yang mendoakan dan memohonkan ampun baginya, sedangkan bila ia bersholawat dengan hati yang hadir maka tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah SWT.

Kesembilan, Sayyid Addabbas RA pernah ditanya orang, mengapa surga menjadi bertambah luas dengan adanya pembacaan sholawat atas nabi Muhammad, bukan dengan bertasbih atau berzikir yang lain?. Lalu beliau menjawab dengan mengatakan bahwa surga diciptakan dari nur nabi Muhammad SAW dan surga selalu rindu kepada nabi Muhammad SAW. Sebagaimana rindunya seorang anak kepada bapaknya, karena itu bila surga mendengar nama nabi Muhammad disebut, maka ia akan senang dan gembira. Dan itu pula yang menyebabkan surga senang dan gembira sekali bila nabi Muhammad SAW beserta umatnya kelak nanti memasuki surga.

Kesepuluh, bila ada sebuah pertanyaan mana yang lebih utama antara sholawat terhadap nabi kita Muhammad SAW atau sedekah fardhu?. Jawabannya adalah sholawat lebih utama daripada sedekah fardhu dengan alasan bahwa sholawat adalah dilakukan sendiri oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya serta diperintahkan pula kepada orang-orang yang beriman.

Kesebelas, membaca sholawat terhadap Rasulullah pada tempat-tempat yang sudah ada nashnya agar dibaca sholawat di tempat tersebut adalah lebih utama dari membaca Al Qur'an. Sedangkan pada tempat-tempat lainnya membaca Al Qur'an lebih utama. Seyogyanya orang yang beriman membaca Al Qur'an maupun memeperbanyak sholawat.
Sementara Imam Ibnu Hajar RA, berkomentar bahwa baca Al Qur'an tidak tertentu dengan tempat dan waktu. Sementara yang ditentukan dengan nash walau dhoif adalah lebih utama karena adanya nash tersebut.

Keduabelas, bila orang yang fasik (durhaka) sebaiknya ia memperbanyak bacaan sholawat terhadap nabi Muhammad SAW daripada ia membaca Al Qur'an. Karena bacaan sholawatnya dapat memberikan syafaat terhadap dirinya yang fasik hingga diampuni dosa-dosanya.
Lalu diridhoi oleh Allah SWT dan akhirnya ia masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung di akhirat kelak. Lain halnya dengan membaca Al Qur'an, walaupun ia lebih utama dari sholawat, namun membaca Al Qur'an merupakan tempat yang sangat dekat dengan Allah SWT dan sangat tidak layak tempat ini ditempati oleh orang yang fasik. Sebab orang fasik adalah layaknya mendapatkan pengusiran dari tempat mulia ini. Lalu bagaimana orang fasik akan mendapatkan ganjaran pahala dari bacaan Al Qur'an?. Sebaiknya bertaubat dahulu.

Ketigabelas, ada seorang ulama bernama Syeikh Syihab Ramli RA yang ditanya, "mana yang lebih utama antara membaca sholawat dengan istigfar?". Beliau menjawab, "menyibukkan diri dengan membaca sholawat dan salam terhadap nabi kita Muhammad SAW lebih utama daripada memperbanyak istigfar.

Keterangan-keterangan di atas bisa dirujuk pada buku "70 Sholawat Pilihan Riwayat, Manfaat dan Keutamaanya" pada halaman 17-21, karya ustadz Mahmud Samiy.

BERSAMBUNG

Sabtu, 21 Februari 2009

68. Gemar Beramal


Belum lama ini saya ke Dompet Dhuafa (LPM, lembaga Pelayan Masyarakat), sedang ada urusan penting, urusan apa?, mau tahu aja.

Di situ aku melihat banyak ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja yang menunggu di lobby kantor. Banyak sekali, aku jadi trenyuh. Inikah kaum papa yang yang membutuhkan pertolongan?, batinku. Masalahnya ada yang belum bayar SPP, ada yang belum bayar kontrakan 3 bulan, dan sejenisnya.

Setahuku berapapun uang yang mereka butuhkan maka Dompet Dhauafa (DD) hanya memberi Rp 300.000 (syarat & ketentuan berlaku), kecuali untuk Layanan Kesehatan Cuma-cuma DD atau divisi DD lainnya. Karena saya hanya membicarakan LPM, salah satu divisi DD.

Coba kita beranda-andai mengenai berapa dana yang harus dikeluarkan LPM dalam sebulan. Misal satu hari ada 20 kaum papa yang mendapat Rp 300.000, 20 x 300.000= Rp 6.000.000. Lalu 6 juta x 30 hari = Rp 180.000.000. Itu belum termasuk untuk menggaji amil zakat dan biaya operasional.

Presdir Mizan Publishing Haidar Bagir, ketika diwawancarai siaran BBC pernah berkata, kalau dana yang terhimpun oleh badan-badan amal di Indonesia masih sangat sedikit, mengingat populasi muslim di Indonesia yang sangat banyak dan banyak orang mampu di sini. Alasannya bisa karena muslim di sini kurang paham tentang zakat (mereka hanya tahu zakat fitrah), juga mereka kurang percaya pada badan-badan amal, atau bisa saja mereka pelit.

Ayo kita jadi donatur, berinvestasi. Jangan hanya berinvestasi ke saham, deposito, atau unit link.Investasi tak masalah asalkan untungnya juga diinvestasikan kembali ke akhirat. Ingat doa nabi Musa as yang selalu meminta kepada Allah lalu Allah kembali meminta ke Musa. Allah menjawab,"Kau selalu minta bagianmu, sekarang bagin-Ku mana ?". Maksudnya bagian Allah adalah bagian untuk kaum dhuafa.

Jika memang tulisan ini ada kekeliruannya maka mohon maaf dan abuwaswas siap menerima ralat.

Senin, 16 Februari 2009

67. kemuliaan & keagungan Sholawat atas nabi Muhammad (part 1)


Bacaan sholawat:
Allaahumma sholi 'alaa sayyidinaa Muhammad, wa 'aala aali sayyidinaa Muhammad.

Keutamaan sholawat
Sholawat kepada nabi kita Muhammad SAW menjadi ibadah yang sangat agung dan mulia yang didalamnya mengandung banyak fadilah dan keutamaan. Hal ini disebabkan karena ibadah sholawat terkait langsung dengan nabi Muhammad. Di antara keutamaan ibadah sholawat adalah sbb:

Pertama; Al Imam Al Arif Billah Al Habib Abdurrahman Musthofa Alaydrus mengatakan bahwa di akhir zaman yang tidak ada lagi murrabi hingga tidak ada lagi seorang murid yang dapat sampai kepada Allah SWT kecuali dengan memperbayak sholawat kepada nabi kita Muhammad SAW.

Kedua; para ulama sepakat bahwa semua amal ada yang diterima dan ada yang ditolak. Sementara sholawat kepada nabi Muhammmad dipastikan diterima. Hal ini disebabkan karena kemuliaan dan keagungan nabi kita Muhammad SAW. Keterangan ini bisa dirujuk dalam kitab "An Nujum Azzahirah" pada halaman 149 karya Al Habib Al Allamah Zen bin Ibrahim bin Sumait.

Ketiga; sholawat kepada nabi Muhammad adalah menyesuaikan dengan apa yang dikerjakan oleh Allah SWT dan para malaikatnya.

Keempat; satu kali kita bersholawat kepada nabi Muhammad dibalas oleh Allah dengan 10 kali sholawat, 10 derajat, 10 kebaikan, dan dihapuskan 10 keburukan
Kelima; sholawat menjadi penyebab dibawa naiknya doa menuju Allah SWT. Penyebab untuk mendapatkan syafaat. Penyebab diampuni dosa-dosa. Penyebab dicukupkannya apa yang diinginkan hamba. Penyebab dekatnya kita dengan nabi Muhammad.Penyebab dikabulkannya hajat.
Penyebab bersholawatnya Allah dan para malaikat-Nya kepada seorang hamba. Penyebab jawaban nabi bagi siapa saja yang bersholawat dan salam. Penyebab untuk mengingat apa yang telah lupa.

Penyebab untuk menghilangkan kefakiran. penyebab untuk hilangnya sebutan bakhil bagi seorang hamba. Penyebab melimpahnya nur di shirot nanti. penyebab dipujinya hamba baik di langit maupun di bumi.Penyebab berkahnya amal dan umur. Penyebab untuk kontinyunya perasaan cinta kepada nabi Muhammad. penyebab Rasulullah mencintai seorang hamba. Penyebab hidayah dan hidupnya hati.Penyebab nama seorang hamba dikenal dan disebut oleh nabi Muhammad

Keenam; sedekah bagi orang miskin dan pembersih hati.Pemberi kabar gembira pada saat sakaratul maut.Penyelamat bagi semua huru-hara kengerian hari kiamat.Penyebab majlis menjadi baik. Penyebab turunnya rahmat. Penyelamat kaki di atas shirot. Sebagai pembayar hak yang paling minim terhadap Rasulullah SAW. Sebagai tanda syukur terhadap nikmat Allah SWT.
Keterangan poin ketiga hingga keenam dapat dirujuk pada kitab "Abwabul Faros" pada halaman 374-377 karya Al Habib Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani.

Ketujuh; Imam Al Ghazali RA, di dalam kitabnya "Ihya Ulumudin" mengatakan bahwa berlipat gandanya pahala sholawat atas nabi Muhammad karena sholawat itu mengandung banyak kebaikan dengan sebab di dalam sholawat tercakup hal-hal berikut;
1)Pembaharuan iman kepada Allah SWT dan Rasulnya, nabi kita tercinta Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam.
2) Pemuliaan dan pengagungan terhadap nabi kita Muhammad SAW.
3)Menyebut orang-orang sholeh dan menampakkan rasa cinta terhadap mereka.
4) Bersungguh-sungguh dan bertadarru dalam berdoa.
5)Pengakuan bahwa semua urusan berada dalam kekuasaan Allah SWT.

BERSAMBUNG

Sabtu, 14 Februari 2009

66. Bermimpilah


Saya bermimpi menjadi orang yang sukses, menikah dengan Agnes Monica. Sering mimipiin dia nih, sampai mandi basah.
kadang-kadang malas kalo harus shalat subuh.
Saya juga mimpi punya rumah yang lebih bagus dan mewah dari rumah yang sekarang.
Punya mobil CBU, motor Harley, berpoligami, punya 20 rumah untuk disewa ke orang miskin dengan harga yang murah.
Punya UKM untuk membuka lapangan kerja, masuk surga dengan terseok-seok, aku gak mau masuk surga denga cara yang gratis. Dan membalas budi kepada orang tua.
Amin ya Allah

Jumat, 16 Januari 2009

64. andai masjid berbicara


aku adalah masjid
ingin mengungkapkan rasa padamu
dalam bentuk syair elegi yang kusut

di sini tertinggal jejak telapak yang bernoda
terlukis sidik jari di pemutar kran
sisa-sisa kejayaan hari Jumat
hari di mana lambungku kenyang oleh umat manusia
mimbar-mimbar tak membisu lagi

sayang sekali hari ini saat gerhana bulan Muharram
aku kehilangan pamor, tidak populis
aku menjadi gelap terarsir bayangan umbra

semua jemaah kocar-kacir lari terbirit-birit dikejar mimpi dunia
menjauh dan berenang dalam orbit gugusan asteroid
padahal azanku berteriak-teriak bagai kaset bajakan
namun gendang telinga mereka gaduh
berdentang lonceng metropolitan yang bising tanpa interval
dengan irama sumbang dari nafsu liar yang menggonggong dan merengek-rengek minta berzina
musik-musik duniawi seakan menggempur azanku
azan dari corong mulutku yang berkarat

andai aku bisa bicara utuh
aku akan gembira saat Ramadhan tiba
melihat mereka menungging di karpet apek
bibir yang komat-kamit bagai dukun beranak
serta ingus dan air mata mereka yang asin menetes-netes

kau juga sadar bahwa aku kesepian lagi
tak sesemarak konser penyanyi dari seberang Pasifik
tak sepenuh kursi bioskop kelas velvet yang memutar film blockbuster
jumlah jemaahnya pun tak sebanyak bilangan temanmu di Facebook


setelah kau mengunjungiku
kau pergi dengan roda mobilmu yang menggulung aspal retak dan berlubang
aku merana lagi, dan menyanyi di sini
laguku lebih merana dibanding grup musik cengeng yang liriknya penuh keputus-asaan
aku dan grup itu terus saja bernyanyi
dan menggaruk-garuk tanah latreit yang tandus
persis Michael Jackson (video What About Us) yang menggaruk tanah karena merana oleh bumi yang kian krisis

organ-oraganku pun begitu
kusen-kusen jendelaku telah dijadikan persalinan kecoa bunting
daun-daun pintuku yang tak kau sentuh telah bersarang oleh laba-laba berbentuk sarang segi tigabelas

apakah semangat imanmu layu?
selayu bunga monokotil biru yang hendak rontok tersedot gravitasi
ayo bangunlah, kau adalah pasak betonku
yang mampu menguatkanku dan menyelamatkanku
agar Allah tak langsung turun tangan
turun tangan menyelamatkanku dari tsunami akbar di serambi mekah
menyelamatkanku saat gempa bumi di negeri Turki

kunjungilah aku, sebatang teman yang kara dan terlupakan

Kamis, 15 Januari 2009

63. malam sepi



walau malam sepi
tapi aku tidak kesepian
walau malam dingin
aku merasa hangat

Tuhan jauh
tapi kaki-Nya ada di sajadah subuh
burung berkicau cerewet sekali

mereka menyuruhku berubah
aku tak bisa berubah
tapi berubah adalah sebuah kepastian

nanti akan berubah
bersama mentari senja yang jingga
namun ia sudah karam di bibir ufuk