Minggu, 30 Agustus 2009

84. Puasa hari Jumat


Hari Jumat (28/8) lalu libur, nggak ke mana-mana. Libur panjang banget. Paginya bangun jam tiga, sahur, terus shalat subuh. Tidur setengah enam, bangun jam sepuluh. Wah, siap-siap shalat Jumat. Ke masjid jalan kaki, dech. Habis, mobilnya masih di showroom. Sampai di masjid masih sepi. Eh... malah ketemu kawan lama. Kalau bisa sich, jangan sampai ketemu. Soalnya kalau ketemu, kami pasti ngobrol. Kan katanya kalau sudah berwudhu, kita tak boleh banyak cakap.

Kami (Anto & Arsyad) ngomongin hal film. Kalau film yang terakhir gue tonton di cineplex adalah The Dark Knight (seri Batman). Sedikit ceritaku sehabis pulang dari cineplex, ada seorang pria yang minta pertolongan ke saya. Dia -katanya- uangnya hilang, dan tak bisa pulang ke Bekasi. Terus gue kasih Rp 5.000. Eh, beberapa minggu kemudian dibalas oleh Allah SWT sebesar Rp 300.000. Alhamdulillah. Ayo, di bulan spesial ini, kita banyak sedekah. Nggak mau sedekah? Ih...beli koran Republika edisi Jumat, dech. Harganya Rp 2.900. Kalau uang Anda Rp 3.000, jangan minta kembali ah. Dijamin Anda akan termotivasi untuk bersedekah/berzakat/berinfak.

Kembali ke tajuk awal. Dia, Arsyad, nawarin untuk nonton Transformers 2. Sebenarnya gue pengen, tapi malas ah.... Film pertamanya begitu-gitu aja. Hollywood Style. Semenjak The Dark Knight, gue "puasa" nonton di cineplex. Ih...malas bo! Semua film membosankan, kecuali bokep film, he-he-he, bercanda ah. Sssttt...khotib sudah naik. Hmm...seperti biasa, khutbahnya membosankan.

Jumat lalu cuacanya panas. Jalan kaki ke rumah sekira 500 m. Di taman kota malah ada dua sejoli yang memadu kasih. Madu itu kan manis. Lalu, madu apa yang pahit? Katanya sih "dimadu". Sabar...bu! Pacarannya nanti aja lagi, saat buka. Aduh, saking panasnya, gue beli koran Republika, buat memayungi wajahku yang pas-pasan ini. Mana di samping lapak koran ada penjual nasi gule. Ada yang makan pula. Wuuuh, jadi pengen. Godaan puasa, nich. He-he-he-he....

Dari catatan "Blank Paper" yang ditulis hari ini.

Sabtu, 01 Agustus 2009

83. Puasa tapi Tidak Shalat



Marhaban Yaa Ramadhan

Pertanyaan:
Diterimakah ibadah puasa dari orang yang meninggalkan shalat?

Jawaban:
Tidak semestinya seorang Muslim meninggalkan shalat. Ancaman Allah SWT dan Rasul-Nya sangat keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya dan berlaku lalai terhadapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya, "Janji yang ada antara kami dan mereka (orang-orang munafik) adalah shalat. Karena itu, barang siapa meninggalkannya, sungguh ia telah kafir."

Juga agar ia tidak termasuk dalam ancaman Allah pada firmannya, surat Al Baqarah:85, yang artinya, "Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat), dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat."

Persoalan apakah diterima atau ditolak puasa, tidak ada ulama yang berbicara tentangnya, sebab hal itu kita serahkan kepada Allah SWT. Dan kita mengharap kepada Allah SWT agar menerima puasa seluruh orang-orang yang berpuasa.

Hanya saja, orang yang shalat dan berpuasa lebih diharapkan diterima dibanding orang yang berpuasa tanpa melaksanakan shalat. Sedangkan persoalan yang berkaitan dengan sah tidaknya puasa, maka meskipun orang yang meninggalkan shalat mengantarkan dirinya ke dalam bahaya besar, dan Nabi Muhammad SAW menggunakan kata "kafir", dan ia berlaku lalai terhadap agamanya karena ia telah merobohkan tiang agama, maka puasanya tetap sah.

Tidak disyaratkan mendirikan shalat dalam kesahihan puasa. Akan tetapi, meninggalkan shalat termasuk dosa-dosa besar, dan tidak boleh seorang Muslim melakukan hal itu. Siapa saja dari kaum Muslimin yang meninggalkannya, hendaknya ia segera bertaubat kepada Allah SWT. Dan Allah SWT Maha Tinggi dan Maha Mengetahui.