Jumat, 24 Oktober 2008

57. fajar subuh


jika fajar subuh merangkak ke bumi
azan mendesah-desah di kolong langit yang redup
seredup hatiku yang terlumuri dosa
seamis nafsuku yang tertetesi getah ego

bunyi azan yang tidak stereo
memanggilku untuk shalat
lalu aku merangkai doa dengan nada sumbang

tentramlah hatiku yang galau
aku yang lalai pada-Nya
takut akan azab-Nya

saat ini
gulma-gulma semakin liar menggerogoti akar-akar iman penduduk kota ini
akar yang menopang pohon iman
pohon yang akarnya menghujam ke kalbu
batangnya tegak dalam syahadat
buahnya menjutai dalam ihsan