Rabu, 26 Desember 2012

133. Film-film Bioskop yang Kutonton di Tahun 2012 (review)

Bikin catatan ini gak di rumah, mendadak aja, jadi biar aku ingat-ingat film apa aja yg sudah aku tonton di tahun ini. Kalau lagi di rumah ya aku cek karcis-karcis bioskopnya sehingga akurat. Tukang ngumpulin karcis hehehehe... :D



1. Mission Impossible: Ghost Protocol.

Film keempat franchise MI ini sebetulnya rilis akhir 2011. Aku baru nonton pas tahun baru 2012. Waktu itu sebetulnya aku mau nonton Spy Kid 3D tapi di bioskop itu lagi gak ada. Tanpa perencanaan--biasa kalo mau nonton harus direncanakan--mending milih MI. Ternyata filmnya bagus. Ada sense humornya, khususnya gaya komikal Simon Pigg. Aksinya keren lah (Hollywood abiz). Alur ceritanya aku gak ngerti. Intinya agen Ethan (Tom Cruise) dan ketiga temannya berjuang menghalau musuh yg punya kode peluncuran nuklir. Gambarnya indah. Syutingnya di Russia dengan Istana Kremlin yang aduhai kayak negeri dongeng. Di Finlandia. Di Dubai dengan kemegahan gedung Burj Khalifa-nya. Di India dengan khas Bollywood-nya. Kapan ya syuting di Kebayoran Lama hahahah. Lebih keren daripada MI 1 dan 2. Yang ketiga aku gak nonton. Aku kasih 3 dari 5.



2. The Avengers

Film yg heboh di tahun ini. Ada beberapa superhero tergabung dalam proyek SHIELD dengan nama Avengers: Captain America, Black Widow, Iron Man, Hulk, Hawkeye, ada lagi? Banyak yg review kalo filmnya keren. Menurutku jempol ke bawah. Kenapa? Musuhnya cupuk dan cemen tapi jagoannya banyak. Musuh yg bikin aku bergidik saat nonton superhero ya Bane (The Dark Knight Rises). Di Avengers ada Loki dan beberapa alien yang bikin saya ketawa. Gak usah ditinjau ulang. Aku kasih 2 dari 5.



3. Soegija

Satu-satunya film Indonesia yg aku tonton di layar lebar. Nangis. Terharu. Gambarnya indah, maksudnya sinematografi. Aksinya kurang. Yaiyalah itu film drama perang bukan aksi. Bomnya kurang banyak *pencinta bom. Musiknya bagus abiz (peluk Pakde Djaduk Ferianto). Aku suka banget lagu Zandvoort Aan De Zee. Dari judul lagunya sudah bisa ditebak, memang lagu ini berbahasa Belanda karya Lois Davids ini mirip dengan lagu “Tanjung Perak” yang pernah dipopulerkan Waldjinah. Silir Pujiwati membawakan lagu ini dengan laval bahasa Belanda rasa kejawa-jawaan dengan gayanya yang centil, sehingga terdengar sangat natural. Lagu ini sangatlah pas dijadikan sebagai ilustrasi dalam adegan di sebuah kafe era Kolonial.

Aku benci juri FFI yang tidak memberikan Citra Penata Musik Terbaik pada Pakde Djaduk. *dendam. Filmnya pernah tayang di Indosiar saat momen hari pahlawan dengan sensor yang lebay tentunya. Aku kasih 4 dari 5.



4. The Flowers of War

Film buatan China terbaik abad 21, salah satunya. Yang bikin? Jangan tanya... Zhang Yimou. Aku baca resensinya di Republika dan langsung ngiler 2 ember. Layaknya peristiwa holocaust yang dilakukan oleh tentara Jerman kepada masyarakat dari ras Yahudi selama Perang Dunia II, peristiwa pembantaian dan perkosaan massal yang dilakukan tentara Jepang kepada masyarakat kota Nanking, China yang lebih dikenal sebagai Pembantaian Nanking pada tahun 1937 . Lewat film The Flowers of War yang diangkat dari novel berjudul 13 Flowers of Nanjing karya Geling Yan, sutradara Zhang Yimou kembali mencoba mengangkat topik mengenai tragedi berdarah tersebut dengan mengambil sudut cerita mengenai tindakan heroik yang dilakukan oleh sekelompok wanita penghibur dalam membela tanah airnya. Intinya beberapa PSK (lupa jumlahnya) yg nyamar jadi biarawati gereja demi menyelamatkan para biarawati dari kekejian Jepang. Kan mereka diundang oleh Jepang saat nyanyinya bagus.



Filmnya tegang gilaaaa. Otot muka ya bukan otot paha yg tegang. Mencekam. Mengharukan. Menyedihkan. Apalagi pas banyak mayat berserakan di jalan karena dibantai Jepang keparat!!! Banyak yg aku sebut menyebut pada bilangan fakta bahwa saat itu ada 200ribu warga Nanking yang dibantai belum termasuk yg diperkosa. Aku kasih 5 dari 5. Buru DVDnya gih dan sedia Po**ry Swet biar ionmu gak hilang pas nangis.



5. The Amazing Spiderman

Film reboot atau bahasa mudahnya film yg dibuat ulang mengacu pada film Spiderman yg dibintangi Tobey McGuire.

Musuhnya mirip kadal gaje. Gak sangar. Aksinya gak keren. Tanggung lah. Tapi ceritanya lebih bagus dari versi garapan Sam Raimi. Sinematografinya juga alamak, apalagi saat Gwen ke rumah Parker usai Ayahnya metong. Bahasa hujannya romantis deh ketimbang berintepretasi ke kesedihan. Aku nangis saat Bibi May gak dijemput Parker dan Paman Ben ngomelin Parker tapi dibelain Bibi May. Alu kasih 3.5 dari 5.\



6. The Dark Knight Rises

Film Batman terakhir dgn penyutradaraan yg melow dan dark khas Christopher Nolan. Filmnya panjang abiz. Untung aku gak pipis. Kalo pipis kan sayang, udah bayar mahal eh ketinggalan 3 menit (kalo kencing 3 menit wkwkwk). Musuhnya menakutkan ya. Musuhnya ada 2 lagi. Miranda Tate (Marion Cotilard) yg kita duga baik ternyata jahara. Catwoman yg kita anggap jahara ternyata baik. Terkecoh. Tapi Catwoman keren ya biar jungkir balik tetap rambutnya lurus tergerai. Sampo dan kondisionernya apa sih Mbak Anne hihihihi. Jangan bilang Pantene!



Sudah delapan tahun sejak Batman menghilang dalam bayang-bayang, mengubah dirinya dari pahlawan menjadi buronan. Batman menjadi buronan karena ia disalahkan atas kematian D.A Hervey Dent.

The Dark Knight mengorbankan segalanya yang menurut ia dan Komisaris Gordon untuk kebaikan. Untuk sementara, kebohongan itu bekerja dan kegiatan kriminal di Gotham City bisa ditekan oleh anti kekerasan Act Dent. Namun, semua itu berubah dengan kehadiran seorang pencuri kucing licik yang mempunyai agenda misterius. Film 'The Dark Knight Rises' mungkin film paling suram dan paling putus asa dibanding film superhero yang pernah dibuat. Menggunakan penjahat yang sepenuhnya menakutkan untuk mendominasi kerentanan fisik dari pahlawan kita yang terkadang lupa, bahwa ia juga seorang manusia. Dan itu menggarisbawahi suasana hitam dan kegelapan yang selalu berkerumun di sekitar jiwa miliarder Bruce Wayne dan untuk melawan kejahatan. Aku kasih 4 dari 5.



7. The Four

Film China. Filmnya biasa ajah. Gagal deh. Ceritanya: Agen yang melakukan penyamaran ditugaskan oleh pemimpinnya yang korup untuk menyusup ke Departemen pesaingnya dan menyabotase penyelidikan mereka tentang mata uang palsu. Namun ia justru menemukan rencana kejahatan yang sesungguhnya. Untuk menggulingkan ibukota, para penjahat tersebut membangkitkan para tentara yang telah tewas. Aku kasih 2 dari 5.



8. Ek Tha Tiger

Film India ini dibintangi Salman Khan dan Katrina Kaif, syutingnya di London, Istanbul, dan Havana. Kebiasaan film Bollywood. Padahal alam di India cukup bagus. Keren lah. Tapi si Tiger (Khan) kesannya heroik banget, apalagi saat dia menyelamatkan trem yg kebablasan di tengah kota London dan mau menabrak sekerumunan orang--ada bayi dalam kereta dorong agar terkesan dramatis. Tiger menyelamatkannya dengan menahan kabel di atas menggunakan jas, apa tuh yg alat menghubungkan trem atau KRL ke kabel listrik. Lalu slowmotion *mau muntah gue. Zoya (Kaif) juga kurang lincah sbg agen. Coba dia mengacu dikit pada Angelina Jolie. Soundtracknya bagus. Cuma ada 3 lagu deh. Aku kasih 3,5 dari 5.



9. Sadako 3D.

Film ini cuma tersedia dalam format 3D, tanpa 2D. Menggunakan teknologi RealD 3D karena di Blitz kalo di XXI pake Dolby 3D. Kalo kacamata dilepas layarnya terang banget. Ini film Jepang terburuk yg aku tonton di tahun ini. Sadakonya (sekutunya) mirip laba-laba gagal bermutasi. Gak serem cuma ngagetin. Kalo versi Ringu menggunakan tv saat hantu keluar, film ini pake smartphone atau juga PC. Aku kasih 1 dari 5. Jahat ya gue



10. Separation

Sejak dirilis pertama kali di Iran pada Maret 2011 A Separation langsung mendapat sambutan luar biasa. Film ini berhasil meraih 56 penghargaan internasional termasuk dua yang paling bergengsi yaitu Golden Globe Awards 2012 dan Oscar Awards 2012 untuk kategori film berbahasa asing terbaik.

A Separation menceritakan perceraian antara Simin dan Nader. Simin mendapat kesempatan pindah ke luar negeri dengan mengajak suaminya, Nader dan putri mereka, Tarmeh. Namun Nader menolak ikut karena harus merawat ayahnya yang menderita penyakit Alzheimer.

Simin yang bersikeras ingin meninggalkan Iran memilih menceraikan Nader dan berusaha mendapatkan hak asuh Tarmeh yang juga akan diajaknya keluar negeri. Tarmeh memilih tinggal bersama ayah dan kakeknya di Iran. Nader pun menyewa seorang wanita bernama razieh untuk merawat Tarmeh dan ayahnya Namun, msalah muncul ketika ternyata Razieh melakukan sebuah kebohongan hingga menyeret Razieh, Hojjat dan Nader ke persidangan.

A Separation dengan durasi 123 menit ini disajikan dengan plot yang sederhana dan tidak membosankan oleh sutradara Asghar Farhadi. Padahal ceritanya sangat kompleks dan cenderung tragis. Seluruh pemeran film berhasil memaksimalkan akting mereka. Sebut saja Peyman Moaadi yang memerankan Nader dan Laila Hatami yang berperan sebagai Simin. Keduanya berhasil memerankan pasangan suami istri yang tertekan dengan permasalahan hukum dalam pernikahan mereka.

Disisi lain Sarah Bayet dan hahab Hosseini yang memerankan Razieh dan Hojjat berhasil memerankan suami istri yang memperkeruh suasana. Kejujuran serta moralitas tinggi menjadi pesan utama film ini. Film ini juga mengajarkan kalau anak menjadi korban dari keegoisan orang tua. Dengan sederet prestasinya A Separation adalah film yang sayang untuk dilewatkan.



Kalo film bagus aku copasin sinopsisnya, Aku kasih 4,5 dari 5. Ciri khas film Iran tuh ceritanya gantung. Cerita tidak diselesaikan oleh sutradara tp diselesaikan oleh penonton. Beda dgn film lokal dan Hollywood. Pernah liat Mama's guest dan Children of Heaven?



11. Looper

Aku suka banget akting Joseph Gordon Levitt sejak The Dark knight Rises. Dia tipe pria berwajah manis dan baby face. Lebih cocok film drama. Hahahaha. FIlm Looper adaalah film bayangan gue banget tentang mesin waktu dan skemanya juga tentang impact-nya. Cari sendiri ya sinopsisnya hehehehe. Aku kasih 3,5 dari 5.



Di tahun 2044, US mengalami keruntuhan ekonomi, menyebabkan kerusakan sosial yang parah dan pertumbuhan dalam kejahatan yang terorganisir. Selain itu, mutasi aneh terjadi kepada 10% manusia dari populasi yang tersisa, yang membuat mereka kekuatan telekinetic yang disebut sebagai tks. Tiga puluh tahun ke depan di tahun 2074, kemampuan perjalanan waktu ditemukan yang tidak lama berselang, segera dilarang.





Di masa itu, sudah tidak dimungkinkan untuk membunuh manusia dan membuang mayat mereka sembarangan. oleh karena itu bos kejahatan beralih ke perjalanan waktu untuk mengirim target mereka ke masa lalu untuk dibunuh dengan menggunakan "Loopers": manusia yang disewa untuk membunuh siapa pun yang dikirim kepada mereka. Sialnya, ketika bos kejahatan ingin mengakhiri kontrak Looper, mereka mengirim "versi yang lebih tua" kembali untuk dibunuh oleh dirinya lebih muda, disebut sebagai "close the loop".





Joseph "Joe" Simmons (Gordon-Levitt), 25 tahun, bekerja untuk sebuah perusahaan mafia di Kota Kansas sebagai looper yang tugasnya membunuh para penjahat yang dikirim dari masa depan. Hingga pada suatu ketika ia mengetahui bahwa target berikutnya adalah dirinya sendiri di masa depan (Bruce Willis), dan ia tidak akan tinggal diam menunggu terbunuh tanpa memberikan perlawanan.



12. Skyfall 007

Pernah aku review dikit kan di catatan sebelumnya (https://www.facebook.com/notes/abu-waswas/malam-kamis-aye-nonton-di-bioskop-imax/10151179562448353). Aku kasih 4 dari 5.



13. Life of Pi

Ini salah satu juga film yg bikin aku nangis. Gambarnya indah, apalagi pas malam Pi (dibaca Pai) di tengah Pasifik diterangi cahaya ubur-ubur kebiruan. Tapi aku nonton non 3D. Entahlah aku kurang suka film 3D. CGI Richard Parker total abiz. CGI itu computer generated image, teknlogi yg memungkinkan sebuah obyek gambar realis menjadi amat nyata saat direkayasa oleh komputer, terutama saat tampil bersama dgn obyek lainnya dalam film. Jadi bukan macan sungguhan. Richard Parker adalah nama macan bengali. Aku kasih 5 dari 5

Sinopsinya:

Pi—-si tokoh utama dalam cerita ini—-adalah seorang pemuda India yang terombang-ambing di lautan setelah kapalnya karam. Bersama harimau bernama Richard Parker, ia harus mencari jalan untuk bertahan hidup. Tapi itu bukanlah cerita utama dalam “Life of Pi”. Film “Life of Pi” memberikan ruang untuk multitafsir yang jauh lebih luas daripada di buku. Dan tulisan berikut adalah tafsiran pribadi saya dari film dan buku pemenang Man Booker Prize tahun 2002 ini.

Pi dibesarkan oleh ayah yang atheis dan ibu yang memegang agama sebagai ikatan terakhirnya dengan keluarga yang mengusirnya dari rumah karena memutuskan menikah dengan lelaki yang berada di bawah kastanya. Sejak belasan tahun, Pi mencari Tuhan melalui agama yang ditemuinya. Dibesarkan sebagai penganut Hindu, ia mengenal Kristus saat 11 tahun dan mempertanyakan konsep anak Allah yang harus disalib demi dosa manusia. Kemudian ia mengenal Islam melalui panggilan salat.

Pencarian Tuhan oleh Pi mengingatkan pada pencarian saya sendiri. Saya dibesarkan dalam keluarga yang tak mengenal agama, namun praktiknya adalah Konghucu. Agama bukanlah bagian penting dalam hidup saya, bahkan saya belajar mengenal agama karena bertetangga dengan keluarga Arab membuat saya mengenal Islam dengan cara yang indah.

Saya teringat masa kecil saya sendiri ketika berumur 10 tahun, bagaimana saya merasakan indahnya sentuhan religi bersama ibu tetangga. Saya sering mengikuti gerakan salatnya hanya karena saya menyukai ritual tersebut, sama seperti yang dilakukan Pi. Tapi pencarian saya dan Pi belum berakhir. Dalam dunia yang sinis dan memandang agama sebagai sesuatu yang buruk, saya percaya bahwa ada kebaikan dan keindahan dalam agama. Agama adalah pilihan personal yang membawa masing-masing dari kita untuk memperbarui iman dalam mencari Tuhan.

Ketika SMA, saya menemukan iman saya dalam agama Buddha. Buddha tidak mengajari saya mengenal Tuhan, tapi lebih seperti paham atheis yang mengajak saya mengenal agama dengan nalar dan akal sehat. Tapi sudah lebih dari sepuluh tahun saya tidak ke vihara, sejujurnya saya tidak menyukai ritual di vihara. Saya lebih suka ke gereja karena saya menyukai ritual dan perayaan dalam Kristus. Seperti Pi yang berterima kasih pada Dewa Khrisna yang sudah memperkenalkannya pada Kristus.

Dalam film, Pi menyebutkan, “Iman adalah rumah dengan banyak kamar. Dan ada ruang untuk keraguan dalam setiap lantainya.” Manusia wajar saja merasa ragu dengan agama. Agama dan iman adalah proses perjalanan, bukan sekadar menemukan Tuhan dan berhenti di sana.



“Kita semua mesti melewati Taman Getsemani. Kristus saja pernah merasa ragu, apalagi kita. Kristus pernah semalaman berdoa, berseru dari kayu salib, ‘Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?’ Berarti kita juga diperbolehkan merasa ragu. Tapi kita mesti jalan terus. Memilih keraguan sebagai falsafah hidup sama halnya memilih kemandekan sebagai sarana transportasi.” (hal. 55)

Agama adalah sarana transportasi kita dalam iman mencapai Tuhan. Dan kita takkan pernah tahu seberapa kuat iman kita sebelum diuji. Itulah yang dialami oleh Piscine Molitor Patel dalam kisah menakjubkan “Life of Pi”. Ada saat kita ragu dan mempertanyakan keberadaan Tuhan, ada saat-saat ketika kita ingin berserah dan beristirahat. Kita sebagai manusialah yang memilih untuk memercayai apa yang ingin kita percayai dalam hidup ini. Butuh lompatan iman hingga kita bisa memilih untuk percaya pada Tuhan atau tidak.

Secara keseluruhan film “Life of Pi” adalah tafsiran seorang Ang Lee dari buku yang filosofis tentang pencarian iman, agama, dan Tuhan. Walau setia pada bukunya, bagian filosofis dalam buku itu tak bisa terangkum dengan sempurna. Ang Lee lebih memilih untuk bermain di visual sehingga orang yang belum membaca bukunya mungkin akan merasa tertinggal oleh ceritanya. Film ini berhasil merangkum keindahan lautan, binatang-binatang, dan perjalanan Pi di lautan dengan teknologi yang mengagumkan. Sayangnya beberapa adegan terlihat lambat dan bertele-tele hingga ke titik membosankan.