Selasa, 12 Agustus 2014

149. Dook! Dook! Biarkan Aku Masuk

Apa ramuan horor visual-audio yang jamak tersaji di layar perak? Setting tempat yang angker, set yang gelap, komposisi suara yang menegangkan dan mengagetkan. Oh iya satu lagi bahan baku horor yang ketinggalan: momok hantu yang menyeramkan!

Bagaimana dengan The Babadook, film Australia arahan Jennifer Kent yang sempat menjadi 'the official selection of Sundance Film Festival 2014'?

THE BABADOOK
Pemain: Essie Davis, Noah Wiseman, Barbara West, Tim Purcell, Daniel Henshall.
Skenario dan sutradara: Jennifer Kent.
Studio: Screen Australia, Causeway Films.

Plot dibuka dengan mimpi buruk Amelia (Essie Davis), janda yang sudah enam tahun ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan. Dia juga insomnia akut. Belum lagi anak semata wayangnya, Samuel (Noah Wiseman), yang sering berilusi melihat makhluk lain di kolong kasur dan lemari. Samuel merupakan anak yang sulit diatur, bahkan dirumahkan oleh pihak sekolah karena kebadungannya.

The Babadook? Itu nama dari buku cerita anak-anak bergambar, Mr. Babadook, yang dalam cerita diilustrasikan sebagai monster berjubah panjang, bertopi tinggi dan berkuku setajam pisau. "Ba-ba-dook-dook," begitulah jika Mr. Babadook mengetuk pintu rumah... lalu masuklah dalam alam pikiran Sam yang percaya bila Mr. Babadook eksis dan hadir di antara mereka.

Dalam durasi 90-an menit, film ini mencoba dengan ketat membangun drama psikologi antara seorang istri yang belum mampu bangkit dari kematian suaminya, seorang ibu yang merasa tertekan akan polah anaknya, dan seorang anak yang berilusi tentang kehadiran Mr. Babadook yang meneror (benar-benar meneror). Aktor cilik Noah Wiseman terampil menunjukkan ekspresi samar di mata penonton. Apa yang dia lihat cuma bualan atau kenyataan? Dia juga kerap melontarkan humor lugu khas anak-anak. Sang aktris utama, Essie Davis, juga bermain selaras dengan Noah. Mukanya yang meluntur hampir sepanjang film cukup mewakili beban sesuai karakternya.

The Babadook tidak mengambil lokasi rumah angker. Lokasinya di perumahan padat. Sosok hantu Mr. Babadook tidak begitu terdefinisikan, hanya siluet pria berjubah panjang dan bertopi tinggi yang gemar menggedor pintu rumah. Komposisi musik penggertak jantung pun terasa minim. Tapi percayalah, semua unsur itu tidak terlalu mengurangi senyawa horor dan misterius film ini. Mungkin ada satu bagian yang kurang sebab terlihat abu-abu, yaitu siapa itu Mr. Babadook, loh kok ya tokoh Amelia memberikan cacing tanah montok-montok untuk si monster/hantu di basement rumahnya. Ini terasa blunder.

The Babadook sudah tayang di jaringan sinema blitzmegaplex sejak 6 Agustus.