Sabtu, 07 Maret 2009

70. Rasa sayang-sayang nge


Saya (21) pria ganteng dan perjaka (perayu janda kaya). Saya masih punya dua orangtua, lengkap, alhamdulillah. Tapi saya belum bisa membalas mereka. Ingin sekali membalasnya, kalau saya berdoa pasti minta diberikan panjang umur dan limpahan rezeki untuk sedikit membahagiakan mereka. Amin.

Tentang ibuku (44), aku dan dia persis teman sebaya. Tata bicaranya "elu elu,gue gue". Kalau saya minta sesuatu malah menyuruh dia , misal saya minta pecel ayam atau gorengan atau bubur kacang hijau. Kecuali untuk barang-barang yang namanya rumit.

Bicara seks pun terkesan vulgar, misal dia sebal kalau diajak "tidur" sama bapak. Aku pernah tanya ke dia, "ma, pernah oral sex gak?" Dia langsung menjawab, "ih amit-amit." Juga kalau BAB tengah malam, sering saya takut-takuti. Saya bilang begini, "kowe ngising sue tenan, saiki wis bengi ngko ono medi." Lalu saya meniru-nirukan suara kuntilanak dan dia merengek-rengek sok manja, "ah jangan nakutin!"

Tentang bapak (54), dia tipe bapak yang galak. Marahnya besar. Tata bicaranya juga "elu elu, gue gue". Terkadang kalau dia pulang suka bawa makanan, misal nasi panjang (bukan longrice tapi longtong), roti-roti yang enak, patel ma'cik dll. Meskipun makanannya hanya sepotong tapi dibawa pulang, jadi terharu. Padahal kalau aku punya makanan gak pernah kasih ke mereka, maafkanlah diriku.

Menurutku bapak itu bukan tipe pria seperti "om om genit" yang "barangnya" kecil, tapi nafsunya selangit. Istilahnya, selingkuhan "keringetan", tapi istri kedinginan. Syukurlah, saya punya contoh bapak yang terhormat. Jadilah pria yang terhormat, yaitu menghormati kaum wanita. Karena suatu saat kita akan mendapatkan "kehormatannya", asyik! Sudah ya, capek nich!

Tidak ada komentar: