Rabu, 15 April 2009

74. Kemuliaan & Keagungan Sholawat atas Nabi Muhammad (part 3)


Kisah fakta seputar sholawat

Pertama, kisah ini dinukil dari kitab Ratibul Haddad karya Habib Alwi bin Ahmad bin Hasan Al Haddad, disebutkan pada zaman dahulu ada seorang shaleh bernama Abu Hafas Al Kagidi. Setelah beliau meninggal, ada orang yang bermimpi bertemu dengannya . Dalam mimpi itu lalu Abu Hafas ditanya, "Apa yang diperbuat Allah SWT terhadap dirimu?" Beliau pun menjawab, "Allah telah merahmatiku, mengampuniku, dan memasukkan aku ke dalam surga-Nya."

Lalu beliau ditanya lagi, "Dengan sebab apa Allah memberimu semua kemuliaan ini?" Beliau menjawab, "Saat Allah menghentikan aku di hadapan-Nya dan Ia memerintahkan malaikat untuk segera menghisabku. Lalu malaikat segera menghisab dosa-dosaku dan sholawatku terhadap Nabi Muhammad. Dan ternyata, sholawatku lebih banyak daripada dosa-dosaku. Kemudian Allah berfirman kepada malaikat yang tengah menghisabku, 'wahai malaikat! Sudah cukup! Hentikan segera hisabnya dan bawa dia ke surgaku!"

Kedua, adalah Muhammad bin Sa'ad, yang setiap malam menjelang berbaring, beliau selalu bersholawat dalam jumlah yang sudah beliau tentukan sendiri. Pada suatu malam saat beliau telah menyelesaikan wirid dan bacaan sholawatnya itu, beliau pun didera kantuk yang amat sangat. Dan akhirnya beliau pun tertidur di kamarnya bersama seorang rekannya . Namun, tiba-tiba dalam tidurnya beliau bermimpi, bahwa Rasulullah mendatangi dirinya masuk ke dalam kamarnya, hingga di kamar tersebut beliau hanya berdua bersama Rasulullah.

Dan ketika Rasulullah masuk ke dalam kamarnya, sontak ruangan itu penuh dengan cahaya yang terang benderang. Lalu beliau melihat Rasulullah semakin mendekat kepadanya. Setelah Rasulullah semakin dekat kepadanya, Rasulullah pun bersabda, "Kemarikan mulutmu yang sering dan senang membaca sholawat terhadapku, karena aku ingin menciumnya."

Mendengar permintaan Rasullah itu, beliau merasa sangat malu bila sampai Rasulullah mencium mulutnya. Akhirnya beliau memalingkan wajahnya karena saking malunya dengan Rasulullah. Dan akhirnya pipinyalah yang dicium oleh mulut suci dan mulia Rasulullah.

Saat Rasulullah mencium pipinya, Muhammad bin Sa'ad sangat terkejut dan hampir pingsan, saking senang dan gembiranya sampai beliau pun terbangun dari mimpinya. Lantas rekannya yang terbaring di sisinya ikut terbangun juga. Dan ternyata di rumah itu keduanya mencium semerbak wangi minyak misik yang sangat harum dari Rasulullah.

Selidik punya selidik, ternyata semerbak wangi minyak misik itu bersumber dari pipinya Muhammad bin Sa'ad yang dicium oleh Nabi Muhammad dalam mimpinya tadi. Bahkan wanginya terus tercium dan tidak hilang selama delapan hari.

Artikel tentang sholawat akan tamat di part 5.
sebelumnya, part 1 no.67 dan part 2 no.69

Tidak ada komentar: