Minggu, 18 Oktober 2009

92. Memeluk Risiko


Tertawa berisiko tampil konyol. Menangis berisiko tampil sentimentil. Merengkuh orang lain berisiko keterlibatan. Menunjukkan perasaan berisiko menampilkan dirimu yang sesungguhnya. Mengemukakan gagasan-gagasan dan mimpi-mimpimu di hadapan umum berisiko kehilangan semua itu. Mencintai berisiko tak berbalas. Hidup berisiko mati. Berharap berisiko kecewa. Berikhtiar berisiko gagal.

Akan tetapi, risiko tetap mesti diambil. Ancaman terbesar dalam hidup adalah tak ingin memeluk risiko. Orang yang tak berani mengambil risiko, takkan mengerjakan apa pun, tak mempunyai apa pun, dan bukan apa pun. Ia mungkin dapat menjauhi derita dan sesal. Namun, ia tak bisa belajar, berubah, bertumbuh, dan mencintai.Ia budak yang terbelenggu keyakinan. Hanya pengambil risiko yang tidak membentengi kebebasannya.

Robert Holden
Timesles Wisdom for a Manic Society

Tidak ada komentar: