Kamis, 21 Mei 2009

78. Cantengan


Jempol kakiku cantengan, aduh! Ibu jarinya, bapake neng ndi? (Bapaknya mana?) Mboke tok! (Ibunya doang!)

Aku cantengan sejak umur 13. Waktu itu belum bisa merawat kebersihan kaki.Masih main di got, di kali, apalagi kalau banjir, senang banget! Aku pernah renang di lokasi banjir, dan dilecehkan oleh mas-mas. Dia menunjukkan penisnya ke saya (I was kid), saya terkejut dan berteriak dalam hati, "Wow! 'Sosis jumbo'. Berbiji, berbulu, berbatang, seperti jagung.And I was so shock.

Gara-garanya, aku makai sepatu yang sudah sempit, jarinya kejepit sepatu, dan cantengan dech. Soalnya aku ora duwe duit (I don't have enough money), duite angel (uangnya susah). Dadine aku ora iso tuku sepatu sing anyar (so i can't buy a new shoe).

Karena cantengan, pas olahraga, aku ora iso melayu (i can't run), isone melaku alon-alon ( i just can walk slowly). Dadine pontenku elek (my score is bad). Kalau malam, jempolnya diolesin minyak bawang yang panas sama mboke.

Lalu, aku bisa beli sepatu baru. Horeeeee!!! Tapi kesenanganku cuma sebentar. Sepatuku robek, sebab di setrap-suruh push up- hanya karena satu kelas tak bisa jawab pelajaran 'english'. Tapi yang bikin atiku loro (hurt) adalah, kenapa cuma aku yang push up? Sepatu larang-larang dadi rusak (sepatu mahal-mahal jadi rusak).

Saiki sikilku masih cantengan (kini kakiku masih cantengan), jempolnya. Yang dulu sudah sembuh, tapi kumat lagi. Kalau kotorannya aku ambil pakai potongan kuku, terus aku cium, "Ya Gusti, mambune uenak tenan (OMG, it's delicious smell)." Terkadang aku gak rela kalau cantenganku sembuh, nanti baunya hilang.Hi-hi-hi-hi.

Kamu pernah cium ketek sendiri? Baunya sedap, kan? Ketekku sedep banget, menggairahkan lawan jenis. Tapi kalau pakai Rexona, malah baunya kurang menyenangkan. Aku punya tetangga, dia (male) itu keteknya bau banget. Dahulu Jusuf, sekarang Kalla, maksudnya pada suatu kala, aku sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba tercium bau badan yang menyengat, hatiku bergumam, "Mambune sopo iki? (baunya siapa nih?). Saat itu jalanan sepi, eh sekonyong-konyong dia datang dari ujung gang. Orangnya belum ada, baunya sudah muncul. PARAH!

Tidak ada komentar: