Kamis, 11 November 2010

115. Chihuahua Menggonggong Indosat Berlalu

Hai Pamete, my latest diary. Saya mau curhat nih.

Curhat aja. Kan kamu sudah 12 tahun menulis di buku harian. Perkenalkan namaku Pamete (Papaku Menggoreng Tempe). Aku temannya Pamela, Papamu Mengulek Lada.

Aduh, Pamete garing! Saya itu anggota Pagoda Pastiles Club, Pasukan Penggoda Janda yang Pastinya Tidak Lemah Syahwat. CLEB...! Karena garing, Ken Arok menusuk bokongku dengan keris. AAWWW...!!!



Saya lagi dongkol dengan ulah operator seluler Indosat. Setiap isi ulang senilai Rp 5.000, maka pulsaku "dirampok" Rp 2.000, dari kiriman sms bernomor 9898 atau varian empat digit lainnya. Menerima pesan ini, saldoku jadi tinggal Rp 3.000. Padahal dengan Rp 2.000, ponselku bisa dapat quota broadband 2 MB atau untuk membeli dua sachet minuman serbuk Kuku Bima biar saya lebih berstamina. Stamina stamina eh eh waka waka eh eh. ROSO!!!

Ingat, saya tak pernah sekali pun registrasi ke nomor empat digit itu. Kalaupun nomor saya terdaftar (reg) secara otomatis saat saya baca pesan dari nomor UMB (misal *123#), maka itu adalah jebakan betmen! Dan asal tahu saja, sebelum saya berlangganan operator GSM Indosat, saya dulu juga pernah mengalami kejadian serupa ketika berlangganan operator CDMA Esia. Sami mawon, sama saja.


Mending saya saja yang bikin content bermutu untuk provider itu. Bisa juga content-nya berupa kartun Doyok, Ali Oncom, si lebay Mice, atau si polos Sukribo. Atas nama kejujuran, syaratnya pelanggan harus mengirim pesan registrasi atau instruksi daftar dari nomor UMB. Setuju atau batal. Jangan tiba-tiba menyedot Rp 2.000 tanpa permisi. Andai saja ada satu juta pelanggan (bisa lebih) malang senasib dengan saya. Rp 2.000 X satu juta = Rp 2.000 juta alias Rp 2 miliar per kirim dari pusat. Nilai 2 miliar atau berapa pun itu memang bukan keuntungan langsung dalam bentuk tunai, kecuali tagihan pelanggan pascabayar. Namun, bagi pelanggan prabayar, pemotongan Rp 2.000 adalah penciutan nilai pulsa Rp 5.000, yang dibeli di counter dengan harga Rp 6.000. Jadi dapat disimpulkan bahwa gembar-gembor pariwara tarif panggilan dan SMS murah, bahkan gratis, hanyalah pepesan kosong! Bila Anda goblok, pasti setuju dengan saya.Ternyata pakar IT dan telekomunikasi yang berdasi dan bertitel sarjana atau master ternyata lebih licik dan kejam dibanding preman Pasar Tanah Abang. Kalimatnya sarkastik ya?

Tadinya saya hendak mengkritik Alfamart dan Indomaret, terus saya sebar ke customer care-nya dan blog serta facebook. Kedua minimarket itu sungguh menjengkelkan, sebab sering mengembalikan recehan dalam bentuk permen. Bahkan, kembalian saya yang Rp 400 pernah ditukar permen. Ini sangat melanggar HAM: Hak Asasi Menabung (di celengan). Namun entah kenapa, sekonyong-konyong mereka berubah lebih baik. Kembalian Rp 100 pun diserahkan bulat-bulat. Mungkin mereka masih punya nurani, jadinya introspeksi diri (muhasabah). "Apa ya yang salah dengan minimarket saya?"

Bagaimana dengan Indosat? Introspeksi dirikah? Indosat itu ada di bawah pengawasan siapa sih? Paling Depkominfo kali. Menterinya siapa ya? Oh, Pak Tifatul Sembiring.
Pantas beliau dapat nilai merah. Kenapa Pak SBY belum juga reshuffle kabinet? Paling takut dapat tekanan dari Setgab. Pengawas Indosat tahu enggak ya kalau operator tsb punya bad image sebagai operator yang doyan menyedot pulsa pelanggannya. Ada juga sih operator lain yang punya bad image, seperti yang tarifnya mahal atau jaringannya (sinyal) buruk. Dan Indosat yang paling lucu: nyedot mulu! Tetap keukeuh (ngotot), meski sudah dikecam jutaan pelanggannya di surat pembaca di koran; mulai dari Lampu Merah hingga Kompas. Dari si penjahit sampai si penjahat. Ibaratnya, "Anjing menggonggong kafilah berlalu". Ngapain takut, kan cuma anjing chihuahua. Kaing... kaing... kaing...!

Tapi biar bagaimanapun, Indosat itu mulia lho. Kan dia punya program CSR di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia juga membantu korban di Merapi. Oh, baguslah. Semoga duitnya bukan hasil penyedotan pulsa pelanggan.

Seorang tukang tahu gejrot berlari ke arah saya dengan membawa sebilah pisau. Karena waswas, saya berlari menghindarinya. Dengan napas terengah-engah, ia teriak, "MAS, JANGAN LARI! INI KEMBALIANMU KURANG GOPEK (Rp 500). Alhamdulillah, kupikir bokongku yang montok ini bakal ditusuk lagi.

Biarpun miskin dan buta huruf, tukang tahu itu adalah pedagang yang jujur, berbudi luhur, doyan makan bubur, dan tampangnya mirip Mastur. Tapi lebih mulia kalau ia menaruh dulu pisaunya sebelum mengejar coowok tampan, pendiam, religius, apa adanya, dan atletis seperti saya ini, he-he-he.... KLAAANGG!!! Karena narsis abis, kini giliran Ken Watanabe yang mengeluarkan samurainya dan menghunuskan ke arahku.

"HARAKIRI!" hardiknya, menyuruhku bunuh diri.
"HARAKANAN!" tepisku sengit.
Dengan muka kesal, ia menggertakku, "MOTO MOTO!!!"
"AJINOMOTO! MIYABI!"
Watanabe balik bertanya, "You like Miyabi?"
"No. I like Misoto."
"What is Misoto? Is that Misoto Midori?"
"False. This is Misoto Madura from Indofood."
Tak tahan dengan leluconku yang tak lucu, ia memilih harakiri. CLEEBB!!! Sayonara....

Ngomong-ngomong penyedotan, jadi mau disedot sama Agnes Monica. WC-ku mampet Nez. Tolonglah! "Karena kusanggup... walau ku tak mau..." Alamak...

Developed from my diary, "Papaku Menggoreng Tempe (Papi, apa di surga ada tempe?)". October 19-25, 2010

METRO-POLUTAN Blog 3rd Anniversary http://abuwaswas2.blogspot.com

Please follow my account Twitter @abuwaswas and also add my Facebook Abu Waswas

Jumat, 08 Oktober 2010

114. Andy Lau Kredit Motor, lalu Pak SBY Doyan Cendol

Ini pantun modern, bukan pantun gaya lama khas budaya Melayu dan Betawi. Pantun ini tidak tersusun atas dua larik awal berupa sampiran dan dua larik akhir berupa isi, melainkan berkomposisi fleksibel dengan bunyi rima yang tetap selaras. Bunyi rimanya AAA, BBBB, atau CCCCC. Contoh, ab-ab-ab (AAA), it-it-it-it (BBBB), dan as-as-as-as-as(CCCCC)

Pantun versi ini kerap dilantunkan oleh musisi hip hop Indonesia, yang masih bangga akan budaya asli Melayu. Mereka antara lain, Saykoji, Mizta D, Kungpow Chicken, dan Fade 2 Black. Pantun tipe ini biasanya mencoba untuk melucu, walau belum tentu hasilnya akan lucu.





Untuk Al Lif (21 tahun), beraktivitas di Agriculture Information Service. Bermukim di kota Banjarmasin.


dialah bujang Kalimantan
perawakannya sangat jantan
tapi bibirnya sering sariawan
Sstt... jangan salah, dia adalah kolektor berlian

tunggu! ini ada iklan
kalau sariawan, cepatlah minum larutan
pilihlah Larutan Penyegar Cap Kaki Sembilan
harganya terjangkau, sepuluh botol hanya ceban (Rp 10.000)
kualitasnya jangan diragukan
sebab sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan

ia kerap berkalung sorban
supaya tampak lebih tampan
ke mana pun, ia naik sedan
karismanya sungguh menawan
makanya para gadis jadi pingsan

jika ia muncul, semua makhluk akan rebutan
orang-orang dari utara hingga selatan
dari janda sampai perawan
dari tuyul sampai pocong yang gentayangan
bahkan, dari beruk hingga orangutan
dan mereka akan memanggil, Mas, ketan!
ternyata ia adalah penjual ketan tersukses di Kalimantan

wah, aku pun jadi terkesan
dia bisa dijadikan panutan
bagi anak-anak muda yang sering mabuk-mabukan
yang kalau keluar bar jalannya sempoyongan



Untuk Indah (26 tahun), wanita karier.

tanya padaku, wanita mana yang paling hot
dialah Mbak Indah yang doyan nyedot
dia sungguh pandai menyerobot
sebab ia berhobi sepeda genjot
oh Tuhanku yang Maha Mendengar, dia kok bolot!

selain hot, ia pun gagah dan berotot
jika menggodanya, pasti ia melotot
jotosannya sekuat tangan robot
namun, roknya selalu melorot
dan ia senang kalau roknya diintip Mas Gatot


Untuk Leo Utomo (21 tahun), penyiar radio Trax FM Jakarta.

Leo perutnya buncit
doyan makan mi pangsit
dari jauh tampak seperti Brad Pitt
begitu dekat, mirip Andy Lau: sipit!

manakala naik motor, ia terlihat gesit
ngebut kencang kayak kesurupan dedemit
bunyi remnya berderit
oh Dewi Kwan Im, ternyata motornya boleh kredit!

dia termasuk tipe pria genit
hati wanita dibuatnya membumbung ke langit
namun, tak usahlah kau buat hatinya sakit
biar bagaimanapun, ia tak pelit
karena aku pernah diberinya kue cubit


Untuk Marojahan Sugiyarto (42 tahun), pengusaha, dan aktif di The Art Gallery, Bekasi.

ayo tebak, pria mana yang punya banyak anak
dialah Pak Mar yang suka bawa salak
jika merayu, para ibu muda kan terjebak
bila ia datang, para nenek akan berteriak:
Pak, rujak! Pak, beli rujak!
ternyata ia adalah tukang rujak keliling yang enak

sudah cukup, aku takut dijitak
kabarnya, ia lumayan galak
bisa-bisa dadaku ditembak
lantas, aku ditampar: PLAK!

usai baca ini, pasti Pak Mar tersedak
dilanjutkan tawa yang terbahak-bahak
semoga kita bersua kelak
andai Pak Mar mau ke Vakvak
jangan lupa ya, aku diajak


Untuk Siesty Siswoniary (23 tahun), bekerja di PT Emesha Duaribu, Semarang.

dialah wanita cerdas yang berjilbab
tiap maghrib mengaji Qur'an bab demi bab (juz)
kerlingan matanya sanggup menaklukkan pria biadab
lalu pria itu (namanya Mas Ribut)menangis sampai matanya sembab
dan menghampirinya dengan sepotong kebab

Mas Ribut berujar: hai wanita berkulit halus dan lembab
sudikah kau kupersunting di bulan Rajab?
lantaran kau telah menyelamatkanku dari azab
kujanji takkan lagi berdansa di kelab (night club)
kudambakan hidupku yang lebih beradab
nanti kita honey moon ke Uni Emirat Arab

wanita itu cuma diam tak menjawab
sebab ia sudah dilamar oleh Mas wahab
Mas Wahab si penjual obat panu yang paling mujarab


Untuk Yth. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY, 61 tahun), Presiden Republik Indonesia. Beliau juga seorang musisi berbakat.

tanya pada Julian Pasha, presiden siapa yang paling tegas
adalah Presiden RI yang tinggal di Cikeas
wahai Korea utara, dia tak perlu nuklir, cukup tabung gas (senjata pemusnah massal)
siapa membangkang, jabatan orang itu akan dilepas
para kabinetnya ketar ketir dan jadi tak malas

beliau gemar menolong bangsanya yang tertindas
rakyat jelata yang kelaparan, tentu diberi beras
warga melarat yang sakit, pasti dapat Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat)
korupsi di segala sektor, dia berantas
setelah itu, para koruptor di bui dapat remisi bebas!

dia pendiriannya sangat keras
gagah dan berwibawa saat pakai jas
makin modis dengan cincin dan gigi emas

utang luar negeri dia bayar lunas
semua konflik politik, ia usut hingga tuntas
makanya, rival dan musuhnya merasa waswas
akhirnya mereka gentar dan lemas

Pak SBY lebih doyan cendol daripada miras
kalau ada tukang cendol saat cuaca panas
langsung dia borong 50 gelas
dinikmati di Istana, di bagian teras
disedot sambil menatap Tugu Monas
pun diminum seraya ditemani alunan musik rock cadas
ia tak suka musik menyek-menyek ala ST12 (dua belas)

menurut hitung-hitungan di atas kertas
presiden kita presiden paling cerdas
dan kita semua tak perlu cemas
ayo kita guling-gulingan di matras
ya, mirip orang yang kurang waras
horas... horas... horas...!

Sudah ah, aku takut nih. Ini sensitif. Maaf ya Pak SBY kalau pantunnya terkesan paradoks dan hiperbolik. I'm just kidding, he-he-he.... I hope things can get better. And absolutely Indonesia can get bigger than before.

Untuk semua nama yang disebutkan di atas, mohon maaf karena lelucon ini. Cerita yang menyandingi nama-nama di sini adalah fiksi.

From my diary, "Pria Tanpa Kepala." Jakarta, 29 September-4 October 2010.

Minggu, 22 Agustus 2010

113. Nasihat untuk Para Perempuan


Wahai, perempuan, apa kabar kau hari ini?
Wow, you're so beautiful.
Gincumu merah jambu (monyet).
Riasanmu menor banget.
Kau pasti ingin dikencani oleh pacarmu yang tampangnya standar itu. Tidak jelek.Tidak ganteng.Tampangnya mirip Mas Fadil gitu dech...!

Apakah kau mencintainya?
Pernahkah ia menyakitimu?
Bila kau pernah memergokinya berjalan dengan wanita lain, kau jangan hanya menangis.
Balaslah!
Kau pun bisa berjalan dengan om-om buncit yang dompetnya tebal.Walaupun ia sudah berumur 40-an, 50-an, bahkan 60-an, tapi ia tetap seksi lho.
Bukalah bajunya.
Rabalah dadanya yang bidang itu.
Rabalah punggungya yang kokoh itu.
Dan, kau akan menemukan koyo cabe, meski harga cabai naik.
Alhamdulillah, sekarang harganya mulai turun.
Sstt... Pak Sugiyarto sering pakai koyo cabe lho. Katanya ia terserang encok.

Lantas, pernahkah ia menyakitimu?
Jika iya, tonjoklah perutnya!
BUKK!!!
AWW, SAKIT BO!!!
Niscaya, ia bakal klenger
Dan pastikan kamu pernah ikut pencak silat sabuk hitam di Perguruan Bangau Bunting pimpinan Suhu Drajat Kelvin.

Di malam remang-remang yang dingin, sehabis makan sate madura buatan Cak Zam Zamee, pernahkah ia meremas-remas tanganmu?
Lalu ia berbisik, "Nengsih, ayo."
Meski namamu bukan Nengsih, namun kau pasti tahu apa maunya.
Andaikan ia mengajakmu ke semak-semak, maka jangan menolak. Enak tahu....(Dosa dan konsekuensi tanggung bersama)
Ambil posisi woman on top, supaya ia digigiti semut, ular, dan kelabang, hi-hi-hi.

Tapi, jika ia memerkosamu, tendanglah penisnya yang kecil itu.
Telanjangi dia, kemudian ikatlah di pohon kecapi.
Olesi penisnya dengan madu. Dijamin bakal disengat oleh tawon.
KACIYAAAN DECH!!!

Apabila kau suka dengan cowok yang ganteng, maka ungkapkan saja.
Jangan cuma menunggu untuk ditembak, tapi tembaklah ia.
Bukankah kau telah punya pistol?
Ambil saja terong yang pura-puranya jadi pistol.
Bidik jantungnya, dan DOORRR!!!
Bilang saja begini, "Mas Agus, aku suka padamu."
"Nengsih serius?"
"Iya Mas Agus Widodo Untung Rugiyanto (full name)."
"Tadi Nengsih nembak ke dada Mas Agus ya? Ada peluru cinta nich bersarang di dada Mas," tukasnya geli.
"Ah, masa sich?"
"Kalau Nengsih tak percaya, belahlah dadaku ini."
"Mending belah dada ayam. Kan di Careful lagi ada promo, beli dada dapat jeroan," ungkap Nengsih penuh pengharapan.
"Ayo kita ke sana! Daripada di sini terus, tempatnya seram, Mas Agus takut sama setan," kata Agus, yang mana mereka berdua sedang berada di taman yang gelap.
"Laki-laki jangan pengecut. Masa sama setan aja takut," cibir Nengsih sambil mengibaskan rambutnya ke kiri dan kanan.
"O iya. Kan ada malaikat di sampingku, he-he-he...."
"Dasar cowok! Sukanya ngegombal mulu."


Andai Mas Agus sudah menjadi suamimu, jagalah ia baik-baik. Namun bila ia ngelunjak, makan minta diambilin; minum juga; baju minta disiapkan; di WC minta dicebokin; terus minta kawin lagi (poligami), tinggalkan saja dia.
Jadilah wanita yang pemberani dan tangguh seperti Marcopolo.

Mungkin kamu pernah diremehkan oleh lelaki karena penakut, misal takut naik ke atap rumah untuk membetulkan genteng.
Jangan berkecil hati!
Lha wong saya yang cowok aja juga takut koq!
Soalnya saya belum menikah, jadinya takut mati.
Kalaupun kau terjatuh lalu tewas, kau kan dikenang sebagai perempuan pahlawan, menyandingi Cut Nyak Dien, atau bahkan Cut Tari.

Ada sopir busway Tranjakarta yang wanita, kau pun bisa seperti dia.
Ada kernet bus PPD yang wanita, kau jangan mau kalah.
Ada tukang bor di proyek jalan yang wanita, kau harus mampu.
Tengoklah Mbak Inul Daratista.
Kau juga jangan risau karena beranggapan bahwa tiap nabi itu pria.
Siapa bilang tak ada nabi yang wanita?
Nabi La kan wanita.

Wahai para perempuan, tulang rusuk Adam, janganlah kau lekas menangis, apalagi hanya karena pria brengsek.
Namun kau dipersilakan menangis jika harga telur, cabai, bawang, dan beras naik.
Tapi... jangan menangis sepanjang hari ya. Entar kamu telat untuk berbelanja di Jakarta Great Sale.
Ada bra yang didiskon Rp 20.000 dapat 3 lho. Kemarin saya beli celana kolor cuma Rp 10.000. Terus calon istri saya beli daster cuma Rp 25.000.
Cepat keburu kehabisan. Kalau begitu JGS tahun depan aja dech.

Prosa lirik ini cuma candaan, dan tak bermaksud menyudutkan kodrat para wanita. Tapi kalau Anda--wanita--mau menerapkannya ya terserah. You'll be a wonderwoman.

Diambil dari my diary "Pria tanpa Kepala", per 15-16 Agustus 2010

Senin, 26 Juli 2010

112. Tebak-tebakan Nama Artis


1. Artis siapa yang saluran pencernaanya lancar?
Angelina Jeli (Jolie); jeli itu agar-agar kan?

2. Artis siapa yang suka main musik?
Febi Febiola
Gue baru tahu kalau penggesek dawai biola terbuat dari buntut kuda. Kuda liar boleh. kuda sumbawa bisa. Kuda lumping apalagi. Whatever!

3. Artis siapa yang murah tawa?
Gita Ketawa

Informasi: Saat penguburan pamannya Gita Gutawa (Geri Gutawa) di TPU Tanah Kusir, Bapakku pas lagi di situ (tapi bukan pelayat) menegur seorang pria yang tak ia kenal.
"Katanya yang meninggal kakaknya Erwin Gutawa, terus Erwinnya mana Pak?"
"Ya saya. Saya Erwin Gutawa," tandasnya.
Gubrak!!! Maklum, Bapak saya hanya kenal Gita Gutawa.

4.Siapa artis yang kutu buku?
Puput Novel

5.Siapa artis yang jadi jadi fotografer di kantor berita Indonesia?
Oka Antara (Kantor Berita Antara)
Andai ia memotret Cut Tari yang lagi berjilbab, lalu keterangan fotonya: "Antara/Oka".
Faktanya, misal fotografer Kompas, Arbain Rambey: "Kompas/Arbain Rambey".

6. Siapa artis yang suka main alat musik, tapi bunyinya menggema gitu?
Gong Li (dari Hong Kong)

7.Siapa artis yang nggak pernah kekurangan ion?
Marissa Nasution
Pocari Sweat; pengganti ion Marissa Nasut...

8.Siapa artis yang rajin cuci baju?
Julia Perez
Crot...! Yaah, bajuku basah. Cuci dulu Bang.

"Perez baju di malam hari, paling enak sama kekasih/Diperez Bang, diperez/ Enak Bang? Silakan di perez..."

9.Siapa artis yang doyan biskuit?
Ersa Mayora (Mayori, red)
Satu lagi dari Mayora

10. Siapa artis yang selalu menghabiskan pulsa?
Penelepon Cruz (Penelope)

11. Siapa artis yang punya pabrik kopi?
Tora 'Bika' sudiro
Satu lagi dari Mayora

12.Siapa artis yang bangkit dari pingsan?
Titi Siuman (Sjuman)

13. Siapa artis yang hobinya makan ikan kaleng?
Luna Maya/ Lady Gaga juga boleh; Gaga Sardines

Video yang mirip Luna Maya tersebar di dunia maya. Karena ia dongkol, ia makan aja sarden Maya. Eh, ia malah menyusul Ariel pakai bus Maya-Sari Bhakti. Sampai di sana, Ariel asyik makan kacang Maya-si.

Kalimatnya yahud kan?

Udah ah, capek nih bu. Kalian kasih tebak-tebakan donk ke saya. Jangan hanya jadi pembaca ala sapi ompong. Apa? Nggak kenal dengan saya? Kenalan Yuk...!

Tulisan ini asli dibuat oleh Abu Waswas. Kalaupun ada kemiripan di lirik-lirik di atas dengan pembuat lain, kemungkinan itu hanya kebetulan saja.

Nama-nama artis/public figure/aktor/aktris/musisi yang disebut di baris-baris ini adalah benar adanya dan diplesetkan namanya. Mohon maaf apabila ada ketersinggungan dari pihak terkait atas gurauan ini.

Merek-merek yang tercantum di sini; Mayasi, Pocari Sweat, Mayora dan Tora Bika, Maya Sardines, serta Gaga Sardines adalah bukan iklan. Walau bertendensi sebagai sebuah iklan gratis. Bayar donk!

Hak Cipta dilindungi UUD: Undang-undang Dong (kalau anak Anda sunatan).

Per 23 Juli 2010
Dari buku harianku: "Pria tanpa Kepala".

Selasa, 22 Juni 2010

111. Mengintip Buku Harianku (Part 2) Cerpen Bocah Ingusan


Waktu saya mengobrak-abrik buku-buku lama, tanpa sengaja menemukan buku harian tahun 2004. Ini buku harian cowok, jadi bayangkanlah isinya berupa catatan-catatan nggak penting, gambar-gambar jorok, dan cerpen-cerpen norak. Salah satunya cerpen ini, dan saya nyengar-nyengir saat membacanya. Betapa sungguh menjijikkan cerpen ini! Bacalah pelan-pelan dan cermati, lalu beri nilai.

**JIKA PUTUS CINTA, SAYA CUKUP MENANGIS DUA KALI SAJA. PERTAMA EMPAT TETES, KEDUA DUA TETES**
Oleh Sudarmanto Syaukanie alias Abu Waswas

The Reason-nya Hoobstank mengentak keras ke seluruh lorong rumah. Hari ini Efan tak ke sekolah, sakit alasannya. Dia mau bicara ke Diza, namun HP-nya off. Diza lagi sibuk belajar di kelas. Efan hanya meninggalkan pesan. Kemudian ia salin pakaian, meluncurkan motornya ke CITOS (Cilandak Town Square).

Diza tak ingkar janji. Usai pelajaran terakhir, taksi menggondolnya ke tempat di mana pujaan hatinya menunggu. Sesudah makan siang, Diza memulai obrolan.
"Ada apa, Tembem? Penting ya."
"Hmm, aku pengen bilang...."
"Iya, apa?"
Dada Efan berdebar kencang. Tak tega memutuskan benang cinta Diza yang tulus.
"Begini, kita kan udah jadian dua tahun...."
"So what gitu loh?"
"And so, kita putus aja sampai di sini."

Diza semakin heran, hatinya hancur. Cintanya yang tulus dan penuh pengorbanan hanya dibalas setengah hati. Ia tak perlu penjabaran panjang, hanya membalas satu kalimat. "Ya udah, kalo itu maumu," air matanya nyaris pecah. "Tapi Diz, sebentar lagi kan aku kuliah di Bandung. Jadi mending kita selesai aja," dalihnya. Lantas, apakah cinta hanya dibatasi oleh jarak? Katanya samudra kan kuseberangi, tujuh benua kan kujelajahi, Everest kan kudaki. Namun, baru Jakarta-Bandung, asmara harus disudahi. Dan Diza makin mantap hatinya bahwa cinta Efan tak seberapa.

Diza mencegat bus metromini, naik dan duduk di kursi keras. Biasanya dia lebih suka taksi daripada bus ugal-ugalan itu. Mungkin mood-nya lagi amburadul, jadi salah pilih kendaraan.

Diza merenung, mengapa tiap pria yang dicintainya kerap mencampakkannya. Todi, Adjie, Yusuf, Komang, Slamet, dan terakhir Efan adalah sederet laki-laki yang kudu dibersihkan dari otaknya. Ia pun ketiduran, tak mandi, tak makan, tak minum susu pelangsing, dan berniat bolos esok. Tentu ibunya cemas, sepulang sekolah tak keluar kamar.
"Diza, ayo dahar, Neng (ayo makan, Nak)," ibunya mengetuk-ngetuk daun pintu.
"Dahar naon, Bu? (makan apa, Bu)," ia terbangun.
"Tempe mendoan."
"Tempe deyi-tempe deyi (tempe lagi)."
"Wayana, atuh (seadanya, dong)."
"Ya udah."
"Cepat. Dahar di meja apa di diye? (makan di meja atau di sini)."
"Hatur nuhun, Bu (thank you, Mom). Nanti aku ambil."

*************************************************************

Si jengger merah menyambut fajar. Jam berdering 5 tepat. Usai salat subuh, Diza ke kamar mandi. Niat bolosnya diurungkan. Ia menghirup pagi dengan sukacita, seakan amnesia. Toh, ia tak kaget lagi kalau mesti dikecewakan oleh makhluk berjakun itu.

Sahabat-sahabatnya menyambut gegap gempita kehadirannya.
"Helooo, semangka bangka (semangat banget), nek," Meri menyapanya hangat.
"Apanya yang semangka, lagi binetine begindang (bete begini)."
"Tampanglu ceria gitu."
"Emangnya gue Daihatsu."
"Ayo donk, ceritain. Akika mawar tahta (aku mau tahu), nich," Nadya mau tahu saja.
"Cerita apa, sich?"
"Bukannya elu ke CITOS sama Efan ganteng itu. Ngapain, bo," tukas Meri.
"DIA MUTUSIN GUE!!!" Diza teriak.
"KYAAA...!!!" Meri dan Nadya berteriak serentak, kompak, tak perlu aba-aba.
"Alaska-nya? (alasannya)."
"Ntar gue ceritain di kelas."

Bel masuk pun ikut-ikutan berteriak. Pak Rully, guru bahasa Inggris yang buncit dan bau jigong itu, keluar dari ruangannya. Setelah berdoa menurut agamanya masing-masing, lalu mengucapkan salam, Pak Rully memulai materi.
"Murid-muridku, apa bahasa Inggrisnya 'nasi panjang'?"
"Long rice, Pak," Ronald Tjong, sang jawara kelas, dengan cekatan menjawab.
"Salah, tuch. Jawabannya, 'long-tong'," Yoshua, siswa asal Jayapura, berkelakar.
"Ha-ha-ha...." Murid-murid seisi laboratorium bahasa tertawa cekikikan. Suasana menjadi riuh rendah.
"Yeah, aku suka, lho, yang panjang-panjang," suara cempreng Meri meredam kegaduhan.
Semua mata tertumbuk ke Meri dengan tatapan aneh, sebagian cowok memandangnya dengan tatapan binal. Wajah Meri tampak merah padam, lalu berubah menjadi pucat pasi. Ruangan lab menjadi hening.
"...."
"...."

*****************************************************************

Sepulang sekolah, dari rumah masing-masing, mereka keluyuran ke EX Plaza Indonesia. Diza, Meri, dan Nadya ingin menyaksikan film Shrek 2. Sembari menanti film diputar, Diza dan Meri ngobrol-ngobrol, sementara Nadya membeli jagung pop.
"Meri, kulitlu koq makin mulus dan cerah aja, dech. Rahasianya apa?" Diza heran.
"Kan aku pake lulur kocok mustika raja."
"Lulur kocok? Akika takara (aku takut) ngebayangin yang dikocok-kocok. Soalnya gue pernah makan mi kocok sama Slamet di pinggir jalan, eh ditabrak mobla (mobil)."
"Ha-ha-ha, kenangan romantis sama mantan, ya. Terus gue juga minum teh hijau cap kepala botak."
"Masya Allah, koq mereknya aneh-aneh, sich? Beli di mandra? (di mana)."
"Ada, dech. Kalo lu datang ke acara Natal gue, bakal gue kasih parsel, isinya produk kecantikan. Mawar tinta? (mau tidak)."
"Hmm, tapi gue makarena (makan) daging ayam aja, ya."
"Gak boleh. Lu harus makan babi hong (tumis daging babi), ha-ha-ha."
"Ah, bercanda, kan. Ntar gue kasih baju Lebaran gue yang belum dipakai. Barteran, yuk."
"Asyik...."
"Gue malas pakai tuch baju. Dari Efan, sich."
"No matter. Give it to me, ha-ha-ha...."
"Ya Allah, lu senang banget. Ketawa mulu."
"Gue teringat ayat di Injil (Mazmur): 'Tawa itu seperti burung yang terluput dari jerat penangkap, dan burung itu menjadi lepas bebas'."
"Oh, ya...?"
"Iya donk. Makanya lu ketawa, jangan loyo gitu, cemberut mulu. Baru putus cinta. Gimana kalau bonyoklu (orangtuamu) yang meninggal?"
"Suster, thanks for your advice."
"Not at all."
Sekonyong-konyong Nadya memotong percakapan karena ia melihat ada seorang cowok yang ia kenal bergandengan dengan seorang cewek yang singset dan putih. Beda dengan Diza yang gendut dan berkulit gelap.
"Eh Diz, itu kan Efan. Sama siapa, tuch?" Nadya meyakinkan.
"Gak tahu, ah. Gue mawar pulsa! (mau pulang)."
"Lho kok, L-H-O-K-O-K, terus gak jadi nonton?"
"Ih... gitu aja ngambang (ngambek). Efan kan bukan siapa-siapa lagi. Masih banyak cowok guanteng di dunia indang (ini), bo. Zamannya emansipasi, tunjukkan kalo cewek itu kuat!" Meri berapi-api.
"Kuat itu kan yang ada di gigi," Nadya main plesetan.
"ITU KAWAT!" Meri menimpali kegaringannya.
"Iya, betul kata Meri. Lagian sayang kan tiketnya mahligai (mahal). Gue bela-belain gak beli soptek, pake daun pisang aja, dech." Nadya mencoba menghibur dengan keluhannya.
"Jangan daun pisang, tapi daun bambu!" Diza kali ini bersemangat.
"Ah... ntar 'anu'-ku gatal."
"Daun sirih aja, biar kesat," gurau Meri genit.
Akhirnya mereka terbahak-bahak dan berpelukan mesra layaknya Teletubbies. Oh, so sweet. Memang, sahabat adalah obat.

Ini Sabtu malam pertama di mana Diza menghabiskan malamnya bersama dua sahabatnya. Sebelumnya ia memilih kencan dengan Efan Simanungkalit. Pukul 8 malam, burung biru berhenti di depan rumah. Setelah bayar ongkos taksi, Diza mengibrit ke kamarnya. Radio dihidupkan, berfrekuensi 102.2 Mhz. Malam ini Imam Wibowo siaran dari ujung Mendut sana, membawakan program MUFI (musik & film).
"102.2 FM Prambors rasi sonia. Kawula Muda, masih sama gue, Imam Wibowo, di Prambors MUFI, musik dan film. Masih sisa satu jam lagi ngebahas film-film bertema unhappy ending dan soundtrack-nya bla-bla-bla.... Lagu selanjutnya dari film Titanic, dan gue mau muntah kalo dengar lagu ini. Ya udah, ini dia Celine Dion, My heart will go on. Stay tune."
"Pas banget tuch, sama nasib percintaan gue, selalu unhappy ending," Diza mengoceh sendirian.

Soundtrack-soundtrack dari film (tema) unhappy ending memang cukup menyayat-nyayat, apalagi dibawakan dengan penuh emosi. Maka hatinya makin hanyut dalam lara, dan ia pun menangis.

Dalam tangisnya, ia teringat sepenggal syair dari seorang pujangga asal Lebanon, Kahlil Gibran: "Cinta adalah sesuatu yang benar dan pasti. Tapi jangan percaya itu. Berbahagialah Anda bila tak percaya akan cinta. Walaupun penyesalan terbesar adalah orang-orang yang tak pernah mencintai dan dicintai." Oh....

Jakarta, November 2004

Disunting dari buku harian berjudul "Who am I?"

Gimana cerpennya, norak, kan? Maklum, yang bikin bocah ingusan (saat itu 17 tahun) yang buta sastra.
Kalau kalian punya cerpen, bagi-bagi, donk.

Kamis, 03 Juni 2010

110. Bagai Sang Surya Menyinari Dunia


Saya begitu mudah menganyam kata-kata untuk syair puisi dan lirik lagu bagi sang pujaan hati. Namun, hal itu menjadi sulit jikalau harus kutuliskan bagi Enyak-Babe.

Satu jam sangatlah panjang tatkala bercengkerema dengan Ayah-Bunda. Dan tak terasa sudah tiga jam kongko-kongko ngalor-ngidul bareng kawan-kawan atau kekasih.

Murahnya kata maaf dan sayang bila dilisankan ke sobat atau sang pacar. Oh, alangkah gengsinya pabila kudu diujarkan ke Abah-Emak.

Ah, Bapake-Mboke...
Tak semenit pun kalian memaksaku untuk hadir menemanimu tiap malam, juga akhir pekan. Tak sedolar pun kalian menjarah uangku.

Dan tak pernah sanggup kubayar impas air susumu, Mami. Tak mampu pula kuganti peluhmu, Papi. Lantas saat saya akan menikah, tentu akan kuhabiskan sisa usiaku untuk istriku. Kau pun menghirup kesepian dan menanti kunjunganku saban minggu, saban bulan, atau bahkan cuma sekali setahun kala mudik.

Kelak akan kudapati kabar tentang kematianmu di sela-sela kesibukanku. Kusambangi jenazahmu dengan lelehan air mataku. Hingga suatu waktu cucu-cucumu melakukan hal yang sama seperti yang dulu kulakukan padamu. Begitu terus, berputar ulang. Tunduk pada singkatnya siklus kehidupan.

Adakah cinta yang abadi, Allah?

Selasa, 25 Mei 2010

109. Perubahan


kabut subuh melumatkan nyenyakku
hujan cahaya mengaburkan pandanganku
bercak darah melumuri cita-citaku
hitam tak lagi hitam
putih tak lagi putih
terang langit semakin redup
harimau tak lagi buas

hanya akulah yang mampu menghitamkan bayangan,
menerangi langit, dan membangunkan harimau yang hibernasi
juga hanya akulah yang bisa meniup kapas dengan perasaan
berubahlah, atas nama kesempurnaan
bangunlah, atas nama pencarian
cintailah, atas nama ketulusan
bacalah, atas nama Tuhanmu yang menciptakan

Rabu, 12 Mei 2010

108. Ada Uang di Balik Otak


Miris hati ini apabila menyaksikan pemberitaan di media massa mengenai kelulusan ujian nasional (UN). Otak saya sampai berputar 360 derajat karena mendengar ada satu sekolah yang seluruh siswanya tak lulus. Bahkan, merata hingga satu kecamatan. HA...!(teriak). Terlepas dari polemik tentang penyelenggaraan UN, apa yang sih yang salah dengan otak murid-murid itu? Entahlah!

Sepanjang saya berpartisipasi dalam ujian (EBTANAS/UAN/UN), saya selalu lulus, meski bukan peraih nilai tertinggi. Lulusnya bisa jujur ataupun tidak. Sejujurnya saya ingin lulus dengan jujur, namun sistem (sekolah) memaksa saya untuk tidak jujur. Kalau jujur seorang diri, saya dicap munafik atau sok suci. Huh...! Pernah menjelang UN tahun 2006 untuk bahasa Inggris, satu kelas dipungut Rp 10.000/siswa. Hanya saya yang sengaja belum membayar waktu itu. Kemudian guruku bilang ke saya, "Sudarmanto yang ganteng, kamu belum bayar Rp 10.000 (untuk contekan), ya? Apa kamu nggak grogi saat ujian nanti?" Balasku singkat, "Nggak tuch!" Mendengar jawabanku yang judes, guruku kebingungan. "Tapi kan nanti kamu kesulitan, karena ini soalnya lisan." Lalu, "Ih, capek, dech. Sekarang saya lancar berbahasa Inggris karena sering mengonsumsi kecap inggris," gurauku. "Yeh...baru kecap. Kalau saya makan kunci inggris tiap hari," timpalnya tak mau kalah. Akhirnya terpaksa dech saya beli karcis menuju neraka firdaus.

Tahun itu (2006) jumlah mata pelajarannya masih tiga. Tentunya saya dielu-elukan oleh guru-guru dan teman-teman. Katanya saya harus memberi jawaban ke teman-teman pas ujian berlangsung. Padahal saya itu nggak pernah belajar lho, tapi kok mereka bilng saya itu pandai. Narsis lo! Apalagi untuk pelajaran yang namanya matematika. Wuih,saya bolos terus kali. Males jeng!

Masa-masa sekolah memang masa yang paling indah. Kecuali saat SMK (STM), cowok semua! Untungnya mereka selalu menyayangiku dan menasihatiku agar saya tak merokok, miras, narkoba, tawuran, seks bebas, dan judi. Padahal mereka yang menasihatiku itu adalah orang yang justru melakukannya. Aneh. Mirip pepatah, "seorang penjahat tak mau anaknya menjadi seorang penjahat, ia akan menasihati anaknya agar menjadi seorang penjahit". Mereka (dari teman SD hingga SMK) juga selalu membayarku untuk mengerjakan soal-soal mereka. Lumayan buat jajan. Nominalnya mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000. Uangnya dipakai untuk beli alat tulis, nonton di bioskop, nonton bokep di warnet, beli komik, dan macam-macam dech. Termasuk saya menjadi "guru privat" bagi tetangga-tetanggaku yang buah hatinya B 3 GO. Bagi yang orangtuanya kaya, saya diberi imbalan yang pantas. Namun, bagi yang orangtuanya miskin, mereka hanya bilang, "Arigato (terima kasih)." Seketika kujawab, "Ai, sakumurata (dasar bokek lu!)."

Senin, 03 Mei 2010

107. Mi Rebus Kuah Telur


Ini adalah kreasi mi instan. Cobalah resep ini agar rutinitas makan mi instan Anda tak monoton.

Bahan:
-mi instan rasa soto atau sesuai selera Anda
-telur ayam rebus (dalam cangkang)
-satu siung bawang merah
-satu sdm saus cabai extra pedas

Cara membuat:
-rebus mi hingga matang (ya iya lah)
-masukkan irisan bawang merah ke dalam mangkok
-masukkan satu sdm saus
-ambil setengah kuning telur rebus (setengahnya kasih kucing Anda), dan lumatkan ke mi rebus
-putih telurnya ditaburkan di atasnya

Alamak, pasti lezat nian. Tapi makan mi instan jangan tiap hari ya. Dan ucapkanlah basmallah sebelum memakannya.Selamat menikmati.

Kamis, 22 April 2010

106. My Latest Twitter Update


# @TraxFMJKT Molen & Rio, biarpun gue gak bisa bedain suaralu berdua (karena pendengar baru), tapi gue request Bonjovi "always". half a minute ago via web



# TraxFMJKT

clubsky : alohaa anak trax 4 minutes ago via web Retweeted by you



@BarackObama Hi, I'm Indonesian. How are you Barack Obama? Please come to my state.... 6 minutes ago via web in reply to BarackObama





@pandji Ah, pertanyaan gue gak dijawab kemarin! 8 minutes ago via web in reply to pandji



#

@resthiston Mau somay! tapi makan bedua ya 11 minutes ago via web in reply to resthiston



#

@resthiston Mau donk! 19 minutes ago via web in reply to resthiston



#

@Prambors Prambors kurang asyik sekarang! Garing! Basi! dan monoton! 31 minutes ago via web in reply to Prambors



#

Tadi gue lewatin (jalan kaki) taman TPU Tanah Kusir, eh...ada yang pacaran! 32 minutes ago via web



#

@TraxFMJKT Bidang kebidanan, agar tak terjadi baby booming! 33 minutes ago via web in reply to TraxFMJKT



#

@pandji Mas Pandji, apa sich bedanya nasionalis dengan patriotis? 8:02 AM Apr 18th via web in reply to pandji



#

Tuhan itu mahabesar,maka mintalah (doa) yang besar-besar.Kalau bermimpi ingin mobil, jangan Toyota, tapi Ferrari. 8:01 AM Apr 18th via web



#

@traxfmjkt Seandainya ada pendengar bayaran,gue rela hanya dibayar 50% untuk dengerin Trax Fm.50%-nya buat bayar listrik dan beli cotton bud 7:58 AM Apr 18th via web



#

Berbahagialah, meski kamu sedang tak bahagia.... 8:25 AM Apr 13th via web



#

@radityadika udang banyak proteinnya 8:25 AM Apr 13th via web in reply to radityadika



#

Gue lagi suka banget lagu Hujan by Kascaphony!!! 8:29 AM Apr 9th via web



#

@traxfmjkt Trax FM, the boombastic teen radio in town!!! 8:29 AM Apr 9th via web



#

@trax fm jkt Trax fm ibarat anak kecil yang masih bersemangat dan berjiwa muda. Semoga Trax tetap seperti itu di usia 30-an nanti. 6:22 AM Feb 23rd via web


#

Kok ada bar bernama Budha Bar Kenapa pakai istilah suci dalam agama coba kalau ada Yesus Bar atay Muhammad Bar Pasti bakal Bu-Bar! 8:34 AM Oct 30th, 2009 via web



#

Gaji pejabat naik? Gue malah turun, turun berok! 8:16 AM Oct 27th, 2009 via web

my Twitter @abuwaswas

Selasa, 13 April 2010

105. Ada yang Menyeterum


saya sedang keseterum
seperti ditusuk-tusuk jarum
dan badanku laksana hanyut di sungai Citarum
sungai yang sama sekali tidak harum

anehnya, dari ujung rambut ke jempol kakiku tak hangus
tapi kulitku jadi mulus
sehalus pantat bayi tikus

seterum apa ini, aku masih heran
aku pun bertanya pada kecoa, kucing, dan macan
mereka tak sanggup menjawab, mereka malah terkesan
sebab saya masih bingung, saya lesehan di halaman
makan lima potong ketan
dan es cendol bersantan
ditemani tiga ekor ayam jantan
hai kawan-kawanku yang cantik dan tampan rupawan
bisakah kalian jawab, seterum apa gerangan?

Senin, 05 April 2010

104. Bahasa Diam



Ketika kuminta Allah untuk menjawab doaku, Dia pun akan menjawabnya.
Kemudian kupasang kedua siput telingaku.
Namun, tak kudengar juga suaraNya.
Ternyata saya mendengarnya melalui mataku, hidungku, mulutku, dan kulitku.
Yang kali ini saya belum mendengarNya.
Kusangka-sangka Dia menggunakan bahasa diam.

Maka dari itu, rabalah dengan matamu, sehalus apa awan jingga pada sepotong senja.
Jilatlah dengan hidungmu, semanis apa sari bunga kamboja yang tumbuh di tanah makam.
Ciumlah dengan telingamu, seharum apa batang baja rel yang diinjak-injak oleh kereta.
Lihatlah dengan kulitmu, seindah apa mahligai istana yang diduduki oleh ratu yang masih perawan.
Dan, dengarlah dengan mulutmu, sebising apa gema membahana dari tebing-tebing merah.

Lalu, apakah dengan begitu akan kupahami bahasa diam?

Sabtu, 20 Maret 2010

103. Masturbasi


pikiranku melayang-layang ke negeri zirbad, negeri bawah angin
rongga badanku dijilati oleh api syahwat
api yang mula-mula dingin, kini hangat, panas, dan membakar
menyublimkan helai per helai pakaianku
aku pun masturbasi, dengan sabun balita yang lembut
Ibunya protes, "Kau memakai sabun keponakanmu?"
"Nggak sih. Mungkin dijilat-jilat oleh Tika (tikus kampung)," dustaku.

tatkala malam merengkuhi bumi, tak ada yang rebahan di dada bidangku yang bertato Mickey Mouse ini
dingin, membeku, membatu, berlumut ganggang hijau
bercumbu dengan bantal gulingku
berpelukan dengan senyap gulita
bersetubuh dengan mimpi-mimpi murahanku
dan tiap malam kudonorkan darahku untuk utusan PMI
"Darah muda darahnya para remaja./Yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah./Masa muda masa yang berapi-api./Yang maunya menang sendiri, walau salah tak peduli...."

malam yang berkabut itu, kucoli ria, khas seorang bujang lapuk dan duda karat yang takut berzina
"Hari hari bilangnya ke kantor, padahal bobo bobo siang, bobo bobo siang...."
dan kukocok pelan-pelan laksana mengocok telur moa
pejamkanlah mata
nikmatilah
mendesahlah, ah...
yeah, sebentar lagi ejakulasi, tanpa polispermi
OH...!!! orgasme primer!
kukocok kencang-kencang bak mengocok telur brontosaurus
menyemburlah lahar-lahar kegelisahan
dari magma-magma membara yang meronta-ronta di inti bumi
bagai kegelisahan seorang janda yang hanya menikah sembilan hari
sebab suaminya tewas diseruduk banteng
"Mengapa terjadi kepada dirimu./Aku tak percaya kau telah tiada./Haruskah kupergi, tinggalkan dunia, agar aku dapat berjumpa denganmu...."


Tok-tok-tok!
"Kau mandi lama banget!" kakakku teriak.
"Iya, sudah. Dasar pengganggu!" ketusku.

Minggu, 07 Maret 2010

102. Main "Panas"


Seorang bapak tega-teganya bermain "panas" dengan anak gadisnya yang masih berusia 10 tahun. Jangan menyangka bahwa permainan ini adalah inisiatif dari si bapak. Anaknyalah yang merengek dan merayu agar si bapak mau melakukannya. Tadinya si bapak malas melayani anaknya, tapi berhubung si istri sedang merantau di Hong Kong sebagai TKI, inilah kesempatannya. Lagi pula, si anak tak keberatan apabila harus berkeringat bersama bapaknya yang ganteng itu (mirip Primus--pria mulus--anggota DPR).

Dengan penuh gairah, akhirnya si bapak mengajak putri semata wayangnya untuk bermain layang-layang. Karena mainnya siang bolong, mereka kepanasan dan berkeringat. Yang semakin bikin berkeringat adalah layang-layangnya menyangkut di antena TV rumah pak RT. Begitu si anak menariknya, alhasil tiang bambu penyangga antenanya malah patah! Aduh, biung, mana si bapak sudah lima bulan belum bayar iuran hansip. Sontoloyo!

Jumat, 26 Februari 2010

101.Maaf


M-A-A-F. Sepenggal kata yang sangat pendek, namun mempunyai makna yang begitu dalam. Jika tak ada masalah dengan kata ini, tentu takkan ada legenda Malin Kundang. Apabila si ibu dengan lapang dada mau memaafkan anaknya, pasti Malin tak akan jadi sebongkah batu. Garis besarnya, maaf adalah lanjutan dari tersakitinya satu pihak oleh pihak lain. Ya, namanya juga hati, kalau sudah tercederai, susah sekali untuk diobati.

Sebaliknya, bagi pihak yang tak termaafkan, sepanjang hidupnya akan mendapati dirinya resah, yang sangat mengganggu hidupnya. Nah, jelas, hal itu tidak kita inginkan terjadi. Karena namanya juga hidup, adakalanya kita berhak memaafkan kesalahan orang lain. Di lain kesempatan, untuk hal seremeh apa pun persoalannya, kita toh pasti pernah memohon maaf pada orang lain. Dan kita tak sudi perasaan bersalah terus bersemayam dalam hati kita, sebab sungguh sangat tidak menyenangkan. Meminta maaf memang mudah, namun memberi maaf ternyata jauh lebih sulit. Dan, "maaf", pada akhirnya memang hanya sebuah kata. Orang yang pemaaf adalah dia yang paling mengerti makna dibalik kata tersebut.

---------------------------------------------------------------------------------
Dengan menjadi seorang pemaaf, kita...
1. Kita takkan menyeret seseorang ke pengadilan (dan tervonis hukuman penjara), hanya karena dia mencuri dua buah kakao.
2.Kita takkan menjadi seorang pendendam. Apalagi jika yang bersalah adalah pasangan kita yang sudah berselingkuh dengan selusin orang.
3. Saya takkan bertengkar dengan tetangga dekat, karena saya salah paham. Nggak enak banget, cekcok dengan tetangga dekat. Tiap hari ketemu, tapi kalau berpapasan, mukanya pasti manyun. Rasanya percuma punya seribu kawan, kalau ternyata kita masih punya satu lawan (pengalaman pribadi).

Rabu, 20 Januari 2010

100. Siluman Monyet Putih




Azan mendesah-desah di kolong langit yang redup. Para malaikat terjun ke bumi seraya disinari bintang zohrat yang bertengger di kaki langit timur. Karena saya bernajis, maka kutuju kamar mandi untuk mandi junub. Di paruh waktu, terdengar suara "HEY!". Saya kaget, dan celingak-celinguk sambil bergumam, "Siapa yang manggil gue? Kayaknya nggak ada siapa-siapa, dech?" Langsung saya berwudu. Merinding! Dan peristiwa subuh horor juga pernah dialami tetanggaku, Pak Emen. Ketika dia berwudu, dia dikencingi genderuwo dari atap mushola. Termasuk imam mushola, Pak Azis, yang dia ditertawai kuntilanak di jendela mushola saat baca al-Qur'an.

Pada ujung malam, kakakku kesulitan buka pintu WC. Begitu didobrak, alhasil ada sosok hantu bermata besar yang jongkok di balik daun pintu. Sontak ia menjerit dan lari pontang-panting. Lalu, masih eksiskah setan atau hantu di era informatika ini? Mari kita kilas balik ke lingkungan rumahku yang dulu, sebelum saya pindah ke alamat baru.

KISAH LINGKUNGAN RUMAH LAMA (1994-2006)

Lingkungan di situ terdapat hamparan tanah gambut yang asam. Ditumbuhi tanaman berduri dan pohon rengas, serta menjadi habitat dari biawak dan bangau. Di rawa-rawa inilah keangkeran bersumber, yakni berupa suara-suara gaib. Manakala lolongan serigala dan rintihan pungguk terdengar, maka saya (saat itu 12 tahun) mendengar semacam suara gamelan jawa yang menghentak dari genteng kamarku. Genteng seakan-akan dilempari pasir dan dihujani tengkorak yang menggelinding. Dua kali saya mengalaminya. Bagi tetanggaku yang matanya rabun, mereka sanggup melihat monyet bergelantungan di pohon rengas. Sedangkan saya dan yang lainnya yang bermata normal, malah tak awas. Kami menjuliknya "Siluman Monyet Putih". Jangan-jangan saudaranya Siluman Ular Putih.

Kompleks rumah kami dihubungkan oleh gang kecil untuk akses ke jalan tipe III c. Gang kecil ini terbentuk dari deretan punggung rumah. Di sinilah kerapkali kami diteror oleh setan. Begini singkat ceritanya. Tetanggaku kala malam melintasinya, lalu dicegat oleh ular yang mahagendut. Kemudian di kala hujan merintik, ibuku dikejutkan oleh setan yang kerdil. Lantas ia pun memilih jalur lain, yang mana itu lebih panjang tiga puluh kali lipat. Termasuk aku dan kawan-kawan seusia SMP, yang ditakuti oleh makhluk bertubuh besar yang menyempil di barisan kami. Spontan kami tunggang-langgang dan tersandung-sandung. Inilah yang klimaks. Tetanggaku dikerjai oleh dua setan sekaligus. Pertama, ia berjumpa dengan hantu nenek bejubah hitam, yang menyapa, "Pak, takut denganku ya? Hi-hi-hi...." Seketika dia pun berjalan seribu langkah. Namun, baru menghabisi lima ratus langkah, ia dikagetkan lagi oleh hantu pria berbusana SMA. "Kenapa Pak, koq jalannya cepat-cepat?" tanya setan itu, yang diduga arwah dari pelajar SMA yang dikebumikan di makam wakaf sebab OD drugs.

Semasa SMK, saya berangkat via makam Tanah Kusir pada pukul 5.15. Suatu pagi yang buta, saya ada barengannya. Dia sekira sepuluh langkah di depan saya dan dia berbusana gamis. Dia lalu naik metro mini dan saya menyusul. Tapi begitu bokongku menyentuh bangku dan mataku menjelajah ke pelosok bus, aku tak lihat pria bergamis itu lho. Ternyata gue berangkat sekolah bareng dedemit. IH...TAQYUUUUUUUUT BO! Esoknya saya berangkat pukul 5.45.

Waduh, padahal ceritanya masih banyak banget. Kalau diceritakan semua, bisa dua puluh alinea. Yang mengetik capek, yang baca juga malas. Dan, hati-hati, nanti malam kalau Anda mau ke kamar mandi. Ada apa tuch di balik daun pintu...?

Dari catatan NAFSU SELIAR-LIARNYA (27/6/2009) dan HUJAN HURUF (2/1/2010)

Jumat, 08 Januari 2010

99. Syukur Berjamaah


Terima kasih Allah. Aku bisa dengan leluasa menghirup oksigen, walau sering bengek kalau malam hari, kebanyakan merokok. Di Rumah Sakit Omni Internasional ada yang terserang asma akut hingga harus dirawat inap. Alhamdulillah, saya tak punya asma. Saya berjanji akan berhenti merokok.

Terima kasih Allah. Penyakitku hanya sama. Ada saudaraku di RS Kanker Dharmais yang menderita kanker paru-paru, dan bersusah payh menganyam harapan untuk sembuh. Alhamdulillah, saya hanya asma.

Terima kasih Allah. Engkau telah memberikanku kanker. Betapa nikmatnya memiliki paru yang sehat justru ketika aku lagi sakit. Terima kasih atas paru pinjamanMu. Alhamdulillah, saya masih berharap untuk sembuh.

Terima kasih Allah. Mataku masih normal (emetrop), meski seringkali mengintip mbak pembantu yang tengah mandi dan kerap memelototi situs porno. Karena banyak kawanku yang matanya rabun, seperti miopi, hipermetropi, presbiopi, dan hemosralopi, juga kelainan mata astigmatisma. Mereka harus memasang kaca mata agar dapat dengan jelas memandang obyek. Mulai hari ini saya akan lebih banyak melahap sayur mayur daripada ayam goreng sang kolonel yang berkaca mata itu.

Terima kasih Allah. Mataku hanya rabun. Saya sanggup menyaksikan panorama langit dan bumi, walau mesti memasang lensa ganda agar obyeknya jelas. Sebab masih ada hambaMu tercinta yang tunanetra/kebutaan, dan low vision. Alhamdulillah, mataku hanya rabun.

Terima kasih Allah. Hanya mataku yang buta, sedangkan seluruh anggota tubuhku berfungsi normal. Imanku pun semoga tak ikut-ikutan buta. Kalau aku sampai putus asa, aku tentu malu pada seekor kelelawar yang bisa pecicilan terbang ke sana kemari dalam kegelapan. Apabila bunyi ultrasoik keluar dari tubuh kelelawar, maka jiwa ultraman yang gagah berani akan keluar dari diriku. Dan tak lupa minum ultramilk dulu supaya sehat, ha-ha-ha, iklan nich.

Terima kasih Allah. HambaMu ini masih punya penghasilan, meski sering mengeluh tidak cukup. Di seberang sana ada banyak penganggur terdidik. Alhamdulillah, atas kucuran rezeki dariMu. Saya akan bersedekah lebih banyak, sebelum disedekahi oleh Dompet Dhuafa.

Terima kasih Allah. Saya jadi penganggur, bisa istirahat sementara. Saya akan berwirausaha secepatnya. Seekor cacing pun bisa hidup, beranak pinak, dan badannya gendut-gendut, tapi menjijikan. Padahal invertebrata yang satu ini tak punya tangan dan kaki, bahkan hermafrodit seperti bekicot. Kalaupun cacing dapat rezeki dariMu, kenapa saya tidak? Bukankah akulah makhlukMu yang paling paripurna di jagat ini?

Terima kasih Allah. Saya memiliki mobil yang butut. Lumayan bisa kebut-kebutan, brum...brum...brum....Eh, besok masuk bengkel lagi. Alhamdulillah, saya punya mobil, tetanggaku hanya punya motor yang suka mogok. Mulai hari ini saya nggak akan kebut-kebutan lagi ah....

Terima kasih Allah. Aku mampu berangkat kerja dengan motor, walaupun sering mogok. Bosku malahan ke kantor naik sepeda. Ih...cape dech, bo.

Terima kasih Allah. Thanks banget. Lha wong harga sepedaku lebih mahal koq dibanding motor merek Kawoskaki Ninja. Sepedaku itu mereknya Ya-Mahal. Alhamdulillah, saya bisa menggenjot sepeda, sekalian olah raga, plus bebas polusi.

Terima kasih Allah. Biarpun saya tak punya kendaraan pribadi, namun saya masih memiliki kaki yang sanggup diayunkan ke mana pun, termasuk ke tempat maksiat sekalipun. Karena ada kerabatku yang kakinya lumpuh dan terduduk di kursi roda. Saya berjanji takkan ke tempat maksiat lagi.

Terima kasih Allah. Kakiku masih utuh, meski keduanya lumpuh. Yang penting semangatku tak lumpuh, juga roda keuanganku yang tak pernah lumpuh. Alhamdulillah.

Terima kasih Allah. Saya memiliki seorang istri yang bawel banget. Saya baru pulang kerja, ia sudah nyerocos kalau dana belanjanya kurang. Cerewetnya persis Nenek Lampir yang turun dari Gunung Merapi yang baru meletus. Beruntung saya beristrikan seorang yang cerewet. Banyak rekan kerjaku yang tak punya istri. Bukan karena istrinya digondol oleh pria lain yang lebih tampan dan tajir, tapi ya...memang mereka belum menemukan jodohnya hingga usianya nyaris senja, bahkan usia malam. Alhamdulillah, saya akan lebih mencintainya, dan berjanji tak selingkuh (lagi).

Terima kasih Allah. Saya belum/tak punya pasangan hidup. I'm single and very happy. Jika bidadara/bidadari mengetuk pintu ruamahku, maka akan kuhancurkan seluruh dinding rumahku. Alhamdulillah, masih terlalu banyak nikmatMu yang alpa untuk kusyukuri.

Dari gabungan dua catatan yang sudah diedit dari aslinya. Catatan "Bertelanjang Dada, Berbaju Takwa", tertanggal 23 Juli 2009; dan catatan "Bidadara di Kota Abu-abu", tertanggal 6 Januari 2010.