Jumat, 26 Februari 2010

101.Maaf


M-A-A-F. Sepenggal kata yang sangat pendek, namun mempunyai makna yang begitu dalam. Jika tak ada masalah dengan kata ini, tentu takkan ada legenda Malin Kundang. Apabila si ibu dengan lapang dada mau memaafkan anaknya, pasti Malin tak akan jadi sebongkah batu. Garis besarnya, maaf adalah lanjutan dari tersakitinya satu pihak oleh pihak lain. Ya, namanya juga hati, kalau sudah tercederai, susah sekali untuk diobati.

Sebaliknya, bagi pihak yang tak termaafkan, sepanjang hidupnya akan mendapati dirinya resah, yang sangat mengganggu hidupnya. Nah, jelas, hal itu tidak kita inginkan terjadi. Karena namanya juga hidup, adakalanya kita berhak memaafkan kesalahan orang lain. Di lain kesempatan, untuk hal seremeh apa pun persoalannya, kita toh pasti pernah memohon maaf pada orang lain. Dan kita tak sudi perasaan bersalah terus bersemayam dalam hati kita, sebab sungguh sangat tidak menyenangkan. Meminta maaf memang mudah, namun memberi maaf ternyata jauh lebih sulit. Dan, "maaf", pada akhirnya memang hanya sebuah kata. Orang yang pemaaf adalah dia yang paling mengerti makna dibalik kata tersebut.

---------------------------------------------------------------------------------
Dengan menjadi seorang pemaaf, kita...
1. Kita takkan menyeret seseorang ke pengadilan (dan tervonis hukuman penjara), hanya karena dia mencuri dua buah kakao.
2.Kita takkan menjadi seorang pendendam. Apalagi jika yang bersalah adalah pasangan kita yang sudah berselingkuh dengan selusin orang.
3. Saya takkan bertengkar dengan tetangga dekat, karena saya salah paham. Nggak enak banget, cekcok dengan tetangga dekat. Tiap hari ketemu, tapi kalau berpapasan, mukanya pasti manyun. Rasanya percuma punya seribu kawan, kalau ternyata kita masih punya satu lawan (pengalaman pribadi).

Tidak ada komentar: