Minggu, 22 Agustus 2010

113. Nasihat untuk Para Perempuan


Wahai, perempuan, apa kabar kau hari ini?
Wow, you're so beautiful.
Gincumu merah jambu (monyet).
Riasanmu menor banget.
Kau pasti ingin dikencani oleh pacarmu yang tampangnya standar itu. Tidak jelek.Tidak ganteng.Tampangnya mirip Mas Fadil gitu dech...!

Apakah kau mencintainya?
Pernahkah ia menyakitimu?
Bila kau pernah memergokinya berjalan dengan wanita lain, kau jangan hanya menangis.
Balaslah!
Kau pun bisa berjalan dengan om-om buncit yang dompetnya tebal.Walaupun ia sudah berumur 40-an, 50-an, bahkan 60-an, tapi ia tetap seksi lho.
Bukalah bajunya.
Rabalah dadanya yang bidang itu.
Rabalah punggungya yang kokoh itu.
Dan, kau akan menemukan koyo cabe, meski harga cabai naik.
Alhamdulillah, sekarang harganya mulai turun.
Sstt... Pak Sugiyarto sering pakai koyo cabe lho. Katanya ia terserang encok.

Lantas, pernahkah ia menyakitimu?
Jika iya, tonjoklah perutnya!
BUKK!!!
AWW, SAKIT BO!!!
Niscaya, ia bakal klenger
Dan pastikan kamu pernah ikut pencak silat sabuk hitam di Perguruan Bangau Bunting pimpinan Suhu Drajat Kelvin.

Di malam remang-remang yang dingin, sehabis makan sate madura buatan Cak Zam Zamee, pernahkah ia meremas-remas tanganmu?
Lalu ia berbisik, "Nengsih, ayo."
Meski namamu bukan Nengsih, namun kau pasti tahu apa maunya.
Andaikan ia mengajakmu ke semak-semak, maka jangan menolak. Enak tahu....(Dosa dan konsekuensi tanggung bersama)
Ambil posisi woman on top, supaya ia digigiti semut, ular, dan kelabang, hi-hi-hi.

Tapi, jika ia memerkosamu, tendanglah penisnya yang kecil itu.
Telanjangi dia, kemudian ikatlah di pohon kecapi.
Olesi penisnya dengan madu. Dijamin bakal disengat oleh tawon.
KACIYAAAN DECH!!!

Apabila kau suka dengan cowok yang ganteng, maka ungkapkan saja.
Jangan cuma menunggu untuk ditembak, tapi tembaklah ia.
Bukankah kau telah punya pistol?
Ambil saja terong yang pura-puranya jadi pistol.
Bidik jantungnya, dan DOORRR!!!
Bilang saja begini, "Mas Agus, aku suka padamu."
"Nengsih serius?"
"Iya Mas Agus Widodo Untung Rugiyanto (full name)."
"Tadi Nengsih nembak ke dada Mas Agus ya? Ada peluru cinta nich bersarang di dada Mas," tukasnya geli.
"Ah, masa sich?"
"Kalau Nengsih tak percaya, belahlah dadaku ini."
"Mending belah dada ayam. Kan di Careful lagi ada promo, beli dada dapat jeroan," ungkap Nengsih penuh pengharapan.
"Ayo kita ke sana! Daripada di sini terus, tempatnya seram, Mas Agus takut sama setan," kata Agus, yang mana mereka berdua sedang berada di taman yang gelap.
"Laki-laki jangan pengecut. Masa sama setan aja takut," cibir Nengsih sambil mengibaskan rambutnya ke kiri dan kanan.
"O iya. Kan ada malaikat di sampingku, he-he-he...."
"Dasar cowok! Sukanya ngegombal mulu."


Andai Mas Agus sudah menjadi suamimu, jagalah ia baik-baik. Namun bila ia ngelunjak, makan minta diambilin; minum juga; baju minta disiapkan; di WC minta dicebokin; terus minta kawin lagi (poligami), tinggalkan saja dia.
Jadilah wanita yang pemberani dan tangguh seperti Marcopolo.

Mungkin kamu pernah diremehkan oleh lelaki karena penakut, misal takut naik ke atap rumah untuk membetulkan genteng.
Jangan berkecil hati!
Lha wong saya yang cowok aja juga takut koq!
Soalnya saya belum menikah, jadinya takut mati.
Kalaupun kau terjatuh lalu tewas, kau kan dikenang sebagai perempuan pahlawan, menyandingi Cut Nyak Dien, atau bahkan Cut Tari.

Ada sopir busway Tranjakarta yang wanita, kau pun bisa seperti dia.
Ada kernet bus PPD yang wanita, kau jangan mau kalah.
Ada tukang bor di proyek jalan yang wanita, kau harus mampu.
Tengoklah Mbak Inul Daratista.
Kau juga jangan risau karena beranggapan bahwa tiap nabi itu pria.
Siapa bilang tak ada nabi yang wanita?
Nabi La kan wanita.

Wahai para perempuan, tulang rusuk Adam, janganlah kau lekas menangis, apalagi hanya karena pria brengsek.
Namun kau dipersilakan menangis jika harga telur, cabai, bawang, dan beras naik.
Tapi... jangan menangis sepanjang hari ya. Entar kamu telat untuk berbelanja di Jakarta Great Sale.
Ada bra yang didiskon Rp 20.000 dapat 3 lho. Kemarin saya beli celana kolor cuma Rp 10.000. Terus calon istri saya beli daster cuma Rp 25.000.
Cepat keburu kehabisan. Kalau begitu JGS tahun depan aja dech.

Prosa lirik ini cuma candaan, dan tak bermaksud menyudutkan kodrat para wanita. Tapi kalau Anda--wanita--mau menerapkannya ya terserah. You'll be a wonderwoman.

Diambil dari my diary "Pria tanpa Kepala", per 15-16 Agustus 2010

Tidak ada komentar: