227. Aquaman, Raja Samudra Pahlawan Dua Dunia

Ada yang menarik sejak kemunculan singkat pertama Aquaman di film DCEU Batman V Superman dua tahun silam. Rambutnya tidak sepirang seperti citranya di komik dan serial animasinya. Aquaman atau Arthur Curry digambarkan sebagaimana dirinya yang campuran; darah manusia dan darah atlantis. Jason Momoa sendiri punya darah asli Hawaii dari ayahnya, dan darah pribumi Amerika dari ibunya (ibunya pun masih campuran Jerman dan Irlandia).

Kemungkinan svoiler!

Sama seperti Diana Prince dengan Amazon-nya yang merupakan cerita fiksi dari mitologi Yunani, Atlantis—dunia Aquaman berasal—juga imajinasi ulang atas tulisan Plato tentang kerajaan yang karam dalam waktu semalam. Cocoklogi tentang lokasi Atlantis pernah dikemukakan Arysio Nunes dos Santos dalam bukunya, Atlantis, The Lost Continent Finally Found, bahwa berada di Indonesia. Athanasius Kircher berbeda pandangan. Di peta buatannya, Atlantis terletak di tengah Samudra Atlantik. Mort Weisinger, pengarang Aquaman, punya cerita berbeda tentang Atlantis. Untuk Aquaman Warner Bros. 2018, ditulislah kembali kisah Atlantis oleh trio Geoff Johns, Will Beall, dan James Wan—yang diamanahkan menjadi sutradara.

Kendatipun ditulis berjamaah, bobot cerita memang tidak terlalu revolusioner dan masih konservatif; pengakuan Aquaman sebagai trah Atlantean, pengorbanan cinta Atlanna (ibu kandung Arthur), dan pertikaian tahta. Arthur lahir dari ayah manusia, seorang penjaga mercusuar, dan ibu Atlantis yang terdampar di pantai. Penonton akan disuguhi alur linear di muka mengenai kehidupan Arthur. Karakter Arthur bocah nggak begitu dikupas, apa bedanya dia dengan manusia lain? Di SeaWorld, dia punya kemampuan berbicara dengan fauna laut. Itu saja yang bikin dia beda. Sebagian besar cerita berpusar pada rayuan dan bujukan Mera dan Vulko supaya Arthur menuntut haknya sebagai Raja Atlantis.

Mera, calon ratu Atlantis dengan ilmu hidrokinetiknya, menyeret Arthur untuk mencari trisula sakti mandraguna warisan Raja Atlan—raja Atlantis pertama. Petualangan Mera dan Arthur ada hawa-hawa Indiana Jones dan sekuen Trench mirip Creature from Black Lagoon. Pemilihan Sisilia atau tepatnya Benteng Venus sebagai teropong mengintip lokasi trisula juga mengandung muatan sejarah. Konon, Plato terinspirasi Ekspedisi Sisilia ketika menulis cerita Atlantis.

Aquaman mengusung tema yang relevan untuk masa kini. Belum lama kita melihat berita tentang paus mati terdampar di Wakatobi akibat makan sampah plastik sebanyak 6 kg! Itu bukan kejadian pertama. Intinya, nggak di darat nggak di laut, manusia memang gemar merusak alam. Dari situlah pertentangan kaum Atlantis untuk berperang secara terbuka dengan manusia. Bentuk perangnya ya tsunami. Hanya saja, karakter manusia tidak dipresentasikan sebagai “antagonis” di sini. Gak ada aktor yang mewakili manusia kecuali Arthur Curry sendiri. Gak ada keriuhan diplomasi di daratan, entah menyerang balik samudra atau bagaimana. James Wan nggak mau sok memberat-beratkan tema ceritanya tentang lingkungan hidup bermotifkan perebutan tahta di dasar samudra antara dua saudara tiri, Arthur dan Orm.

Orm tentu antagonis bersama Black Manta, perompak bayaran. Black Manta lebih menarik daripada Orm. Kostumnya mirip satria belalang kumbang. Orm dan pasukannya seperti SpongeBob, nggak bisa hidup di daratan kecuali pakai alat bantu armor kedap udara seperti buatan Sandy si tupai laut. Mungkin Mentor Vulko sudah senior atau terbiasa di daratan, termasuk Atlanna. Di cerita Atlantis fiksi buatan DC ini memang kota yang dipimpin Raja Atlan tenggelam ke dasar laut dan memaksa penduduknya berevolusi bernapas dengan insang. Gimana mau berevolusi ya, kan mati karena tenggelam duluan. Yaaaa, namanya cerita komik.

Film keenam semesta DC ini punya kekuatan dekoratif ketimbang naratif. Sinematografinya dipercantik, sudut kameranya diperhitungkan semisal angle dikerubungi Trench. Efek visualnya diperhalus. Sampai helai-helai rambut Mera dan Arthur melambai oleh arus. Dengan durasi yang leluasa, sebut saja molor untuk ceritanya yang ringan, tim Warner Bros benar-benar niat menciptakan makhluk-makhluk dasar laut yang mengagumkan. Ada paus dan kuda laut yang jadi tunggangan raja-raja walaupun teknologi Atlantis semaju daratan. Kota-kota bawah laut yang berkilauan. Makhluk gigantik nan menyeramkan. Tak ketinggalan komedinya, meski ada yang garing. Juga referensi Pinocchio-nya. Dari situ Arthur merasa “bumi banget” dan malas menjadi raja samudra.

Ada catatan produksi yang unik, kalau para pemain dilarang berkeringat ketika syuting. Untuk menghindari efek glossy di dalam air. Klasifikasi Aquaman untuk usia 13 tahun. Adegan cipokan bukan muhrim Arthur dan Mera disensor dengan kasar, kecuali ciuman suami istri Atlanna dan suaminya. Sungguh, LSF telah berikhtiar sekuat mungkin untuk menanamkan nilai-nilai moral dan agama bagi generasi muda. Terima kasih. Siapa kita? Indonesia! Lol

Komentar

Postingan Populer