225. Binatang Magis di antara Sengkarut Silsilah Dumbledore


Gaung sekuel Fantastic Beasts, bersubjudul The Crimes of Grindelwald, bermula dari polemik cuitan Joanne Rowling perihal muasal Nagini—ular peliharaan Voldermort. Dengan asumsi kreatifnya, Rowling mengambil sumber cerita pewayangan Dewi Naga Gini. Di sisi lain, penduduk anak benua India merasa tidak diakui, sebab Nagini berasal dari cerita rakyat dan pop culture mereka: Naagin.

Mengandung bocoran!!!

Nagini muncul di Sirkus Arcanus milik Skender. Skender mempersembahkan Nagini sebagai ular yang berasal dari rimba Indonesia. Dia maledictus, pembawa darah kutukan, yang bisa berubah jadi ular permanen. Untuk latar tahun 1927, penyebutan nama Indonesia sebagai republik memang agak janggal. Namun itu tidak seratus persen salah. Pada tahun 1850, seorang etnolog Inggris, George Samuel Windsor Earl menyarankan agar kepulauan Nusantara dinamakan Melayunesia atau Indunesia (masih u bukan o) ketika mengarang Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Mungkinkah seorang pemilik sirkus sempat membaca jurnal itu atau penyebutan Indonesia sekadar jualan? Atau kurang riset?

Kembali ke judul, kendati Fantastic Beasts (hewan-hewan ajaib dan magis) tapi memang fokus cerita nggak seperti film pertamanya di mana penonton diajak asik untuk mencari, menangkap, dan mengagumi polah ajaib mereka serta menyaksikan battle lawan Grindelwald. The Crimes of Grindelwald mengulas penjahat Grindelwald yang diperankan Johnny Depp. Paham Grindelwald mirip Illuminati yang menginginkan tatanan dunia baru, yaitu tatanan sihir baru. New Wizarding Order. Dalam konteks 1927 usai perang dunia pertama, Grindelwald meramalkan lewat penglihatan bahwa manusia (nomaj) yang serakah akan berperang lagi. Adegan proyeksi ramalan ini terlihat megah di layar lebar. Pesawat pengebom, api, asap, deru senapan, dan hancurnya bangunan.

Untuk memuluskan niatnya, Grindelwald membutuhkan pengikut. Juga membutuhkan trik demi memecah persaudaraan antara Aurelius Dumbledore dan Albus Dumbledore. Sebagian besar plot tentang Credence yang bertanya jati dirinya. Kayaknya sih, Grindelwald cuma memprovokasi Credence biar membunuh Albus. Secara saudara kandung Albus setahuku hanya Aberforth dan Ariana. Kendati Aurelius ada embel-embel lost brother.

Jadi ceritanya agak menjemukan, mbulet tentang siapa itu Credence. Nyari ke sana-sini, bareng Nagini. Dipermainkan rumor bohong, diluruskan ceritanya oleh Leta Lestrange (keluarganya Bellatrix) padahal sudah senang dengar dari Yusuf Kama. Leta dulu tertarik sama Newt waktu mondok di Hogwarts. Ayam ditambat disambar elang, apes nasib Newt. Leta kini tunangan sama abangnya Newt, Theseus, seorang auror di kementerian sihir.

Di tengah prahara silsilah Dumbledore dan “niat baik” Grindelwald mendominasi dunia dari muggle yang gemar berperang, Newt bersusah payah hadir menjadi pemeran utama dengan porsi kecil. Dia tetap berinteraksi dengan hewan-hewan ajaib: platipus si tikus blink-blink, augurey si burung, kuda-naga air bernama kelpie, dan zouwo yang sekilas mirip gremlins. Untung ada beberapa adegan saat Newt dan Leta masih bersekolah di Hogwarts dan merapal mantra Riddikulus. Nostlagik.

Ketimbang And Where To Find Them, The Crimes of Grindelwald lebih suram, bertele-tele, terkesan desain ceritanya kurang rapi, sinetronisme khususnya di bagian cinta terlarang Queenie dan Jacob juga keruwetan bayi yang tertukar. Walau perannya tidak dominan, Newt cukup menarik perhatian tentang bagaimana dia yang introvert melanggar aturan bepergian dan usaha dia mencari belahan hatinya, Tina. Tina itu auror. Sebenarnya aku masih heran, apa dia semacam auror mata-mata? Atau memang nantinya kerja di kementerian? Menangkap Grindelwald. Di sisi lain, hanya Dumbledore yang mampu melawan Grindelwald, tapi Dumbledore sebagai guru parlente dengan setelan rompi dan celana abu-abu juga mantel kurdoroi, merasa tidak mampu. Mungkin dia punya masa lalu dengan Grindelwald.

By the way, perancang busana Fantastic Beasts ialah Colleen Atwood yang pernah megang Chicago dan Memoirs of Geisha. Dari tangan kreatif dia, busana antara muggle dan wizard memang terlihat sama. Kata mbak Colleen, lantaran syuting di Paris, aku mau potongan dressnya lebih fashionable dan ada misteriusnya gimana gituh….

Intinya, film yang musiknya digubah James Newton Howard dan masih menyempilkan lagu tema Hedwig (John Williams), seperti jembatan cerita. Mungkin akan seru di sekuel kedua dua tahun lagi. Aku membayangkan kalau bentuknya novel mungkin akan bagus. Cuma untuk media film yang mestinya sinematik, agak menjemukan. Bahkan battle antara Newt atau Albus Dumbledore lawan Grindelwald, nggak ada.


Komentar

Postingan Populer