Rabu, 12 September 2018

220. The Nun: Valak yang Kurang Galak

The Nun punya cerita mirip film Gerbang Neraka. Di Gerbang Neraka dengan latar dan objek piramida Gunung Padang, dikisahkan iblis bernama Banaspati berniat membuka portal dunia gaib dengan visi misi lebih besar, menguasai peradaban manusia. Di Gerbang Neraka berlatar situs arkeologi, butuh senjata kujang, di The Nun butuh relikui kunci untuk membukanya.

[kemungkinan mengandung spoiler] 

Kisah biarawati kondang sejak The Conjuring 2 (2016) ini mengambil latar paling awal dari semesta Conjuring, sekitar tahun 1952, sesaat setelah Perang Dunia II usai.

Sebelum judul The Nun terbentang di layar, penonton diingatkan sekilas kronologi awal mula Valak muncul di layar lebar tahun 1976. Kemudian di biara tua di Transylvania, Rumania, dua suster berjibaku melawan kekuatan hitam dan mesti mengorbankan nyawanya, salah satunya mati tergantung dengan janggal—penuh luka dan darah yang masih segar. Disaksikan oleh peternak setempat, Frenchie.

Agar lebih realistis ditempuh jalur prosedural di Vatikan, tentang bagaimana cara mengatasi masalah di sana. Tahta Suci menugaskan suster yang belum disumpah, Suster Irene (karena punya indra keenam) bersama Pastor Burke, yang pernah gagal merukiah (eksorsis) seorang bocah, Daniel—selanjutnya Daniel menjadi momok rasa bersalah sang pastor.

Semua ramuan horor sudah diusahakan dibuat sesuram mungkin, semisal biara bekas kastil yang terletak di pedalaman hutan, segel gerbang gaib yang rusak akibat bom perang, rumor kutukan yang mengembus sampai ke desa (sampai ada anak gadis yang bunuh diri akibat kutukan biara)—bagian ini bisa lebih seram jika difokuskan, dan muasal bagaimana biara itu bisa angker dan memunculkan suster hantu bernama Valak. Sayang, di tengah penyelidikan oleh Suster Irene dan Pastor Burke, dibantu Frenchie, mayoritas adegan cuma kaget-kagetan sampai mabuk.

Bisa jadi segmen semesta Conjuring memang untuk penonton umum. Watak penonton umum punya hasrat sebisa mungkin diperbanyak kemunculan hantunya, kalau mungkin lima menit sekali nongol. Tak cukup satu, ada tambahan hantu Daniel, anak yang gagal dirukiah Pastor Burke, hingga mengalami cedera sewaktu dirukiah dan meninggal dunia. Manifestasi Daniel bisa saja faktor internal Pastor dari residu rasa bersalah kendati sudah bertobat.

Dalam kaca mata Islam, ada dua jenis jin di The Nun; al ifrit dan as syaiton. Al ifrit mungkin bisa kita figurkan ke tokoh-tokoh suster yang baca doa di altar dan membantu Suster Irene melawan as syaiton, yaitu Valak. Valak sendiri rekonstruksi ngepop dari iblis anak kecil bersayap penunggang naga kepala dua yang memimpin 30 pasukan setan menjelma biarawati dengan dandanan cosplay ala anak metal yang diledeki netizen lewat meme-memenya. Bisa jadi faktor itulah yang menjadi pertimbangan produser dan sutradara kurang menghororkan sosoknya di film khusus Valak itu.

Ritme lebih sabar ditampilkan di Annabelle: Creation (2017) dan The Conjuring (2013). Di Creation, adegan gondola tangga sederhana di rumah cukup bikin dagdigdug. Tepuk clap-clap di The Conjuring sangat membekas. Hantu Bathsheba tidak senarsis Valak. Bagian Pastor Burke terpendam di pemakaman era wabah Black Death dengan loncengnya cukup mendebarkan. Di situlah fungsi kecenanyangan Suster Irene, yang punya masa lalu disangka gila. Cuma agak banyol saja, di kondisi serba tergesa, langsung saja ada sekop menancap di dekat makam. Minimal ikhtiar dulu mencari di gudang. Keburu mampus sih nanti.

Untung saja ada tawa-tawa geli yang terlontar dari Frenchie cukup mengobati kekecewaan horornya itu sendiri. Frenchie yang sok berani tetiba minta berdoa dulu sebelum masuk ke bawah tanah. Hantu yang tumbang ditembak senapan daripada dibakar salib juga kocak.

Film kedua sutradara Corin Hardy yang sebagian besar syuting di Rumania ini memang tidak sampai merasuk ke relung penonton, khususnya saya, hingga terngiang sampai kebawa mimpi siang bolong. Filmnya berisik. Maunya cepat-cepat.

Untuk pendapatan luar negeri, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Meksiko (USD 10 juta), dengan sekitar USD 7 juta pembukaan weekend. Film yang beranggaran paling rendah di antara film semestanya, USD 22 juta, ini mencetak rekor opening weekend terbesar 53 juta dibanding The Conjuring (41 juta).

Tidak ada komentar: