Kamis, 28 Desember 2017

207. Perang Fisik dan Mistik di Galaksi Nun Jauh (The Last Jedi)

Rangkaian trilogi ketiga (sebelumnya 4-5-6, 1-2-3, 7-8-next 9) di episode 8 dengan subjudul The Last Jedi. Jedi adalah ordo dan orang-orang yang punya bakat Force, energi semesta yang terkoneksi dengan Jedi, baik mengendalikan dan dikendalikan. Misal, bisa telekinesis. Premisnya nyambung dikit ke The Force Awakens episode 7, Rey mencari Master Jedi, Luke Skywalker. Standar ya, awalnya Rey ditolak. Diusir. Karena kekeuh akhirnya diterima. Jadi Jedi ini lazimnya bakat turunan, begitu tau Rey punya force, Master kaget. Tak bisakah Master merasakannya seperti master bisa merasakan energi mikrokosmos dan energi semesta?

Dengan naskah seringan kapas, First Order menghajar Resistance yang menginginkan kebebasan seperti Rebel Alliance memberontak pada Empire pada trilogi sebelumnya. First Order yg dikuasai Jedi sisi gelap, Kylo dan gurunya Snoke, terus-terusan menghabisi pasukan Resistance yang tersisa sedikit. Beberapa bagian terasa berlarat-larat tapi itu lumrah sih, ibarat film drama festival yang suka berlarat-larat demi mengisi kekosongan cerita. Di dua episode era milenial ini nggak ada lagi drama perpolitikan ala parlemen yang terkadang menjenuhkan. Tapi Rian Johnson si sutradara rangkap penulis lihai jaga tensi penonton, diselipkan beberapa adegan seru. Semisal kegaduhan hewan pacuan mirip kuda aneh, entah spesies apa itu.

The Last Jedi tidak punya karakter nonhumanoid (contoh Jar Jar Binks) yang mencuri perhatian—kecuali droid. Walau perang galaksi rasanya perang di Bumi saja. Star Wars manusia banget! (meminjam frasa kampanye Academy Awards: Oscar so white!). Karakter nonhumanoid di episode 8 cuma figuran. Burung yang dibawa Chewbacca hanya lucu saja termasuk makhluk di pulau Ahch-To. Karakter Kylo Ren alias Ben Solo terfigur sempurna tentang mengapa dia menjadi Dark, dan persenyawaan bersama Rey rasanya lebih cocok ke arah renjana. Setelah Hans Solo gugur di episode sebelumnya, episode ini akan jadi penampilan terakhir Princess Leia karena kematian Carrie Fisher tahun lalu. BB-8 tetap banyol dan penuh kejutan, menggantikan R2-D2 droid purnabakti. Tokoh Rose Tico ibarat pembelahan karakter Finn, mereka terlibat cinta bhinneka. Finn si Afro dan Ross si wajah Asia Timur. Kapten Poe pilot X Wings punya potensi berkarisma andai lebih digali lagi di episode selanjutnya.

Yang mencuri perhatian di episode 8 yaitu Luke Skywalker dengan ilmu force-nya. Dia bisa meragasukma! Jika ilmu kebatinan/mistik di Doctor Strange terasa biasa, di Last Jedi ruar biyasah! CGI dan sinematografi mengakomodasi kemistikan Force secara mewah dan indah juga eklektik. Bagian crawl text (sinopsis berjalan) aku hampir nangis.

Poster teatrikalnya jelek!

Jumlah skor ada di My ★★★★ review of Star Wars: The Last Jedi on Letterboxd https://boxd.it/mTOIv

Tidak ada komentar: