Jumat, 17 Juni 2016

191. Memori Pendek Melintasi Jarak Nan Panjang

Siapa tak kenal film Pixar yang sangat melegenda, Finding Nemo. Ikan yang punya nama latin Amphiprion ocellaris ini sempat booming dan jadi primadona pencinta ikan hias. Tiga belas tahun kemudian Pixar merilis lanjutannya bertajuk Finding Dory di bawah asuhan yang sama oleh Andrew Stanton.

Dory ialah ikan biru (Paracanthurus hepatus) penyandang ingatan jangka pendek, yang kerap mengulang pertanyaan yang sama tiap—kurang lebih—lima detik. Pada suatu malam Dory (Ellen DeGeneres) bermimpi tentang orangtuanya yang terpisah sejak bayi. Bukan berarti Dory tidak punya informasi masa lampau. Mungkin dia berada dalam perenungan psikologi di mana peristiwa masa lalu terkuak kembali. Teluk Morro California adalah salah satu klu dari informasi tersebut. Walau Marlin (Albert Brooks) mencegahnya untuk mencari orangtua Dory nun jauh di sana, Dory bersikukuh.

Setelah menumpang arus penyu yang bermigrasi, Dory ditangkap oleh Sigourney Weaver dan dibawa ke Institut Kelautan untuk dikarantina. Bertemu Hank (Ed O'Neill) si gurita baik dengan kemampuan kamuflase, Dory dan Hank bekerjasama untuk pergi ke laut lepas. Sementara Nemo (Hayden Rolance) dan bapaknya, Marlin, terpisah dari Dory.

Tokoh yang menarik ialah paus putih bernama Bailey (Ty Burrel) yang bisa memetakan area di sekitarnya dengan bantuan pantulan resonansi suaranya. Canggih! Destiny (Kaitlin Olson) teman masa kecil Dory berada di Institut Kelautan dan rabun.

Klu lain ialah kerang ungu, kerang kesukaan Charlie, ayah Dory. Sesi flashback masa kecil Dory ditampilkan berkali-kali ketika secara impulsif ingatan memori lampaunya berkelebat di kepala. Dengan keterbatasan ingatan jangka pendek yang sebagian besar tidak masuk ke ingatan jangka panjang adalah hal yang nenyiksa mencari orangtua yang tercerai bertahun lamanya di luasnya samudera. Situasi ini memberikan rasa haru (baper) ke penonton. Bagaimana dengan sabarnya Jenny dan Charlie, orangtua Dory, merawat cinta pada Dory tanpa syarat dengan keyakinan. Ini sangat dalam, meski sang sutradara dan penulis tidak berlagak menggurui dan mengisinya dengan lelucon yang segar.

Soundtrack Beyond the Sea "Jack Lawrence" dan Unforgettable "Sia" pas banget munculnya dan menebalkan suasana. Untuk format trimatra (3D) Finding Dory tidak spesial di pop out, tapi lumayanlah efek "akuariumnya", maksudnya seolah-olah kita melihat ke akuarium atau kedalaman efek tiga dimensi.

Tidak ada komentar: