Jumat, 25 Desember 2015

184. Galaksi Yang Kembali Berperang

Di trilogi ketiga Star Wars (sebelumnya dua rangkai 4-5-6 pada tahun 1977-1983 dan 1-2-3 pada 1999-2005), Lucas Film—anak perusahaan Disney—mempercayakan JJ Abrams menggantikan George Lucas di tampuk sutradara dengan formula yang fresh dari sisi cerita dan tokoh-tokohnya.

Bertajuk Star Wars: The Force Awakens (Episode 7) dengan latar masa 30-an tahun setelah Return Of The Jedi (Eps 6). Organisasi antagonis bernama The First Order, sisa-sisa keruntuhan Empire, memburu Luke Skywalker (Mark Hamill) sang Jedi terakhir. Sementara kelompok The Resistance yang dikomandoi Jenderal Leia (Carrie Fisher) melawan balik untuk melindungi Luke.

Hampir sama dengan prekuelnya, A New Hope, di mana seunit droid disisipi peta rahasia keberadaan Luke. Droid comel nan imut bernama BB-8 itu diburu oleh First Order hingga akhirnya ditemukan oleh pemulung dari planet Jakku bernama Rey (Daisy Ridley). Kejar-kejaran terjadi antara Rey, pasukan Stoormtroopers, dan Finn (John Boyega) —mantan Stoormtroopers yang membelot ke Resistance. Sampai pesawat mereka terjebak di stasiun luar dan berjumpa dengan sang legenda, Han Solo (Harrison Ford).

Dalam satu nasib dan semangat patriotik mereka berjuang menemukan Luke dan menghadapi kelaliman First Order yang dipimpin Kylo Ren (Adam Driver) seorang berenergi Force dalam sisi gelap. Tampilannya mengingatkan akan sosok Darth Vader.

Every generation has a story. Di tangan Abrams, Force Awakens mencoba beradaptasi dengan generasi spektator baru tanpa menihilkan nostalgia masa lalu. Dengan cerita yang ditulis olehnya bersama Lawrence Kasdan dan Michael Arndt, ritme cerita terasa gegap dan gegas dengan rempah komedi di antara aksi perang bintang. Komedinya benar-benar kocak. Yang terasa absen yaitu drama politik yang sering ricuh antara Empire dan Republik di film-film sebelumnya. Segmen itu biasanya diisi dengan obrolan dan nego-lobi khas perpolitikan interplanet. Tugas berat Abrams untuk sekuel selanjutnya jika tidak hanya puas dengan parade aksi dan efek visual belaka. Mengingat, Force Awakens merupakan kunci pembuka setelah Star Wars tidur selama 10 tahun (film sebelumnya episode 3: Revenge Of The Sith, 2005).

Kemunculan kilat tiga aktor Indonesia, Yayan Ruhiyan, Iko Uwais, dan Cecep Rahman bisa dipertimbangkan untuk menonton Star Wars:  The Force Awakens di sinema.

Walau tidak memuaskan 100 % tapi saya terhibur.

Tidak ada komentar: