Senin, 12 Oktober 2015

179. Dosa Itu Bernama Hantu

Dua lelaki atletis bertelanjang dada di dasar kolam renang mengapit perempuan yang diilustrasikan sebagai hantu. Jika The Swimmers (2014) adalah film Indonesia, kita patut curiga ini film horor esek-esek. Tapi ini buatan GTH Thailand, rumah produksi yang ulet menelurkan film horor sungguhan macam Alone, 4Bia, Phobia 2, dan Pee Mak. Walau judul terakhir jelas komedi horor.

Latar kolam renang pada posternya merupakan bagian konteks cerita tentang dua atlet renang di kampus. Cerita bermula dari Perth (Chutavuth Pattarakampol) dan karibnya, Tan (Thanapob Leeratanakajorn), sesama perenang kampus yang berlomba meraih kuota untuk Kejuaraan. Lalu alur mengikuti Ice (Supassra Thanachat) perempuan yang bunuh diri dari platform ke dasar kolam yang kering.

Ice ialah pacar Tan, yang berselingkuh dengan Perth. Sebab birahi Perth yang berapi-api, Ice hamil. Mereka kelimpungan. Melahirkan atau menggugurkannya. Karena film horor misteri, ada bagian yang disembunyikan demi mengasyikkan jalan cerita. Alur mundur-maju perlu untuk menggenapi mozaik cerita. Permusuhan tersembunyi antara Tan dan Perth sangat menggemaskan ketika ditarik ulur. Poin terkrusial yaitu bagaimana film ini menakuti penontonnya dalam teknik sinematografi dan audio. Tetap ada jump scare (hentakan ketakutan) dengan porsi seimbang. Lumayan lah. Gak jatuh murahan dan gak lebay.

Akibat perbuatan dosanya, Perth mengalami paranoid dan bunga-bunga teror. Dia merasa dirinya bunting karena arwah bayinya minta dilahirkan ke dunia melalui perut bapaknya. Dan hal itu bisa dijelaskan secara ilmiah bahwa tidak begitu. Sutradara Sophon Sakdaphisit menyekat batas misteri dan ilmiah dengan keambiguan film. Keren sih.

Jamaknya, film horor (dan genre apa pun sebenarnya) sebagai metafora bertutur. Dosa di masa lalu sering kali menghantui siapa pun pelakunya. Masalahnya, bisakah kita menerima konsekuensinya dan bertobat lalu bangkit selagi sempat.

Tidak ada komentar: