Sabtu, 10 Oktober 2015

178. Serigala Pengejar Berita

Louis Bloom (Jake Gyllenhaall) ialah pencuri besi yang bekerja malam hari. Barang curiannya dijual kembali ke pengepul dengan harga yang menurutnya sering mengecewakan. Di sudut jalan di Los Angeles, terjadi kecelakaan mobil dan terbakar. Tim polisi berusaha menolong korban dengan dramatis, namun fokus Lou ke kamerawan-lepas yang sibuk meliput insiden itu. Kata kamerawan itu, rekaman videonya bisa dijual mahal ke salah satu stasiun tv, yang otomatis berhak menyiarkan eksklusif.

Lou terinspirasi. Dia mencuri sepeda supaya bisa membeli kamera dan scanner polisi. Pertama-tama dia selalu diusir polisi kalau mendekat ke TKP kecelakaan. Dia menjual videonya ke stasiun tv KWLA. Nina Romina (Rene Russo), direktur pemberitaan KWLA, tertarik dengan sudut pengambilan gambarnya.

Akhirnya, Lou merekrut pegawai bernama Rick (Riz Ahmed). Tugas Rick memantau siaran scanner dan memandu jalan. Perlahan tapi pasti, Video News Production (nama produksi yang diusung Lou) mengalami kemajuan.

Sampai suatu malam, Lou dan Rick mengejar ke TKP sebelum polisi datang. Rupanya di TKP sedang berlangsung penembakan terhadap keluarga kaya yang direkam diam-diam oleh Lou. Itu merupakan berita paling mahal. Dari sinilah klimaks cerita dimulai.

Film Nightcrawler (2014) merupakan debut sutradara Dan Gilroy. Ya, dia sukses. Walau film ini berbumbu thriller namun bahan bakunya adalah satire masyarakat modern. Sebuah satire dari obsesi Lou dan konsumsi berita itu sendiri. Film ini filmnya Jake Gyllenhaall, dia yang menguasai panggung. Dengan bantuan make up tampilannya terkesan macam preman. Apalagi diperkuat dengan wataknya. Dia bekerja bagai wartawan-lepas berdarah dingin. Bahkan kejam.

Riz Ahmed jelas hanya pendukung dan diperlukan. Rene Russo memerankan direktur pemberitaan yang tak kalah obsesifnya terhadap tuntutan jurnalisme yang serba segera dan akurat juga menarik. Belum lagi KWLA sedang terpuruk karena share terendah di LA.

Pers Barat memandang berita itu sebagai “komoditi" yang dapat diperjualbelikan. Sehingga berita harus menarik dengan bungkus dramatis dan berdarah-darah.

Keseluruhan, Nightcrawler sangat nikmat. Apalagi adegan liputan penangkapan pembunuh di restoran. Mendebarkan. Lalu apa itu satire modern? Ambil saja contoh ketika masyarakat menonton bencana tanah longsor atau berfoto selfie dengan latar bangkai pesawat Hercules.

Tidak ada komentar: