Minggu, 13 September 2015

172. Alkisah Tentang Kisah-kisah

Tale of Tales (Il Racconto dei Racconti) merupakan omnibus fantasi-istana sentris dengan tiga keping cerita. Film diangkat dari syair klasik Italia, Pentamerone. Konon, Pentamerone menginspirasi penulis sekaliber Hans Christian Andersen, Grimm bersaudara, dan Charles Perrault.

Disutradari Matteo Garrone di bawah bendera Archimede Film dan Le Pact, layar dibuka dengan kisah Raja-Ratu yang dihibur kelompok sirkus. Semua orang tertawa bahagia kecuali Sang Ratu (Salma Hayek). Dia belum punya pewaris tahta. Suatu malam datang tamu misterius yang menawarinya keajaiban: Ratu bisa hamil dan melahirkan dalam semalam dengan syarat Sang Raja mesti membunuh monster laut dan jantung monster itu harus dimasak oleh perawan dan Sang Ratu memakan jantung itu.

Berhasil! Bukan tanpa efek samping tapi. Perawan yang masak juga hamil dan memiliki anak yang kembar identik dengan anak Ratu. Jonah (Jonah Lees; anak si perawan) dan Elias (Christian Lees; anak Ratu). Mereka bersahabat tapi Ratu tak setuju dan selalu menghalang-halangi mereka. Hingga tamu misterius kembali datang dan Sang Ratu mesti berkorban demi ambisinya memisahkan Jonah dan Elias.

Keping kedua. Di Istana Altomonte, Sang Raja (Toby Jones) tinggal bersama puterinya, Violet. Tatkala Puteri Violet (Bebe Cave) bernyanyi dengan gitarnya, Ayahnya malah sibuk dengan kutu yang mengganggunya. Kutu itu akhirnya dipiara Raja dan tumbuh sebesar babi. Hingga si kutu besar itu mati dan kulitnya dipajang sebagai tebakan pada sayembara menyunting puterinya yang kebelet kawin.

Apa pasal, Puteri Violet justru disunting oleh manusia ogre. Tinggal di gua tebing, makan daging mentah, sampai diselamatkan keluarga sirkus.

Keping terakhir. Di kerajaan Roccaforte, Sang Raja (Vincent Cassel) mendengar senandung merdu di belakang istana. Pemilik suara ialah wanita tua keriput namun Raja mengira gadis cantik. Raja meminta wanita itu--antara Dora dan Imma--untuk datang ke kamarnya. Dora (Hayley Carmichael) yang menyanggupi dengan syarat semua lilin di istana mati. Karena penasaran, Raja melihat rupa asli dan mencampakkannya ke hutan. Dengan bantuan nenek sihir, Dora menjadi muda-cantik dan dinikahi oleh Raja.

Imma (Shirley Henderson) diundang ke resepsi saudarinya. Imma cemburu pada rupa Dora. Frustasi dan nekat, Imma malah menguliti kulitnya.

Tale of Tales bukan semacam omnibus yang tiap filmnya terpisah dan tak terkait. Beberapa tokoh saling terkait dalam satu lanskap geografi yang sama, bahkan di akhir film mereka berkumpul di balairung manakala Puteri Violet dinobatkan menjadi Ratu.

Tale of Tales mengambil bentuk fantasi Eropa yang cenderung gelap dan vulgar, sebut saja pendahulunya macam El Laberinto del Fauno (2006) dan La Belle Et La Bête (2014).

Tidak seringan dan seceria Mirror Mirror-nya Lilly Collins, Cinderalla-nya Lily James, bahkan Alice in Wonderland yang masih gelap-moderat.

Kelemahan film ini pada struktur penuturan cerita-ceritanya yang terasa dominan di satu cerita dan kedodoran di cerita lain. Seperti pada keping pertama yang hilang pesonanya digerus keping ketiga yang lebih bertenaga dan mengasyikan. Jika boleh dibredel satu satu dari keping satu sampai tiga masing-masing dapat: 2,5/5, 3/5, dan 4/5.

Il Racconto dei Racconti menyisipkan pesan moral bahwasanya keegoisan seseorang dalam obsesinya akan cinta justru bisa mendesktruksi makna cinta itu sendiri. Messaggio classico della fiaba classica.

Tidak ada komentar: