Senin, 31 Agustus 2015

170. Komedi Mata-mata

Spionase atau mata-mata atau agen intelijen merupakan sub genre dari produk film aksi. Agen-agennya (aktor) biasanya ialah pria tampan parlente dan perempuan cantik mematikan dengan tujuh nyawa.

Bagaimana bila agennya ialah perempuan gendut yang terbiasa bekerja di belakang meja kantor? Kantor bawah tanah yang banyak tikus dan kalongnya. Chernin Entertainment, Feigco Entertainment, TSG Entertainment dan 20th Century Fox mempersembahkan film mata-mata berjudul SPY.

Susan Cooper (Melissa McCarthy) ialah pegawai CIA yang biasa bekerja memandu agen lapangannya lewat earphone dan komputer satelitnya. Pada suatu ketika, rekannya, Bradley Fine (Jude Law) tertembak dalam misi penyelidikan terhadap keluarga Boyanov yang menjual senjata nuklir secara ilegal. Tanpa pengalaman bekerja di lapangan dan juga selalu diremehkan oleh Agen Ford (Jason Statham) yang banyak membual, Susan tetap maju dengan percaya diri dengan tambahan motif dendam atas kematian Fine, agen yang diam-diam ia cintai.

Nama samarannya, Carol Jenkins, janda empat anak, dengan tugas hanya melacak dan melapor keberadaan De Luca (Bobby Cannavale) di Paris, orang yang menjadi makelar penjualan nuklir. Di luar rencana, Susan menemui Rayna Boyanov (Rose Byrne), orang yang membunuh Agen Fine. Dan karena jasa Susan menyelamatkan Rayna dari pembunuh, Susan menyamar kembali sebagai Amber Valentine, bodyguard rekrutan Ayahnya Rayna. Susan/Amber terlibat terlalu dalam dari rencana awal.

Kelucuan dimulai saat Susan memperingatkan Ford ada bom di tasnya di panggung, pertemuannya dengan Agen MI-6 Aldo yang cabul, mengejar-ejar dan duel dengan musuh dengan sangat meyakinkan, mengambil kendali pesawat yang mau jatuh, dan penampilan Jason Statham yang komikal bermulut kotor

Akting Melissa McCarthy sangat lepas di bawah komando Paul Feig, sutradara yang baru tiga kali bekerja sama dengannya di film Bridesmaids dan The Heat, termasuk Spy.  Didukung Miranda Hart yang lucu alami. Dan 50 Cent yang meminjamkan heli pribadi pada CIA.

Lucu. Kocak. Aksinya tetap pas. Voilaa... 5/5.

1 komentar:

Widiani Widiani mengatakan...

Seperti biasa!
Kalau baca resensian-nya Abu, khususnya resensi film, hamppir selalu sukses bikin saya pe-n-sa-ran pengen nontoon.

Tentang film-film kok ya, aku perhatiin kynya apdet selalu kok bisa sih? hehehe

sstt... ditunggu resensi Emppire of Passion nya juga, ehh, hehehe