Selasa, 04 Agustus 2015

164. The Way He Looks, Timbuktu, and Serbian Film in Flash Review

TIMBUKTU

Apa jadinya bila hukum syariah ditegakkan di bawah ancaman senjata?

Alkisah, kota Timbuktu di Mali sedang di bawah cengkeraman milisi ISIL (bukan ISIS). Kidane, seorang peternak sapi di gurun tidak terima satu sapi ditombak mati oleh Amadou, nelayan yang kesal karena sapi Kidane menghancurkan jaringnya. Hingga terdesak, Kidane membunuh Amadou. Menurut hukum syariah, Kidane mesti membayar kifarat 40 ekor sapi sementara dia hanya punya 7 sapi.

Merasa hidupnya tak lama lagi, dia meminta agar bertemu anak perempuannya yang sangat dicintai, namun permintaan itu diabaikan. Lalu istrinya datang ke tempat eksekusi bersama pria bermotor. Dan terjadi kekacauan yang tak terduga.

Ketika sekelompok masyarakat belum siap dengan hukum syariah apalagi hukum ditegakkan secara paksa tanpa pendekatan persuasif yang baik, yang terjadi cuma kegelisahan di masyarakat.

Misal wanita penjual ikan yang menolak memakai sarung tangan karena dia tak bisa membersihkan ikannya. Seorang pemuda yang dicambuk 40 kali karena main bola, kemudian ada sekelompok anak-anak yang bermain bola bayangan (miris dan lucu). Juga wanita bersuara merdu yang dicambuk 40 kali karena ketahuan bernyanyi -____-

Abderrahmanne Sissako (sutradara) bermain di wilayah perenungan, gambar sunyi yang menangis, dan paradoks dan ironis. Dengan naskah & skenario tipis film terasa bolak-balik menyorot para ekstremis ISIL beserta kebodohannya dalam mengaplikasikan ajaran agama mereka. Karakter-karakternya, baik antagonis maupun protagonis, pun bermain di area konflik "badai dalam mangkok, mangkok dalam samudra", maksudnya film ini terasa domestik namun juga universal dalam batas negara dan agama apa pun.

Film berdurasi hemat ini memang tidak meledak-ledak, namun cukup mengesankan. Timbuktu masuk nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik Oscar tahun ini, namun kalah dari film Polandia, IDA.

The Way He Looks

Baru sempet nonton film Brasil Hoje Eu Quero Voltar Sozinho (The Way He Looks).

Ceritanya ada seorang remaja tuna netra, Leonardo, yang sahabatan banget sama Giovanna dari kecil. Mereka pulang sekolah bersama, Leo dituntun Gigi, pipinya dikecup. Mungkin ada rasa cinta di hati Gigi.

Sampai suatu hari persahabatan mereka terganggu oleh Gabriel, murid pindahan dari Sao Paulo. Diam-diam Leo suka sama Gabriel (rainbow love hihihi). Gabriel juga suka sih, apalagi pas mereka mandi bareng dan Gabriel terkesima sekaligus kaget saat liat penis Leo (tentu off record, ini kan bukan film porno).

"Ayo kita nonton bioskop," ajak Gabriel pada Leo. Padahal Leo kan buta.

Premisnya sederhana ya, ketika persahabatan terusik orang ketiga. Ketika masing-masing hubungan mereka diuji sampai selentur apa. Juga hubungan orangtua yang over posesif pada anaknya yang tunanetra.

Jadi mirip film Taiwan: Eternal Summer.

The Way He Looks sudah menggondol dua piala: the FIPRESCI Prize for best feature film in the Panorama section dan the Teddy Award for best LGBT-themed feature.

Serbian Film

Tadinya iseng aja googling film kontroversial, salah satunya dpt Saló (120 Days Of Sodom). Nonton video reviewnya di YouTube, aku malah hampir pingsan.

Karena masih penasaran coba nonton film paling sakit jiwa dan menjijikan, dpt Srpski Film (judul umumnya A Serbian Film). Walau bagiku sih biasa saja hehehe.... Medium lah.

Ceritanya ada mantan bintang porno, Milos (Srdjan Todorovic) yang miskin dan ditawari kontrak kerjasama oleh Vukmir (Sergej Trifunovic). Namun kerjanya masih dirahasikan, Milos cuma dipasangin earpiece dan diperintah lewat situ serta ditemani dua kamerawan.

Dari situ Milos mulai bekerja dengan seorang wanita malang yg dipukuli tapi disuruh blowjob kemaluan Milos. Walau terkesan vulgar tapi dari cahaya, sudut kamera, dan sinematografi sih cenderung bagus loh. Jadi gak murahan.

Apalagi pas Milos merasa hilang selama tiga hari sebab pengaruh obat-obatan yg disuntikkan ke tubuhnya. Dari sini film kembali menggulung pita plotnya yang hilang bagai misteri dan terpasang sebagai puzzle nan menguak apa yang sebenarnya terjadi lewat rekaman pita VHS.

Terjadi pada anak lelakinya, pada istrinya, juga pada dirinya sendiri. Bagai kotak pandora yang mengeluarkan darah, mani, dan air mata.

Sedikit bocoran adegan asusilanya; ada cewek lagi diperkosa terus dibacok, dokter yang mempersalinkan wanita hamil eh bayinya diperkosa, gitu deh.

#flashreview yg rada alay

Tidak ada komentar: