Kamis, 30 April 2015

163. Kesempatan Kedua untuk Sang Pendendam

Raghu/Raghav (Varun Dhawan) ialah suami-ayah dari dua korban perampokan bank, Mischa (Yami Gautam) dan Robin. Mereka adalah korban yang terbunuh saat mobil korban dirampas oleh perampok--Liak dan Harman--untuk melarikan diri.

Harman (Vinay Pathak) lolos dari tangkapan polisi, namun Liak Tungrekar (Nawazuddin Siddiqui) sengaja menumbalkan diri untuk dipenjara--divonis 20 tahun. Selama 15 tahun Liak tutup mulut kepada kepolisian (dan Raghu) tentang di mana keberadaan Harman (beserta uang rampokannya). Kebungkamannya adalah siasat supaya ia mendapat jatah dari Harman. Ia juga kerap berdusta bahwa Harman lah yang membunuh keluarga Raghu.

BADLAPUR

Pemeran: Varun Dhawan, Nawazuddin Siddiqui, Huma Qureshi, Yami Gautam, Divya Dutta.
Sutradara: Sriram Raghavan.
Skenario: Sriram Raghavan, Arijit Biswas.
Musik: Sachin Jigar.
Produksi: Maddock Films, Eros International.


Tak menyerah, Raghu menemui pacar Liak, Jhimli (Huma Qureshi) seorang pelacur yang dijanjikan akan dibahagiakan oleh Liak tapi malah masuk bui. Hasilnya tetap nihil. Mamanya Liak lah yang memberitahu di mana Harman berada.

Di seperempat sisa hukumannya, Liak mendapat grasi karena mengidap kanker maag, dan juga karena pengampunan Raghu atas desakan seorang aktivis pendamping narapidana, Shobha (Divya Dutta).

Liak menghirup udara segar, siap menyambut bagian uangnya dari Harman, yang uangnya sudah dianakpinakkan di bisnis resto. 25 juta Rupee, jatah untuk Liak.

Namun semua sia-sia, Raghu telah menghancurkan semuanya.

Yang menarik dari Badlapur adalah storytelling yang bulat-padat, melingkupi semua karakter (aktor) di dalam lingkarannya. Sriram Raghavan menahkodainya dengan pelan-pelan, di awan nan gelap, karang yang menohok, dan menyentuh di ujungnya. Pada tiap karakter terarsir warna-warni, tidak hanya hitam dan putih. Yang baik jadi jahat, yang jahat jadi baik. Penjahat jadi korban, korban jadi jahat.

"Atas kehendak Tuhan esok Liak akan bebas dari penjara, sementara engkau terpenjara dalam dirimu sendiri," kata Shobha ke Raghu.

Yang banyak mendapat kredit adalah lakon Nawazuddin Siddiqui yang murni kejam dari pembawaan fisiknya. Ekspresi mata yang apa adanya tanpa dibuat-buat. Kasting yang bagus.

Badlapur (Don't Miss The Beginning), drama-thriller beratmosfer noir yang realistis, agak sadis-agak porno dan itu pas, juga menggigit, dan komedik (tanpa beban untuk ditertawai).

Soundtrack keren nyaris tanpa lypsinc dan tari. Walau bangunan gelap film ini hampir hancur di closing-title pada soundtrack yang akhirnya di-lypsinc-kan dan ditarikan oleh Varun Dhawan. Malah jadi aneh -_- Tapi keseluruhan keren sih, salah satu film Bollywood wajib tonton setelah Kuch-kuch Hota Hai.

Tidak ada komentar: