Kamis, 12 Februari 2015

158. Manusia Burung di Panggung Ambisi dan Realita


Panggung teater ialah dunia ide. Di mana ada masanya popularitas, idealisme, dan kenyataan berkelindan. Tentang bagaimana seorang primadona seni drama berjalan tertatih di bibir jurang kehancuran. Mengenai keluarga. Ambisi karier. Kritik yang dianggap picisan. Sampai kedigdayaan medsos Twitter.

BIRDMAN or (The Unexpected Virtue of Ignorance)

Pemain: Michael Keaton, Zach Galifianakis, Edward Norton, Andrea Riseborough, Amy Ryan, Emma Stone, Naomi Watts.
Sutradara: Alejandro G. Iñárritu.
Tim penulis: Alejandro G. Iñárritu, Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris Jr., Armando Bo.
Musik: Antonio Sánchez.
Sintografi: Emmanuel Lubezki.
Produksi: Regency Enterprises, New Regency Pictures, M Productions, Le Grisbi Productions, TSG Entertainment, Worldview Entertainment.
Distribusi: Fox Searchlight Pictures.

Riggan Thomson (Michael Keaton) seorang aktor Hollywood, yang sempat tenar sebagai Birdman era 80-an, tengah berusaha bangkit dengan proyek teater yang tengah ia garap dari adaptasi kisah Raymond Carver berjudul What We Talk About When We Talk About Love. Dia seorang aktor, penulis naskah, sekaligus sutradara. Membutuhkan aktor baru yang berkualitas namun malah mendapat aktor yang kurang waras (dan cabul), Mike (Edward Norton).

Hubungan Riggan dan Mike awalnya ada intrik, akhirnya Riggan merasa aktor yang kurang waras tetap diperlukan selama klik pada penjiwaan naskahnya. Selama menggelar sesi preview pertunjukkan, Riggan dan Mike selalu berimprovisasi spontan, bahkan Mike tak perlu naskah dialog. Dari Riggan yang menukar gin (miras) di meja properti dengan air putih dan memancing kemarahan natural Mike. Dan Mike yang berusaha mencabuli Lesley (Naomi Watts) di ranjang supaya impresi penjiwaannya lebih membuncah alami.

"Videoku di Youtube tentang anuku yang ereksi di ranjang ditonton ribuan kali," godanya pada Leasley, yang mengamuk karena merasa dilecehkan.

Namun mendapat ulasan bagus dari kritikus bukanlah hal mudah. Preview teater Riggan dihina sebagai sampah dan Riggan hanyalah selebritas bukan aktor oleh Tabitha (Lindsay Duncan). Mike menjuluki wanita tua kritikus itu seperti wanita jalang yang habis menjilat bokong gelandangan.

Pergumulan Riggan tak sampai di situ. Putrinya, Sam (Emma Stone) terpergok lagi memakai ganja. Sam sosok yang kalut dan tegar. Korban broken home yang merasa diabaikan ayahnya dan menyukai Mike. Emma Stone di sini tampil bermuka layu.

Juga tentang benturan refleksi di kepala Riggan: "Penonton ingin dihibur dengan aksi blockbuster bak Hollywood bukan cerita cengeng yang filosofis, tapi terlalu banyak yang artifisial dan serba sintetis di layar perak."

Penokohan yang dibawakan tiap aktor di Birdman terkesan tenggelam dalam arti positif. Daya eksplorasi akting mereka klop. Michael Keaton seperti gampang saja lenggang kangkung dengan naskah-skenario menggelitik, dramatik, eklektik, komedik, nggemesintik :D , yang ditulis keroyokan. Buktinya Keaton menang aktor terbaik pada The Golden Globe 2015. Sutradara Innaritu memang licinlah menggarap film Oscarlicious (istilah saya). Termasuk audio dan sinematografi yang berkeliling selaras di orbit cerita film.

Lihat saja aksi Riggan yang cuma pakai kancut di keramaian sebab piyamanya terpejit. Dia yang tak punya akun Twitter itu menjadi trending topic. Jangan lupa visualisasi-imajinasi kegagahan Birdman di beton kota saat melawan monster mutasi raksasa dengan gaya capture Hollywood sebagai buah sindroma pasca populer. Dan hasil dari pertunjukkan utama teater yang menggemparkan.

Innaritu bersikap subtil pada penutup filmnya. Bahwa Riggan Thomson telah kembali pada bentuk sesungguhnya sebagai manusia burung yang kali ini telah terbang menyundul langit.

Birdman dapat nominasi 87th Academy Awards untuk kategori film terbaik, sinematografi terbaik, aktor terbaik, aktor dan aktris pendukung terbaik (Edward Norton dan Emma Stone), skenario asli terbaik, tata suara terbaik, dan penyuntingan suara terbaik.

Tidak ada komentar: