Minggu, 05 Oktober 2014

152. Alien

Aku melihatmu tanpa mata
Molek rupawan raga dan parasmu
Di ceruk lembah longsoran gletser berudara beku

Dengan mata, aku percaya
tanganmu terulur bagai angin pembawa musim

"Kau alien?" Pertanyaanku berdasar tatapan matamu
"Kau juga alien." Tuduhanmu ialah musim pembawa basah uap mataku menyirami lautan

Kau adalah keterasingan kaum liberal pada kitab suci nenek moyang
Yang melesakkan doa dari gurun

"Kau rumit." Protesmu mengenai kalimat figuratifku

Katamu, kaulah keterasingan kupu-kupu dan kepompong mengepak sayap bermotif cerita
Mengharap nektar yang tunduk pada angin pembawa musim

"Jadi kau yang alien!"
"Kau yang alien!"

Kau dan aku kaum asing dari warisan pitarah
Bermetamorfosis dari raga baru bersayap cerita
Yang alpa membaca arah musim kelima

Tidak ada komentar: