Rabu, 14 November 2012

132. Malam Kamis Aye Nonton di Bioskop Imax

IMAX adalah istilah untuk format film dan juga alat proyeksi dan perekam gambar yang dibuat oleh perusahaan Kanada yang bernama IMAX Corporation. Klik www.imax.com .Teknologi IMAX sebenarnya sudah cukup lama ditemukan, yaitu pada tahun 1968. IMAX memiliki kemampuan untuk menampilkan gambar dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar dari film konvensional. Ukuran film biasa berdiameter 35mm, sedangkan ukuran film IMAX adalah 70mm. Layar IMAX yang ada di Gandaria City sendiri berukuran 20 x 11 meter. Sedangkan layar IMAX berukuran terbesar saat ini berada di LG IMAX Theatre di Sydney Australia, berukuran 35.73 × 29.42 meter.

Pada tahun 2002, IMAX dan Universal Studios memulai proses Digital Media Remastering (DMR), yang memungkinkan film konvensional 35mm dikonversi ke bentuk digital, dengan tujuan bisa diputar di IMAX Studio. Sudah cukup banyak film Box Office yang di-remastering di IMAX, ada Polar Express, Batman Begins, Superman Return, Spiderman 3, hingga film yang kemarin sempat membuat heboh: The Avengers.

Pada tahun 2008 film Batman The Dark Knight menjadi film pertama yang melakukan pengambilan gambar dengan kamera khusus IMAX. Itupun hanya sebagian film (sekitar 30 menit). Kabarnya film yang akan pertama kali di shoot 100% dengan kamera IMAX adalah film Batman The Dark Knight Rises, yang sudah ditayangkan pada bulan Juli 2012.

Jaringan bioskop IMAX saat ini sudah mencapai 583 layar di 48 negara di seluruh dunia. IMAX di Gandaria City adalah bioskop IMAX kedua yang ada di Indonesia, setelah IMAX di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bedanya IMAX di TMII hanya memiliki teknologi layar 2D dan proyektornya belum full digital.

Bioskop reguler terbesar yang aku pernah tonton di Blitzmegaplex Grand Indonesia. Dengan kualitas suara yang biasa aja. Mungkin alat THX ada di audi 1. Dan pengalaman suara terbaik, menggelegar, aku rasakan di XXI layar reguler dgn film The Dark Knight Rises.

Kembali ke IMAX

Banyak orang me-review pengalaman mereka menonton film di Imax. Kebanyakan mereka puas dan terpukau. Kalau aku? WOOOOWWWW!!! Aku gak bisa bernapas dalam waktu 10 menit . Gak masuk akal. Wong Ndesooooo.

Layar menyala dan berputarlah iklan Agung Hercules eh Agung Podomoro Group. Setelah iklan Agung Podomoro Grup usai barulah film dimulai dgn terlebih dahulu ditampilkan sekilas company profile dari Imax. Lalu mulailah film Skyfall dgn prolog kejar-kejaran Bond dan partnernya dgn teroris di Istanbul. Adegan menegangkan ditambah dgn suara yang spektakuler, mengguncang hatiku. Seperti Kulkul dari Indoeskrim Meji; Rasanya Mengguncang Dunia. Udah raib tuh es krim. Kalah seksi dgn Magnum.

Karena layarnya besar--dari atas sampai lantai--maka terlihat seolah-olah Bond (Daniel Craig) ada di depanku. Waktu mobil yang dikendarai Severine (Bernice Marlohe) melaju cepat seakan-akan tuh mobil mau nabrak tubuhku yang halus ini. Rajin pake henbodi hihihihi…. Padahal bukan film 3D. Lantas Bond ditembak dan dinyatakan tewas. Prolog usai. Muncullah suara mendesah dan seksi dari Mbak Adele yang menyanyi full saat opening title. Jarang ada film Hollywood yang menampilkan soundtrack di awal film. Tapi 007 emang beda. Suara Adele memang grand, megah gitu. Ini adalah salah satu soundtrack 007 terbaik setelah The World Is Not Enough, disuarakan oleh Garbage. (yg terburuk adalah Die Another Day—Madonna. Perhatikan deh suaranya mirip robot cacingan). Sungguh malam it terciptakan atmosfer audio dgn kekuatan 12.000 watt dengan sangat menggelinjang.

Sedikit ulasan filmnya. Aksi laganya pas. Kan ada tuh film yang jor-joran. Film 007 kali ini lebih manusiawi dan tidak menonjolkan kecanggihan teknologi. Mungkin Sam Mendes meniru Christopher Nolan saat menggarap Batman yang lebih manusiawi. Lebih ke setengah drama setengah aksi. Ini puncak akting dari Judi Dench yang matang (sematang mangga indramayu) ditambah kepiawaian Javier Bardem yg dengan lihai memerankan Silva yang jahat. Sayang, Bond Girl kali ini terbanting oleh aktor/aktris lainnya. Severine (Bond Girl) kurang meyakinkan. Aku kok lebih suka Michelle Yeoh. Secara dia lincah. Tapi Mami Judi Dench (M) kok tampak tua banget dgn keriput di wajahnya. Beli Derma Wand deh. Kita sebagai bangsa Indonesia mesti bangga karena di film itu ada komodo. Hewan khas Indonesia. Tapi dia jahat; makan orang.

Gambarnya jernih banget. HD tingkat dewa. Dewabroto. Enak dilihat saat longshot atau pemandangan luas. Seperti aku bilang di atas. Aku cuma terpukau dan kagum selama 10 menit. Mungkin menit-menit selanjutnya udah terbiasa kali ya. Seperti kalau kita lihat cewek cantik banget utk pertama kali. Ya cuma bentar terpukaunya. Selanjutnya terserah Anda… (kenalan gitu, ngajak makan).

Dengan harga tiket 60rb (Senin-Kamis), 75rb (Jumat), 100rb (Sabtu-Minggu/hari libur) kayaknya proper lah. Itu diklaim sebagai harga tiket termurah sedunia. Ada hitung-hitungan pendapatan per kapita tiap negara. Nanti kalau Indonesia udah jadi negara maju, apa-apa mahal looh.



Jadi... tunggu apalagi? Rasakan pengalaman menonton film paling mengesankan di dunia. The World’s Most Immersive Movie Experience. Tabung dari sekarang (kalo belum kerja) dan nikmati. Tanggal 16 Nov akan ada film Breaking Dawn part 2 dalam format Imax. *promo aja, mending gw dibayar* Segera ke kompleks Gandaria City, mall lantai 2. Kalau kamu tinggal di Jabodetabek dan hafal jalanan Jakarta meluncurlah ke Jl Sultan Iskandar Muda. Lewat Taman Puring bisa. Lewat Pondok Indah bisa yg ke arah Palmerah.

So, karena aku gak suka Twilight Saga jadi aku gak nungguin banget tuh film. Aku nunggu The Hobbit bulan Desember. Tapi aku gak nonton di Imax (milik bioskop grup 21). Cukup di Blitzmegaplex aja. Biar persaingan usahanya sehat dan gak ada lagi monopoli perbioskopan *salam moviegoers Indonesia*