Senin, 29 September 2008

56. TPU Tanah Kusir




Dulu tahun 1997 rumah saya dekat dengan tpu tanah kusir. Di situ saya bermain, main apa saja. Yang menarik jika ada penguburan, jika umat kristen disertai lagu pujian beda dengan muslim yang lebih tenang.
Jika umat Budha lebih meriah, ada sesaji sampai ornamen replika tempat tidur, mobil, dan uang yang dibakar. Pernah sekali peti matinya diperciki darah dari lidah oleh pelayat dengan pisau besar, aduh ngilunya.

Kalau Cheng Beng ( hari berziarah ), pasti kuburan Budha dipenuhi makanan . Jika peziarahnya sudah pergi, langsung aku dan teman-teman menyerbu makanan. Dapat jeruk, apel, bakpau, dan daging ayam.

Yang heboh saat ada pemakaman korban Garuda yang kecelakaan di Medan, jenazahnya itu bau banget itupun sudah diberi bubuk kopi. Juga waktu pemakaman mahasiswa tragedi Trisakti, ramai banget. Waktu Dono warkop apalagi. Banyak deh yang lain.

Tahu Ruhut Sitompul SH, dia pernah membelikanku es krim saat dia ziarah. Aku kadang-kadang pernah dikasih Rp5000 atau Rp20000 sama yang berziarah. Pernah juga dikasih Rp140.000, perlu digarisbawahi saya bukan perawat makam yang menyapu makam dan menyiram rumput.

Hingga akhir SMP (2003) aku tak sering lagi ke sana.