Rabu, 19 Maret 2008

33. Sak Sedotan, Kang!


Ada kebiasaan yang lumrah dilakukan oleh para santri di Pondok Tambak Beras Jombang. Yaitu, jika ada seorang santri merokok, maka akan dirubung oleh santri lainnya, dan mereka gantian menyedot rokok tersebut. Untuk minta jatah merokok si santri cukup bilang " Sak Sedotan Kang".

Ini kisah tentang sak sedotan pada zaman KH Wahab Hasbullah. Pada suatu malam, ada sosok yang kelihatannya seperti seorang santri, dia sedang duduk di dekat lokasi pondok, sosok santri itu sedang merokok sendirian. Di tengah malam, wajah si perokok tak kelihatan, hanya bara apinya saja yang nampak.

Tiba-tiba ada santri muda yang datang, dan seperti tradisi ia langsung minta diberikan kesempatan numpang merokok dan berkata ," Sak Sedotan, Kang!"

Tanpa komentar apa-apa, si perokok langsung memberikan rokoknya pada si santri yang baru datang. Dengan tenangnya, santri itu langsung menerima dan mengisap rokok itu dalam-dalam. Ketika bara api rokok menerangi wajah si pemilik rokok, maka santri itu kaget dan gugup, sebab pemilik rokok adalah KH Wahab Hasbullah, mahaguru dan pemilik pondok tempat ia nyantri. Saking gugupnya, santri itu lari sambil membawa rokok milik gurunya. Kiai itu pun mengejar si santri sambil berteriak, " Hei, rokokku! rokokku!"