Selasa, 08 Januari 2008

suri rumah


Mengapa Wanita Gagal Menjadi Suri Rumah


Agak pelik dan heran jika kadangkala kita mengunjungi rumah seseorang yang isterinya tidak bekerja tetapi keadaan rumahnya tidak terurus. Persoalannya, apakah yang dibuat oleh si isteri ini sepanjang hari sehingga rumah tidak sempat dirapikan. Namun, itulah kenyataanya. Terdapat banyak faktor mengapa suri rumah gagal mengurus rumah dengan sempurna dan rapi.Di Antara sebabnya antara lain:

1. Sikap santai dan suka menunda. Mungkin karena mereka sepanjang hari berada di rumah dan tidak perlu merapikan dengan segera. Sepatutnya suri rumah sepanjang waktu dapat mengurus rumah dengan lebih baik dan rapi. Tidak melakukan pekerjaan secara tergesa-gesa hanya jika ada orang yang datang.

2. Tidak menjadikan hal merapikan rumah sebagai satu budaya hidup. Sesungguhnya apabila merapikan menjadi pekerjaan harian, mereka tidak memerlukan waktu yang lama untuk merapikan rumah.

3. Tidak mendidik anak-anak supaya senantiasa bersih dan rapi. Sepatutnya anak-anak sejak kecil dididik agar menghargai kebersihan. Jika sejak kecil senantiasa hidup dalam suasana bersih, sudah tentu ia akan menjadi anak-anak dengan didikan kita pula.

4. Tidak berminat merapikan rumah. Hal ini kemungkinan karena mereka sudah biasa hidup dalam suasana yang tidak rapi dan tak terurus. Akibatnya bila sudah menikah, kebiasaan itu turut terbawa.

5. Merasakan bahwa merapikan rumah bukan perkara penting malah membuang-buang waktu karena mesti dilakukan terus-menerus.

6. Suka mengunjungi rumah tetangga tanpa mengingat waktu sehingga tidak sempat merapikan rumah. Malah ada yang berpendapat 'tak apa tak merapikan rumah asalkan ada makanan sudah cukup'. Seolah-olah telah hilang nilai kemanusiaan. Manusia yang sempurna tentu inginkan suasana yang rapi, bukan sekadar dapat makan. Kalau berpikiran begitu, maka samalah posisi manusia dengan hewan.

7. Lupa bahwa itulah imej yang menggambarkan pribadi asli seseorang wanita. Tentu tidak wajar wanita Islam mengabaikan kebersihan dan keindahan rumah tangga, sedangkan Islam amat menyuruh umatnya senantiasa bersih.
8. Cepat tertekan/kesal apabila merasakan hanya dia yang merapikan tanpa dibantu oleh suami dan anak-anak..


Faktor-faktor di atas telah dikenal jelas sebagai puncak kegagalan mereka menguruskan rumah dengan sempurna. Tetapi mengapa hal ini terjadi? Di sini, para suami perlu meluangkan sedikit waktu dengan membawa keluar anak dan isteri berjalan-jalan untuk menghilangkan kebosanannya. Di kesempatan itu, didiklah mereka akan budaya dan disiplin yang baik itu.

Sebenarnya, sebagian suri rumah yang bermasalah ini tidak tahu arah tujuan hidupnya. Karena itu, para suri rumah perlu dibiarkan aktif untuk melihat keadaan sekeliling. Mungkin di sana mereka boleh belajar untuk mengurus waktu dan merapikan rumah rumah.

1 komentar:

bisot mengatakan...

Kebanyakan nonton sinetron dan opera sabun. pendangkalan makna hidup akibat materialisme.

ngomong apa nih gue??? wkkkk


salam