Jumat, 18 Januari 2008

sang bajingan


wahai bajingan
apa kabarmu
wahai kawan
kaum sepertimu
telah menjatuhkan keluargaku
telah merobek-robek saudaraku

dan menyisakan kelahiran seorang anak
relakah kau menghapus tangisannya
mampukah kau memikul bebannya

samakah hatimu
yang terbingkai di balik rongga itu
samakah dengan hati sang koruptor
hati sang pembunuh
hati sang pelacur

rabalah dua kali lagi
mungkin telah terkorosi
oleh kotornya sirkulasi darahmu

lalu kau lari dari tanggung jawab
telah liberal hidupmu
namun ingatlah kawan
rasa dosa membelenggumu
pembalasan akan berotasi
di sela-sela waktumu

bertaubatlah kawan
menyesallah dan menangislah
bersembunyilah di balik tirai
kokohnya tirai pengampunan
walaupun itu tampak pengecut sekali
untuk ukuran laki-laki
seperkasa dirimu

andai pun nanti buah hatimu
gadis kecilmu yang cantik dan tersayang
dia terampas sang bajingan
berharaplah agar tak terjadi

andai pun
patahkanlah batang jantanmu
sebelum radiasi neraka melelehkannya

tegaklah berdiri kawan
laksana tegaknya neraca keadilan
tapi sekarang ini tetaplah bernyanyi
mengiringi getaran dawai gitar ini

1 komentar:

kardi mengatakan...

jago puisi gila