Jumat, 18 Januari 2008

20.putus cinta






dia dalam suramnya bayangan
mimpi mimpi yang bersuhu tinggi
padam karena kenyataan

dia itu berselancar melintasi darahku
resonansi auranya menggetarkan hasrat
cinta dia di tanah sana
tampak samar samar walau tersiram mentari

bibirnya melengkung tak seperti spektrum cahaya di angkasa mendung
nafsuku dipertaruhkan untuk akal-akalan tak pasti

kabut kelam terobek oleh putih kulitnya
teduhlah terik siang berpayungkan bulu matanya

tak ada yang lain meski telah naik kuda hijau
dia meleleh melebur terkonduksi bumi
gersanglah lahan impianku

waktuku tak membeku
terus mengalir menjumlah bilangan malam
tersadar jalanku masih panjang
meski ajal akan membabat habis nafasku

lalu aku diam lalu merenung lalu teriak lalu menangis lalu pingsan lalu tewas dan hidup lagi

Tidak ada komentar: